Konten Media Partner

Resign dari BUMN, Kini Tri Wahyu D Raona Sukses Berbisnis Secara Online

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tri Wahyu D Raona (dok/pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Tri Wahyu D Raona (dok/pribadi).

KENDARI - Mengerjakan bisnis setelah resign dari salah satu BUMN bidang Keuangan menjadi hal yang dilakukan oleh Tri Wahyu D Raona yang saat ini sedang merintis bisnis, dan fokus pemasaran online. Sebagai Distributor produk B ERL (skincare/kosmetik dan produk kesehatan dan fashion).

Sebelumnya sempat mencoba beberapa kali peruntungan di bisnis lainnya, namun gagal terus. Bahkan sampai kehabisan modal. Karena tidak memiliki ilmu dan tujuan berbisnis.

Awalnya Tri Wahyu bekerja selama bertahun-tahun di salah satu BUMN keuangan. Kemudian sampingannya berbisnis dengan jualan berbagai macam produk. Mulai air minum, fashion wanita tas import, pakaian dan yang lainya. Tak hanya bisnis tersebut, dia juga pernah berusaha untuk mencoba peruntungan di bidang property.

"Tapi karena ilmu bisnis nol dan tanpa tujuan, walhasil semua sukses tutup. Tabungan atau modal habis. Akhirnya saya fokus hanya bekerja kantoran saja, dari pagi sampai sore bahkan malam," jelasnya.

Hingga suatu ketika, dia memutuskan untuk resign dengan berbagai pertimbangan selama beberapa waktu.

"Jadi, suatu ketika, merasa anak-anak butuh perhatian bundanya yang sibuk ngantor setiap hari, akhirnya memutuskan untuk berhenti melalui pertimbangan selama beberapa waktu. Alhamdulillah, sebelum resign, dapat kesempatan lagi untuk mencoba bisnis kosmetik brand lokal kualitas premium, yang tentu saja Halal dan BPOM. Pas banget karena di tahun-tahun tersebut, berniat hijrah juga, dan ingin memperoleh penghasilan yang lebih berkah, dan waktu luang untuk keluarga," terangnya.

Dia memutuskan untuk resign pertengahan tahun 2018. Lalu mulai serius bisnis dari nol menggunakan modal pribadi seadanya.

"Waktu itu, ilmu bisnis bisa dikatakan tidak ada. Hanya mengandalkan semangat ingin mengembangkan potensi diri, walau pun perlahan. Dasarnya saya memiliki ketertarikan sama bisnis online, sama ketika jualan tas import, di bisnis kosmetik ini pun akhirnya mulai dapat ilmu bisnisnya satu per satu, dari beberapa mentor," jelasnya.

Menurutnya, dengan menekuni bisnis dia merasakan punya banyak waktu lebih di sela-sela kesibukan untuk keluarga. Tak pantang menyerah dia terus mengasah kemampuan.

"Trial and error terus, jadi happy dan semangat walau kadang jenuh belajar kiri kanan, praktek terus, mulai dari belajar bikin copywriting, belajar analisa lawan bicara, cara komunikasi yang baik, teknik memasarkan melalui segala medsos, belum menambah ilmu tentang produk yang dijual wajib terus up date,"ujarnya.

Selama menjalankan bisnis dia juga tengah belajar membina tim penjualan, mengajari tim, menyediakan bahan promosi dan pembinaan lainnya. Semua dikerjakan sambil terus menambah ilmu.

"Di bisnis ini juga, belajar banyak hal tentang pengembangan pribadi, memperbaiki mindset yang sangat berdampak bagi kehidupan pribadi, dan tentunya bisnis,"katanya.

Meski bisnis yang tengah dijalani berjalan cukup lancar, masih berkembang, banyak pengalaman atau hal kurang mengenakkan yang dialami. Tak jarang, dia dianggap remeh lantaran bekerja di rumah hanya bermodal gadget.

"Banyak pengalaman, apalagi, di lingkungan keluarga, teman dan sebagainya, masih dianggap remeh. Penolakan udah sering banget, jadi terbiasa. Umumnya orang masih menganggap, kalau gak pake baju rapi, seragaman, dianggap gak kerja, gak keren, terlebih lagi lingkungan saya masih banyak yang belum memahami potensi besar dari berbisnis secara online dan masih menganggap jualan dari rumah dengan modal gadget hp dan atau laptop itu bukan kerjaan, bisnis/usaha hehe,"bebernya.

Padahal menurutnya, di situasi saat ini, memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mendapatkan penghasilan, tanpa keluar rumah bisa dilakukan. Dia menyebutkan yang terpenting dalam bisnis ingin belajar, ikhtiar terus pantang menyerah.

"Bisnis itu yang penting mau belajar dan cari tau, gimana sih caranya, pantang menyerah. Makanya penting sekali berada di lingkungan positif dan mendukung seperti Komunitas TDA,"terangnya.

Rencana ke depan terus mengasah skill yang dimiliki, upgrade pengetahuan, sambil terus menambah tim penjualan. Bahkan sampai di luar negeri, mengajak dan mengajari emak-emak yang selalu merasa gaptek, gak bisa ngapa-ngapain merasa stuck karena beraktivitas di rumah terus dan tidak produktif, untuk belajar mengembangkan diri salah satunya melalui bisnis online

" Memberikan edukasi ke emak-emak yang masih awam terhadap pemanfaatan gadget menjadi suatu kegiatan produktif, bisnis itu mudah asal tidak gengsian, dan pastinya edukasi tentang pemilihan produk (skincare/kosmetik yang baik untuk digunakan. Selain itu, berniat menambah Tim Internal yang handal,” ujarnya.

Tri Wahyu tak lupa membagikan tips bisnisnya. Diantaranya memperbaiki niat dalam menjalankan bisnis secara terus menerus. Selalu kepo dengan kehidupan orang lebih sukses, termasuk para mentor, terus belajar, tersistem dan konsisten. Belajar cuek dengan komentar negatif, terbuka menerima nasihat atau masukan.

"Jadi, kepo yang dimaksud mengambil ilmu dari cara mereka menjalani hidup dan sebagainya hingga sukses. Terus belajar, persisten dan konsisten, belajar cuek dengan komentar negatif, terbuka menerima nasihat atau masukan. Maju terus, tak ada kata terlambat untuk selalu memulai, InsyaAllah," imbuhnya.

Tri Wahyu bergabung dengan komunitas TDA tahun 2019. Baginya berganung di TDA banyak manfaat yang diperoleh. Diantaranya ilmu teknis bisnis, mindset, pergaulan positif, lingkaran bisnis yang saling support.

"Pokoke lengkap bersyukur banget, TDA ini all ini 1 ❤️ Alhamdulillah," pungkasnya.