Kisah Eka Agung Sulistyaningsih Jalani Bisnis Produksi Pepes Ikan Bandeng

TANGERANG SELATAN - Eka Agung Sulistyaningsih pengusaha yang bergerak di bidang produsen olahan makanan Dapoer Intan mulai menjalankan bisnis tahun 2016.
Eka menceritakan jika bisnis dilakukan lantaran suaminya yang tengah bekerja di maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Bahkan, sering kali suaminya menemukan kendala untuk mendapatkan makanan yang cocok di luar negeri.
"Jadi, suami sering ke luar negeri dan mendapat kendala untuk memperoleh makanan yang pas di lidah. Karena taste atau rasa terkadang kurang pas dengan lidah kita orang Indonesia," ujarnya.
Selain itu, bisnis yang tengah dijalankan juga didukung dengan memiliki stok ikan bandeng yang berlimpah dari hasil memancing hobby keluarga. Oleh sebab itu, dia mulai mencoba memanfaatkan peluang dan membuat pepes bandeng.
"Pertama masak itu dibuat oleh ibu aku yang memang juga jago masak. Pengolahannya sederhana dengan resep warisan keluarga ternyata banyak teman sepenerbangan yang suka, mulailah kami jual tuk umum,"bebernya.
Tak disangka ternyata bisnis yang dijalankan banyak diterima oleh lidah masyarakat bahkan sampai ke luar negeri. "Terkadang juga buat oleh-oleh sahabat kami yang diluar negeri dan ternyata mereka juga kangen dengan masakan Indonesia,"ungkapnya.
Eka menyebutkan bahwa ditengah menjalankan bisnis dia mempelajari kandungan didalam ikan bandeng yang memiliki kandungan omega 3 lebih besar dari salmon. Bahkan dia telah melakukan penelitian LAB kandungannya DHA 44mg dan EPA 10mg yang sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak di masa pertumbuhan dan ibu hamil di masa perkembangan janin untuk kecerdasan.
"Sebenernya tidak hanya itu karena bandeng untuk Manula juga sangat baik untuk mencegah kepikunan dan kombinasi DHA dan EPA bisa mencegah penyakit hati dan jantung. Jadi pepes bandeng duri lunak " Dapoer Intan" adalah makanan yang sehat, halal dan bergizi tinggi,"terangnya.
Di tengah menjalankan bisnis dia menyebutkan bahwa beberapa kali jatuh bangun. Tetapi semangat dan support di TDA sangat luar biasa. Sehingga dia tetap bertahan dan dapat mengembangkan bisnisnya.
"Saya bergabung dengan TDA tahun 2016, atau sekitar 2017 banyak sekali manfaat yang saya peroleh untuk mengembangkan bisnis. Mulai dari sahabat di berbagai daerah, jaringan bisnis, mentor dan ilmu bisnis. Banyak berkah luar biasa yang Allah berikan ke kami, dari proses perijinan halal, BPOM juga sampai saat ini berkembang dengan team yang tidak mulus," bebernya.
Dia berharap dengan bisnis yang dijalankan dapat menebar manfaat lebih luas dan akan membangun lini baru pelatihan kuliner dan catering di daerah. Selain itu, dengan produk yang dibuat banyak masyarakat semakin suka pepes bandeng yang memiliki manfaat sangat banyak. Dia berpesan bagi pembaca yang ingin menjalankan bisnis bahwa usaha tidak membohongi hasil, teruslah bergerak.
"Semoga bisa bermanfaat untuk banyak orang disekitar kami yang membutuhkan pekerjaan. Selama manusia hidup masih perlu makan, InsyAllah bisnis makanan akan tetap ada dan bertumbuh," tandasnya.
