Konten Media Partner

CO-Founder Berharap Presiden TDA 7.0 Mampu Tingkatkan Kolaboraksi

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Badroni Yuzirman, Co-Founder TDA.(dok/pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Badroni Yuzirman, Co-Founder TDA.(dok/pribadi).

JAKARTA - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang merupakan perkumpulan pembisnis terbesar dan telah tersebar di 100 kota Indonesia akan melakukan pergantian presiden dari 6.0 ke 7.0 pada bulan depan.

Persiapan telah dilakukan pengurus, mulai dari Majlis Wali Amanah (MWA) hingga pengurus seluruh daerah yang memberikan usulan secara online.

Hal ini, disampaikan Badroni Yuzirman, Co-Founder TDA, bahwa proses pemilihan Presiden 7.0 sudah menjadi tradisi di TDA. MWA telah menampung usulan yang disampaikan para anggota seluruh Indonesia. Hingga terdapat 15 kandidat Capres TDA 7.0.

"Ada 15 calon, kemudian kami dari MWA yang terdiri dari 11 orang mewakili berbagai unsur, mengajak para kandidat untuk urun rembug menyampaikan pikiran apa yang harus dilakukan TDA ke depan. Nah, sebetulnya semacam votting. Tapi kami di MWA menyederhanakan seperti urun rembug saja," ujarnya.

Urun rembug dilakukan, guna saling bertukar pikiran dan pendapat terkait dengan figur yang tepat untuk presiden TDA 7.0 selama dua tahun menjabat.

Badroni mengatakan, jika pada urun rembug yang diikuti 15 kandidat, telah menyampaikan visi dan misi dengan jelas, meski hanya beda tipis apa yang dijelaskan.

"Mereka bagus semua. Beda tipis apa yang mereka sampaikan. Tapi pada akhirnya MWA akan memilih isu yang paling krusial untuk TDA ke depan dari para Capres," terangnya.

Sedangkan untuk kegiatan yang akan dilakukan besok dalam penetapan presiden TDA 7.0, yang dilakukan secara virtual akan lebih mengarah pada musyawarah. Sebab, pada pemilihan presiden TDA bukan pada pemilihan figur.

Badroni Yuzirman, Co-Founder TDA: Kolaboraksi yang sudah dirintis Presiden 6.0 cukup signifikan, yakni melakukan kerjasama dengan pemerintah sebagai pengambil kebijakan.(dok/pribadi).

"Kami lebih ke musyawarah, bukan pada figurnya sebetulnya. Karena semua figur bagus, hebat, kontribusi luar biasa terhadap TDA. Tapi kami kembali lagi relevansi pada TDA ke depan selama 2 tahun kira kira ada di siapa. Kalau dalam musyawarah tidak dicapai, biasanya kami lakukan dengan loby. Nanti pada akhirnya diputuskan ketua MWA," bebernya.

CO-Founder TDA berharap pada usia TDA yang ke-15 tetap relevan dengan kondisi saat ini, karena sejak awal sampai sekarang member sudah tumbuh dan berkembang sehingga kebutuhan akan berbeda. Sehingga presiden TDA 7.0 perlu menjawab dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan member yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, terkait dengan program Presiden 6.0, yang telah dicanangkan dan digagas sudah berhasil, yaitu kolaboraksi dengan berbagai pihak pemerintah, lembaga pendidikan, lsm, perlu dilanjutkan dan dikembangkan lagi.

"Program yang itu perlu dijaga dan dirawat karena sangat bermanfaat, tidak hanya anggota TDA, tapi juga bagi ekonomi atau masyarakat Indonesia pada umumnya. Kemudian isu teknologi, karena itu tidak bisa dilepaskan dari keseharian kita, seperti yang telah dilakukan presiden TDA 6.0, pemanfaatan teknologi dengan TDA TV itu sangat membantu," ujarnya.

Jadi, lanjut Badroni, 1000 konten yang sudah dilakukan pengurus TDA 6.0, melalui TDA TV sudah diunggah dan dapat diakses secara gratis oleh siapapun. Hal ini merupakan kontribusi TDA untuk masyarakat luas tidak hanya member itu perlu di kembangkan lagi dan dijaga, supaya bisa tetap berisi konten yang bagus dan dimanfaatkan secara optimal oleh para anggota.

''Selain itu memang perbaikan internal, kebutuhan member, kapasitas bisnis dan knowladge untuk presiden ke depan," harapnya.

Dia menegaskan, dengan kolaboraksi yang sudah dirintis Presiden 6.0 cukup signifikan, yakni melakukan kerjasama dengan pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

''Hal ini perlu dibuktikan dan ditingkatkan di TDA, tidak hanya komunitas di lapangan yang banyak anggota, tetapi bisa memberikan masukan pada pemerintah,'' pungkasnya.