Konten Media Partner

Nurjoni Amiruddin Owner Lembaga Kursus Bahasa Asing Ingin Dirikan Universitas

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nurjoni Amiruddin owner Lembaga Pendidikan Bahasa Asing Lantern  Hous. dok/pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Nurjoni Amiruddin owner Lembaga Pendidikan Bahasa Asing Lantern Hous. dok/pribadi

BENGKULU - Nurjoni Amiruddin owner Lembaga Pendidikan Bahasa Asing Lantern House mulai menjalankan bisnis tahun 2014, saat masih menjadi mahasiswa yang seringkali melakukan kegiatan volunteer di berbagai daerah, baik di kota maupun di daerah pedalaman.

Seiring berjalannya waktu berinisiatif, Nurjoni membuka tempat belajar membimbing siswa dan siswi yang inging meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan bahasa asing. Hingga saat ini telah berjalan 7 tahun.

"Saya masih giat untuk membantu masyarakat Bengkulu yang ingin belajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Karena bidang pendidikan bahasa asing merupakan hobi saya sejak dulu hingga saat ini," ujarnya.

Bahasa Asing di Lembaga kursus Lantern House. dok/pribadi

Menurutnya, dengan mengajarkan Bahasa Asing semakin menambah wawasan dan kemampuan berbicara menggunakan banyak bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Korea dan Thailand.

"Saya memulai bisnis ini dari 0, tanpa ada modal dan pengalaman. Awal tahun pertama, saya mengalami banyak sekali rintangan dalam berbisnis," ucapnya.

Selama menjalankan bisnis banyak masalah yang dihadapi mulai masalah keuangan, manajemen perusahaan, konflik internal, perizinan dan lainnya.

Tapi dia merasa beruntung, pada tahun 2015 bertemu dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA). Banyak ilmu yang telah didapat mulai pengembangan bisnis hingga mentoring.

"Saya selalu belajar dan menggali ilmu di Komunitas TDA Bengkulu, hingga saat ini Alhamdulillah saya diamanatkan sebagai ketua TDA Bengkulu 4.0," terangnya.

Rencananya, untuk mengembangkan bisnis, Nurjoni ingin mendirikan sebuah Universitas yang dapat membantu masyarakat menjadi ahli dalam bahasa asing. Sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan bersaing hingga mancanegara.

"Karena dengan bahasa asing, kita bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan kegiatan secara internasional, baik dalam hal perdagangan, maupun kerjasama," tandasnya.

Sementara itu, dia membagikan tips dalam menjalankan bisnis yang jarang orang lakukan adalah bekerja sama dengan anak yatim-piatu.

"Tips yang sangat mudah dan jarang orang melakukan yaitu dengan menyantuni mereka dan berbagi kebahagiaan bersama, sehingga mereka akan mendoakan kita dan juga bisnis kita semakin maju," pungkasnya.