Konten Media Partner

Mantan Karyawan Hotel, Kini Sukses Jadi Pengusaha Percetakan di Jayapura

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bachtiar Istiawan (kiri) dan salah satu peralatan mesin cetaknya. (dok/pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Bachtiar Istiawan (kiri) dan salah satu peralatan mesin cetaknya. (dok/pribadi)

JAYAPURA - Bachtiar Istiawan mantan karyawan hotel yang kini telah sukses menjadi pengusaha ternama di Jayapura, dengan bisnis percetakan dan indografika advertising.

Bachtiar mengatakan, bahwa dulu pernah bekerja menjadi karyawan hotel dengan kerja sistem shift. Namun, ketika waktu luang dia bekerja membantu temannya untuk mencari penghasilan tambahan.

Banner ukuran raksasa, salah satu banner produksi indografika Jayapura.(dok/pribadi)

"Saya kerja 5 tahun, yang awalnya hanya ingin menghabiskan waktu main dan berkunjung ke kantor teman membantu kerja dapat uang. Akhirnya tertarik untuk belajar di dunia percetakan," ungkapnya.

Kemudian Bachtiar memutuskan resign dan membuka percetakan di tahun 2018 bulan Agustus. Hal ini dilakukan lantaran melihat peluang yang begitu besar.

"Jadi, lama-lama saya tertarik untuk belajar di dunia percetakan, terus saya putuskan resign dan membuka usaha percetakan di Jayapura," ujarnya.

Karyawan percetakan Indografika Jayapura.(dok/pribadi)

Dia menyebutkan, bisnis percetakan pertama dilakukan dengan menyewa. Hingga bisa memiliki tempat sendiri. Berbagai kendala selama menjalankan bisnis telah dirasakan. Namun Bachtiar tidak menyerah begitu saja. Dia selalu mengatasi permasalahan bisnisnya dengan solusi yang tepat.

Tak heran, jika bisnis percetakan miliknya dapat bertahan hingga sekarang. "Karena tertarik dan waktu itu peluang masih besar untuk di Jayapura pertama buka usaha numpang kontrakan teman sampai sewa tempat sendiri," katanya.

Sebelumnya, Bachtiar telah memiliki 3 cabang percetakan namun akibat kerusuhan demo besar di tahun 2019, hingga sampai saat ini masih 2 tempat.

"Dulu terbakar 1 cabang, yang saat itu saya ikut mukernas TDA di lombok," bebernya.

Salah satu produk Indografika Jayapura.(dok/pribadi)

Meski demikian bisnis yang tengah dijalani dengan tekun membawa dampak yang positif. Sebab, hampir 80% hotel bintang di Jayapura menjadi kliennya.

"Alhamdulillah saat ini hampir 80% hotel bintang di Jayapura adalah klien indografika dan instansi pemerintahan. Untuk saat ini lagi persiapan PON XX PAPUA 2021," bebernya.

Apa kiatnya sehingga bisa sukses seperti sekarang? Bachtiar mengatakan, memperbaharui peralatan, melakukan promosi di media sosial, semangat, pantang menyerah dan konsisten.

"Selalu update peralatan biar tidak ketinggalan zaman. Melakukan promo di medsos biar makin dikenal banyak pelanggan. Tetap semangat, biar semakin bermanfaat bagi banyak orang, pantang menyerah dan terus belajar serta konsisten dibisnis," tandasnya.

Sementara itu, bergabung dengan komunitas TDA dilakukan sejak tahun 2018 awal mula TDA Jayapura dibentuk. Banyak pengalaman yang telah diperoleh dari TDA. Diantaranya banyak jaringan, menambah ilmu bisnis, dan mendapatkan arahan dari mentor.

"Banyak teman banyak jaringan seluruh Indonesia. Sehingga bisa terus memperbaharui ilmu bisnis," pungkasnya.