Ibrahim Mochamad Bafagih Presiden TDA 7.0

JAKARTA - Ibrahim Mochamad Bafagih, akhirnya terpilih sebagai Presiden Tangan Di Atas (TDA) 7.0.
Proses seleksi pemilihan presiden TDA 7.0, melalui beberapa tahapan. Mulai dari usulan kandidat di daerah, hingga musyawarah bersama Majelis Wali Amanah (MWA) 4.0, untuk memutuskan Presiden 7.0 sebagai kader selanjutnya.
Proses ini, dimulai dari pemilihan 15 calon presiden penjaringan 6 orang hingga terpilih 1 orang, Senin (22/3/2021).
Akhirnya, MWA 4.0 mengumumkan secara live melalui akun youtube TDA TV pukul 16.00 wib. Berdasarkan keputusan MWA 4.0, secara resmi presiden TDA 7.0 terpilih Ibrahim Mochamad Bafagih. Pengusaha fashion dengan brand terkenal Tuneeca di Kota Bandung.
Live streaming melalui akun youtube TDA TV diikuti seluruh MWA 4.0 dan seluruh anggota TDA seluruh Indonesia. Pengumuman presiden TDA 7.0 dibawakan Yusuf Erlangga TDA daerah Bekasi, dengan narasumber Andi Sufarianto Ketua MWA 4.0.
Andi mengatakan untuk pemilihan presiden, kami selalu musyawarah untuk mencapai mufakat. Proses mencari presiden di TDA sampai saat ini tidak sulit karena banyak orang hebat di TDA.
"Kalau cari presiden itu nggak sulit yang sulit itu menyakinkan, supaya mereka mau itu yang paling sulit. Tetapi, teman- teman sadar ini adalah amanah dan alhamdulillah proses pemilihan presiden 7.0 ini semua berjalan lancar hingga bisa memilih,"terangnya.
Sementara itu, presiden TDA 6.0 yang terkenal dengan sebutan Sam Dk mengucapkan selamat atas terpilihnya presiden TDA 7.0, yang saat itu masih menunggu pengumuman dari MWA.
"Sebelum diumumkan saya ucapkan selamat siapapun itu. Ini pilihan terbaik dari MWA. Semua calon presiden punya kompetensi lebih dari saya. seperti budaya TDA sebelumnya, pengurus TDA terpilih lebih baik dari sebelumnya. Karena kami selalu menyempurnakan program sebelumnya," ucapnya.
Sam DK menyakini presiden TDA 7.0 lebih baik dan dapat melanjutkan program.
"Kami terus berdoa dan selalu support presiden 7.0. Memimpin TDA itu gampang-gampang susah. Gampang karena TDA dipenuhi orang kompeten didalamnya. Presiden hanya simbolis. Tapi teman teman yang kerja, susahnya TDA semakin besar. Semakin besar menjadi 100 kota 6 negara tidak mudah menyatukan dalam 1 barisan, tapi dengan teman teman kompeten semua bisa dilakukan," ujarnya.
Baim sapaan akrabnya presiden terpilih 7.0 mengungkapkan, bahwa sebelum terpilih sempat mengalami tidak bisa tidur dan mual. Namun dia berfikir bahwa dirinya memiliki peluang sangat kecil untuk terpilih. Dia menyebutkan jika 2 hari sebelum pengumuman di prank Presiden TDA 6.0 dan teman-teman BOD.
"Jadi 2 hari sebelumnya teman-teman BOD Sam Dk ngerjain saya dan disitu dari banyak yang usul nama saya. Saya berfikir saya yang paling kecil peluangnya dan banyak yang luar biasa. Saya berfikir 3 calon lebih hebat dari saya. Dari dikerjain itu saya ditelpon mas Andi dan nggak bisa tidur itu yang saya rasakan. Tetapi saya berfikir lagi ketika itu yang minta TDA Bismillah. Karena memang itu rumah saya. Saya sudah banyak mendapatkan ilmu dari TDA. Jadi, kalau saya diminta bismillah ini amanah saya dilakukan," tandasnya.
Baim berharap setiap periode membangun programnya mulai 1.0 sampai 6.0 program tersebut. Baim berjanji akan melanjutkan. Sehingga bisa berkesinambungan.
"Pandemi ini sangat spesial tantangannya dan saatnya mungkin bagi kawan-kawan rebut kembali momen ini untuk balik tumbuh," pungkasnya.
Selama di TDA Baim pernah menjabat sebagai Wakil Ketua TDA Bandung di tahun 2013-2015. Ketua TDA Bandung di tahun 2015-2017, 2018-2019. Chairman permadani TDA, dan di tahun 2019-2021 menjabat sebagai bendahara umum TDA.
