Konten Media Partner

Menteri UMKM: Komunitas TDA Konsisten Bela Keadilan untuk Pelaku Usaha Kecil

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri UMKM: Komunitas TDA Konsisten Bela Keadilan untuk Pelaku Usaha Kecil
zoom-in-whitePerbesar

Banjarbaru – Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, memberikan apresiasi kepada Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Wilayah Kalimantan Selatan–Tengah atas peran aktif mereka dalam memperjuangkan keadilan bagi pelaku UMKM, khususnya dalam kasus hukum yang menimpa pemilik usaha Mama Khas Banjar.

Kehadiran Menteri UMKM di Banjarbaru pada Rabu (14/05/2025) merupakan bagian dari komitmennya untuk mengawal proses hukum yang tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Banjarbaru. Beliau hadir sebagai Amicus Curiae (sahabat pengadilan) dalam perkara kriminalisasi bisnis UMKM yang menimpa Firly Norrachim, pemilik Mama Khas Banjar.

Dalam kunjungannya, Menteri Maman juga menghadiri acara Kopdar dan Diskusi Santai bersama berbagai komunitas wirausaha di Kalimantan Selatan. Acara ini digelar di Toko Mama Khas Banjar dan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, sejumlah kepala dinas provinsi, member TDA, serta perwakilan dari berbagai organisasi kewirausahaan.

Komitmen Pemerintah: Pembinaan, Bukan Kriminalisasi

Menteri UMKM menegaskan bahwa pendekatan terhadap pelaku UMKM seharusnya lebih mengedepankan edukasi dan pembinaan. Menurutnya, jika ada pelaku UMKM yang melakukan kesalahan administratif atau operasional, langkah awal yang perlu diambil adalah pembinaan, bukan langsung tindakan hukum.

“Jika ada pelaku UMKM yang belum memenuhi aturan, seharusnya diberikan pembinaan terlebih dahulu. Jangan langsung dipidanakan, seperti yang dialami saudara kita Firly Norrachim,” tegasnya.

Aspirasi Komunitas TDA

Ketua TDA Wilayah Kalimantan Selatan–Tengah, Mas Upie, menyampaikan aspirasi komunitas kepada pemerintah, khususnya agar ada pendekatan yang lebih manusiawi dan mendidik bagi pelaku UMKM yang mengalami kendala atau kekeliruan dalam menjalankan usahanya.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Pemerintah seharusnya hadir sebagai mitra yang membina, bukan menghukum,” ujarnya.

Harapan dan Pesan Menteri UMKM

Menteri Maman mengapresiasi konsistensi Komunitas TDA dalam mengawal kasus Mama Khas Banjar sejak awal. Ia berharap peran komunitas seperti TDA terus menjadi penggerak perubahan positif bagi ekosistem UMKM di Indonesia.

“Sebagai pelaku UMKM, kita juga harus mawas diri. Pastikan semua usaha dijalankan sesuai regulasi dan dilengkapi dengan perizinan yang berlaku,” pesannya.

Di akhir acara, Menteri Maman memberikan semangat kepada seluruh pelaku UMKM:

“Kita, para pelaku UMKM, adalah simbol tangan di atas — memberi, berbagi, dan berkontribusi. Jangan pernah menyerah, meski badai mengadang. Teruslah berkarya untuk keluarga, bangsa, dan negara.”