Kisah Ahsan Abduh, Sukses Jadi Pengusaha Muda di Dua Bidang Sekaligus

BOGOR - Pasca lulus kuliah dari Institute Pertanian Bogor (IPB), Ahsan Abduh Andi mengawali karir di Toyota Indonesia sebagai Human Resource.
Baru 1 tahun bekerja, Ahsan memutuskan resign dan mulai membuka bisnis sendiri. Tidak pernah berfikir sebelumnya, jika dirinya bakal menjadi pengusaha sukses.
Ahsan, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa memilih resign dan melanjutkan bisnis yang pernah dirintisnya ketika menjadi mahasiswa.
"Akhirnya full bisnis di tahun 2012 mulai dari percetakan, fotokopi, printing untuk mahasiswa. Tapi semuanya tutup pada 2014," ucapnya.
Akhirnya, dia mulai untuk belajar digital marketing secara otodidak dan fokus di pengerjaan souvenir serta seminar untuk corporate di tahun 2015.
Bisnis tersebut berkembang dengan memiliki web paketseminar.com dan mulai branding di tahun 2019 dengan nama Souvia-Souvenir Indonesia.
"Alhamdulillah berkembang cukup signifikan. Karena saat memulai bisnis, saya memilih dari pasar yang sudah ada dan menguasai bisnis di setiap prosesnya. Kebetulan saat mahasiswa saya sering jadi panitia di bagian dana usaha, jualan pin peniti dan gantungan kunci dengan pengalaman ini, saya bisa mengetahui pasar bisnis," terangnya.
Menjadi pengusaha tentu tidak semulus yang dibayangkan, tak jarang dia mengalami jatuh bangun dalam menjalankan bisnis. Tidur di kios, jadi kurir antar order, sampai uang ditilep karyawan sampai lebih dari Rp 100 juta.
Tantangan dalam pengembangan bisnis terus dihadapi. Terlebih, di tengah pandemi seperti sekarang, dia harus merumahkan setengah dari karyawan.
"Dari perjalanan bisnis saya selama ini yang paling menantang tentu saat Covid 2020 lalu, usaha Souvia terdampak secara langsung karena buat souvenir berbasis event Meeting Incentif Conference Exhibiton (MICE). Akhirnya saya harus merumahkan hampir 20 orang karyawan untuk efesiensi," katanya.
Menurutnya, melihat perkembangan Covid serta tantangan yang dihadapi, dia mulai berfikir untuk memiliki portofolio bisnis yang tahan krisis. Sehingga, bisnis Souvia dikembangkan dengan melakukan branding untuk souvenir retail atau market development.
Tak hanya itu, dia mulai mengembangkan bisnis dengan melakukan diversifikasi bisnis masuk di bidang pertanian dengan kolaborasi.
"Karena saya alumni IPB akhirnya berkolaborasi untuk bisnis dan launching beberapa bisnis saat pandemi. Salah satunya Fmart Rajanya buah Bogor,"ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa untuk menjadi sukses di bidang apapun termasuk bisnis, maka kuncinya adalah motivasi, mindset yang tepat, ilmu dan skill bisnis yang terus diasah.
Oleh sebab itu, selain terus belajar ilmu bisnis dari guru, mentor dan praktisi yang tepat, perlu juga menjaga mindset dan motivasi.
" Jadi, carilah di lingkungan atau komuntias bisnis yang tepat sehingga bisa memberikan dampak yang positif," tegasnya.
Sementara itu, bergabung dengan komunitas TDA dimulai sejak tahun 2014 banyak manfaat yang diperoleh. Diantaranya semakin banyak belajar tentang bisnis, banyak mentor dan menambah jaringan.
"Saya menyakini bahwa kunci sukses terbesar ada di keyakinan atau mindset. Dan di TDA membuat keyakinan untuk sukses makin besar, setelah melihat para senior yang sudah lebih dulu di TDA," ujarnya.
Selain itu, setelah menjalani bisnis sekitar 9 tahun dia menyadari pentingnya SDM yang bertalenta, terutama di bidang digital marketing. Oleh sebab itu, rencananya untuk pengembangan bisnis akan fokus pada pengembangan SDM Digital khususnya anak muda di 2021 ini.
"Kami akan membangun Program Sarjana Digital Army, yang program skala kecilnya sudah dimulai dari tahun 2019. Tahun 2021 akan coba mulai secara kelembagaan kerjasama dengan para mahasiswa, sarjana di Bogor yang akan mempercepat pertumbuhan bisnis, dan semakin banyak anak muda yang melek digital marketing dan menjadi pebisnis baru harapan Indonesia," terangnya.
