Baidillah Barra Sebut, MWA Telah Tentukan Presiden TDA 7.0

JAKARTA - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) tak lama lagi akan melakukan pergantian pengurus dari presiden 6.0 ke 7.0. Para kandidat telah melewati beberapa proses. Mulai pemilihan 15 kandidat capres, hingga terjaring menjadi 2 orang kandidat.
Baidillah Barra, Majlis Wali Amanah (MWA) mengatakan, telah diadakan musyawarah sesuai dengan iklim organisasi di TDA. Sehingga dari 15 kandidat, terjaring 2 orang yang akan diumumkan secepatnya.
"Kami sudah melakukan musyawarah, kalau nggak hari ini ya Insyaallah besok untuk pengumuman. Teman-teman MWA baru tadi malam (16/3) memutuskan," ujarnya.
Dia menyebutkan, dalam proses pemilihan capres TDA 7.0 telah menjaring 2 orang terbaik. Meski demikian 13 capres lainnya juga merupakan anggota terbaik, yang telah banyak berkontribusi untuk pengembangan TDA.
"Setelah dipimpin mas Donny, kami di MWA musyawarah tentu memilih dari yang terbaik. Para kandidat 15 capres itu kader TDA terbaik. Mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Inilah indahnya organisasi di TDA tidak kurang kader," jelasnya.
Barra, sapaan akrabnya, mengapresiasi program yang telah dibuat presiden TDA 6.0 beserta jajaran. Lantaran bisa beradaptasi dengan cepat dengan usaha yang luar biasa. Meski, sebelumnya telah membuat program yang relevan dapat digunakan di seluruh daerah.
"Kalau dari kami awalnya melihat dengan capaian presiden TDA 6.0 beserta tim worknya luar biasa. Akhirnya TDA bisa menjawab tantangan, yang menurut kami tidak mudah dan ternyata Allah hadirkan orang yang tepat, yakni mas dony kris. Mas Dony IT nya kuat. Sehingga pada saat dia menjabat sebagai presiden TDA 6.0, saya ingat betul dia mencanangkan teknologi informasi yang harus menjadi konsen TDA. Ternyata ada pandemi," ujarnya.
Barra mengatakan, dengan adanya pandemi ini TDA dituntut untuk melakukan pembelajaran lebih cepat lagi. Bisa beradaptasi dengan teknologi di new normal.
Dibalik pandemi, lanjut Barra, terdapat hikmah yang sangat luar biasa. Sebab di bawah kepemimpinan presiden TDA 6.0, yang menguasai bidang teknologi informasi, mampu membawa anggota untuk beradaptasi dengan cepat di era new normal. Selain itu, para anggota juga telah melek terhadap perangkat berbasis teknologi.
Disingung siapa nantinya yang akan menjadi presiden TDA 7.0, Barra mengatakan, jika diperbolehkan untuk presiden selanjutnya diteruskan Sam Donny. Namun Barra menegaskan, roda estafet kepemimpinan harus bergantian dengan kader lainya. Sebab, TDA tidak pernah kekurangan stok pemimpin untuk menjabat sebagai presiden selama 2 tahun.
"Jadi dengan bergulirnya kepemimpinan TDA, kami sangat optimis sangat yakin, bahwasanya presiden terpilih 7.0 bisa menjawab tantangan yang ada. Kami pilih orangnya sangat konsen di teknologi. Sehingga bisa meneruskan program yang belum terlaksana, dan meneruskan program sesuai dengan inovasi presiden selanjutnya," jelasnya.
Barra berharap nantinya presiden TDA 7.0 bisa berkhidmat. Bisa meluangkan waktunya untuk TDA 7.0. Sebab, dengan mendapat amanah menjadi presiden, itu bukan sesuatu yang harus dibanggakan, tetapi harus dibuktikan dalam bentuk wujud pelayanan. Bentuk wujud dari beribadah, yaitu menjalankan amanah sesuai dengan keyakinan.
Presiden TDA 5.0 ini menyakini, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. ''Saya menyakini pengurus 7.0 akan banyak bertransformasi dengan new normal dan mampu menjawab kebutuhan anggota,'' pungkasnya.
