Dea Nino, Karyawan yang Jadi Pengusaha Peternakan Burung

TULUNGAGUNG - Menitih usaha dari nol memang tidak mudah, namun jalan kesuksesan pasti akan bisa ditapaki jika kita mau bekerja keras. Seperti halnya yang dilakukan Dea Nino yang banting setir dari karyawan hingga menjadi pengusaha peternakan burung.
"Pada 2017 saya seorang karyawan swasta di salah satu perusahaan. Saat menjadi karyawan itu awalnya saya iseng saja membeli burung impor yang mana di daerah saya bahkan di Indonesia waktu itu masih sedikit yang mengerti perawatan dan dimana membeli burung tersebut," kenangnya, pada Rabu (24/03/2021).
"Sejak saat itu, saya mulai membaca peluang yang sangat bagus untuk budidaya burung tersebut. Karena waktu itu saya masih bekerja, jadi waktu saya kurang maksimal untuk merawatnya," sambungnya.
Karena itulah, Nino mulai berfikir untuk menjalin mitra dengan beberapa peternak lokal dimana mereka tidak punya burung tersebut. "Setelah saya sortir akhirnya saya menemukan peternak yang pas dan dari situ saya berangkat dari awal hingga sekarang kita sudah mempunyai beberapa mitra dengan spesifikasi khusus di beberapa kota," kenangnya.
Di tahun 2019, Nino melihat omset yang dia hasilkan sudah mulai besar. Oleh sebab itu, dia memutuskan resign dari perusahaan tempatnya bekerja.
"Karena saya rasa penghasilan di bidang ini sudah cukup lumayan. Saya memutuskan resign pada tahun 2019 dan fokus pada peternakan burung," bebernya.
Tidak berhenti disitu, pada 2020 dia mulai merambah bisnis di bidang fashion juga. "Saya mencoba melebarkan sayap di bidang lain yaitu konveksi. Disini saya memproduksi baju anak karena saya pikir di sini peluangnya sangat luar biasa. Dan alhamdulillah sekarang kita memperkerjakan puluhan penjahit rumahan dengan sistem dan SOP yang sudah kami berikan," tuturnya.
Pria 26 tahun ini melihat peluang yang sangat bagus di ke-2 bisnisnya. Pertama, bisnis peternakan burung yang dirintis karena hobi dan bisnis konveksi karena melihat peluang pasar.
"Mengenai burung memang dari awal dilandasi hobi, dan untuk konveksi memang dari awal saya melihat kebutuhan pasar yang sangat bagus. Karena kita memproduksi baju tidur anak dan kebetulan juga white label juga, jadi banyak dijual juga sama beberapa toko online di daerah," ucapnya.
Selanjutnya, Nino ingin mengembangkan usahanya untuk membuka kemitraan di luar Jawa Timur. "Untuk pengembangan bisnis di peternakan, saya ingin menargetkan untuk penambahan mitra di beberapa kota di luar Jawa Timur," ungkapnya.
Pria yang bergabung dengan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) sejak 2020 ini mengatakan, banyak manfaat bergabung di komunitas ini. "Saya gabung TDA pada tahun lalu tepatnya bulan Februari. Banyak sekali yang saya peroleh, dari relasi sampai ilmu-ilmu yang sangat luar biasa," ujarnya.
Terakhir, dia juga mengungkapkan beberapa tips bisnis agar usaha bisa terus berkembang. "Fokus pada tujuan bisnismu, siap menghadapi kemungkinan terburuk, dan terbuka terhadap semua evaluasi," pungkasnya.
