Konten Media Partner

Berawal Bantu Orang Sakit, Kini Heri Suprayitno Tekuni Bisnis Produk Herbal

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Heri Suprayitno pengusaha rumah herbal yang berasal dari Jayapura.(dok/pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Heri Suprayitno pengusaha rumah herbal yang berasal dari Jayapura.(dok/pribadi).

JAYAPURA - Heri Suprayitno pengusaha rumah herbal yang berasal dari Jayapura, menekuni bisnis lantaran melihat peluang pada produk herbal. Tak hanya itu, dia berniat ingin membantu orang lain untuk mendapatkan produk herbal dengan mudah.

Heri menceritakan bahwa usaha dimulai sekitar tahun 2012, ketika tengah bekerja sebagai Branch Manajer Rumah Zakat Jayapura.

Madu Batuk, produk herbal Heri Suprayitno.(dok/pribadi).

"Jadi, waktu itu banyak membantu orang sakit menjadi sehat bersama produk herbal, namun masih sedikit peminatnya," terangnya.

Sebelumnya dia pernah mencapai omset dengan rata-rata Rp 80-90 juta setiap bulan. Namun, karena suatu hal penjualan obat herbal mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Rumah herbal Heri Suprayitno.(dok/pribadi).

"Biasa namanya orang bisnis kadang di atas kadang di bawah seperti roda terus berputar. Tapi itu semua tergantung kita bagaimana menyikapi untuk tetap bertahan dengan bisnis yang kita jalani,"ujarnya.

Selain bisnis produk herbal, dia juga menjalankan terapi bekam yang dilakukan di rumah. Dia menyebutkan, bahwa saat ini lebih fokus dengan pelayanan di rumah yaitu terapi bekam.

Rencananya untuk mengembangkan bisnis dia ingin memiliki rumah sehat herbal di Jayapura. Tidak sedikit masyarakat yang saat ini menjalani bisnis produk herbal, oleh sebab itu dia membagikan tips bagi pembaca yang ingin memulai bisnis produk herbal diantaranya paham tentang kesehatan herbal, jujur dan konsisten.

Saudatun, produk rumah herbal Heri Suprayitno.(dok/pribadi).

"Jadi,kalau mau bisnis produk herbal harus memahami tentang kesehatan herbal walaupun hanya dasar saja, sehingga pembeli lebih yakin bahwa kita paham sesuai aturan kosumsi herbal,"bebernya.

Sementara itu Heri menambahkan bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas dilakukan mulai tahun 2018 banyak manfaat yang diperoleh diantaranya jaringan yang semakin luas, mentor dalam bisnis dan mengajarkan kegiatan sosial tidak hanya membahas tentang bisnis.

"Manfaatnya semangat untuk berbisnis dan perbaikan mindset," pungkasnya.