Konten Media Partner

Resign dari Bank Kini Fatkhiyah Sufiningtias Owner TanyaTyaz

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fatkhiyah Sufiningtias owner TanyaTyaz. dok
zoom-in-whitePerbesar
Fatkhiyah Sufiningtias owner TanyaTyaz. dok

BOGOR - Fatkhiyah Sufiningtias owner TanyaTyaz mulai menjalankan bisnis sejak tahun 2019 dengan niat ingin mempermudah para pengusaha UKM dalam pendirian legalitas usaha.

Dia menceritakan jika, mendirikan bisnis karena semakin kesini semakin sadar bahwa banyak yang juga belum aware dengan masalah hukum yang ada. Sehingga, banyak yang terlibat dalam masalah lantaran awam dengan hukum.

"Tanyatyaz hadir supaya lebih gamblang dalam memberikan edukasi hukum,"ujarnya.

Fatkhiyah menyebutkan jika sebelumnya pernah mendirikan bisnis konveksi tahun 2017. Bisnis tersebut telah berkembang hingga bermitra dengan beberapa perusahaan diantaranya PT Opac Barata, PT Wika untuk pembuatan seragam untuk proyek konstruksi di GOR senayan, PT Daiki Axis.

Namun, karena kurangnya ilmu bisnis dalam bidang usaha konveksi, sehingga penyelesaian seragam tidak bisa tepat waktu dan banyak kesalahan. Akhirnya, memutuskan untuk berhenti dan mempunyai pandangan lain untuk menjalankan bisnis lainnya.

"Saat itu memutuskan berhenti mempunyai rekanan notaris dan lawyer," imbuhnya. Rencananya, untuk mengembangkan bisnis dia ingin membuat legal retainer yang fokus di perusahaan berskala kecil menengah.

TanyaTyaz. dok

Dia membagikan tips bisnis diantaranya harus mengerti ilmunya, banyak belajar dengan orang berpengalaman, berusaha, berdoa dan berkumpul dengan komunitas. "Jadi, kalau bisnis harus tau ilmunya, harus banyak belajar flow bisnis dengan orang yang sudah berpengalaman sehingga bisa menerapkan dan melakukan penyesuaian ke bisnis sendiri,"tandasnya.

Sementara itu, bergabung dengan komunitas TDA sejak tahun 2017 setelah bangkrut dari usaha konveksi.

"Habis bangkrut saya sedih karena tabungan semasa kerja habis untuk ganti rugi DPLK, jamsostek dan lainya. Terus, diajak kawan yang sudah duluan gabung TDA," terangnya.

"Bisnis bukan tentang marketing saja tetapi menkoordinasikan tim internal dan produksi supaya sesuai valuenya fast respon, ini yang belajar dr TDA. Sebelumnya kerja di BRI 7 tahun, masuk bursa efek Indonesia selama 2 tahun. Jadi, juga paham tentang bisnis secara korporasi," pungkasnya.