Konten Media Partner

Presiden TDA 7.0 Sebut Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) 1000 Efek Bola Salju

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KMB TDA. dok
zoom-in-whitePerbesar
KMB TDA. dok

JAKARTA - Salah satu program TDA Periode 7.0 yaitu 1000 Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) mulai dirilis bulan Juli 2021 sampai dengan Juli 2022, telah mencapai 570 KMB di seluruh TDA daerah. Selanjutnya, tiga bulan berselang sampai dengan Oktober 2022 telah mencapai dua kali lipat lebih yaitu 1270 KMB.

Ibrahim M. Bafagih Presiden Komunitas Wirausaha Tangan Di Atas Periode 7.0 menyakini efek bola salju ketika awal menggelinding putarannya kecil, pelan, namun seiring waktu bola semakin membesar dan putarannya semakin cepat.

"Saya berterima kasih kepada seluruh Pengurus Daerah dan Nasional yang mengatur, mengkordinir, serta menjalankannya memang di catatan saya, ini hanyalah sebuah gambar dan angka. Tapi percayalah, saya salah satu alumni KMB, yang merasakan dampak cukup signifikan. Apalagi KMB dijalankan secara masif. Dampak yang mengikutinya baru terasa 2-3 tahun ke depan," ungkapnya.

Kang Baim sapaan akrabnya menyebutkan kenapa harus KMB, sebab awal tahun mendapatkan amanah menahkodai Komunitas TDA melakukan survei. Salah satunya survei KMB.

"Saya flashback sejenak, ada beberapa TDA daerah yang saya survei, di antaranya TDA daerah yang dengan kriteria menjalankan KMB secara ideal, Kemudian TDA daerah yang menjalankan KMB tidak ideal. Terakhir TDA daerah yang tidak menjalankan KMB," bebernya.

Dia menjelaskan KMB ideal yaitu KMB yang dimentori oleh mereka yang sudah pernah mengikuti Training For Mentor. Ada syarat tambahan untuk menjadi mentor. Yaitu minimal omzet yang harus dipenuhi, selain itu durasi KMB minimal 1 tahun. Selain itu jumlah mentee-nya (peserta) yang mendaftar minimal 5 orang, maksimal 10 orang.

Dari hasil survei, TDA Daerah yang menjalankan KMB baik ideal maupun tidak ideal, mentee nya mengalami pertumbuhan, minimal bisnisnya bisa bertahan melalui badai pandemi. Sedangkan yang membedakan KMB ideal dampak nya lebih tinggi, TDA Daerah yang tidak menjalankan KMB, bisnis anggotanya banyak yang mati suri terutama di kondisi pandemi.

"Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa Kelompok Mentoring Bisnis berdampak positif. Semoga dengan masif-nya Program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB), banyak bermunculan Pebisnis-Pebisnis tangguh yang tumbuh berkelanjutan bisnisnya. Serta memiliki kontribusi positif tidak hanya di TDA namun di Indonesia," tandasnya.