Konten Media Partner

Bangkitkan Perekonomian, Komunitas TDA Madiun Sinergi dengan Pemerintah kota

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Madiun melakukan sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (TKKUKM) Kota Madiun, untuk bangkitkan UMKM di tengah pandemi.(dok/TDA Madiun).
zoom-in-whitePerbesar
TDA Madiun melakukan sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (TKKUKM) Kota Madiun, untuk bangkitkan UMKM di tengah pandemi.(dok/TDA Madiun).

MADIUN - Komunitas Tangan Di Atas terus bersinergi dengan lintas lembaga baik pemerintahan ataupun swasta, saat ini keberadaan TDA semakin dekat dengan masyarakat. Terlebih bagi mereka para pelaku bisnis yang berusaha untuk bangkit di tengah pandemi selama kurang lebih 1 tahun.

Pristiwan Haryanto Ketua TDA Madiun mengatakan, bahwa TDA Madiun bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah mengadakan inkubasi bisnis untuk UMKM di kota Madiun. Keterlibatan TDA sebagai pendamping para pelaku UMKM di tengah pandemi.

Para peserta inkubasi bisnis untuk UMKM Kota Madiun.(dok/TDA Madiun).

"Jadi, kami memberikan edukasi untuk peningkatan kapasitas diri. Sehingga tetap bisa mengembangkan bisnisnya saat kondisi pandemi seperti ini,"ujarnya.

Sebelumnya komunitas TDA Madiun telah bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi Dan Usaha Mikro (PMPTSPKUM) pada tahun 2019. Rencananya kegiatan ini dilakukan selama 6 kali pertemuan secara offline dan pendampingan secara online.

"Kami sudah pernah melakukan di tahun 2019 dan untuk tahun ini baru kami mulai kemarin. Pendampingan secara offline kami lakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat," imbuhnya.

Menurutnya, kerjasama ini akan meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM, hingga menciptakan lapangan pekerjaan di tengah pandemi. Adapun persyaratan bagi pendaftar sebagai berikut, warga kota Madiun berusia 20-40 dibuktikkan dengan KTP, belum pernah dibina Pemerintah Kota Madiun. Belum pernah mengikuti pelatihan serupa, sudah mempunyai bisnis, sanggup mengikuti pelatihan dari awal-akhir, bukan ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, BUMD dan Swasta.

Sedangkan jumlah peserta yang lolos mengikuti kelas bisnis inkubasi sebanyak 40 orang.

"Nanti, untuk kelas inkubasi ada 6 sesi dengan materi yang berbeda," ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya kerjasama diharapkan peserta pendampingan bisa meningkatkan kapasitas diri.

"Jadi, pada akhirnya bisa menumbuhkan dan mengembangkan usahanya. Sehingga bisa segera naik kelas," pungkasnya.