Konten Media Partner

Resign untuk Rawat Ibu, Kini Buyung Masyur Sukses Berbisnis Jasa Aqiqah

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Buyung Masyur. Foto: dok
zoom-in-whitePerbesar
Buyung Masyur. Foto: dok

PALOPO - Kita tidak pernah tahu darimana jalan kesuksesan itu akan muncul. Seperti halnya kisah Buyung Masyur, Pemilik Lanana Aqiqah Palopo, yang resign dari pekerjaannya karena harus merawat kedua orang tuanya.

"Awal mulanya pada tahun 2008 setelah lulus kuliah, saya kerja di salah satu perusahaan perkebunan di Gorontalo. Setelah bekerja selama 5 tahun sebagai karyawan, akhirnya ada keinginan untuk pulang kampung menemani orang tua yang cuma tinggal berdua di Palopo," kenangnya, pada Sabtu (20/03/2021).

Akhirnya, niat tersebut diutarakan kepada kedua orang tua Mansyur dan saudaranya, tapi saat itu mereka semua menolak idenya untuk resign. "Tapi, keinginan Resign sudah final, September 2013 saya masukkan surat resign ke General Manager," ungkapnya.

Lanana Aqiqah. Foto: dok

Namun, pada Oktober 2013, ibu Mansyur mengalami kecelakaan dan saat operasi dan pasca operasi tidak ada yang menemani dan merawat ibunya.

"Jadi, awal November 2013 saya mempercepat kepulangan saya, dan alhamdulillah saat itu juga saudara-saudara saya mendukung keputusan saya untuk resign dan merawat ibu pasca operasi di bahunya," jelasnya.

Mulailah pada Desember 2013, Mansyur berencana mendirikan peternakan kambing. "Setelah 1 tahun berjalan, pemasukan kas tidak ada, sedangkan biaya operasional keluar terus," bebernya.

"Awal 2015 saya memulai supply kambing siap potong. Awalnya jualan offline, jualan kambing hidup untuk keperluan aqiqah dan qurban," sambungnya.

Hingga akhirnya pada tahun 2017, dia menggabungkan jualan offline kambing siap potong dengan menjual layanan paket aqiqah daging mentah secara online.

"Lalu tahun 2019, saya memberanikan diri menambah layanan paket aqiqah masak dan nasi kotak (Catering Aqiqah) dengan tagline Lanana Aqiqah, Solusi Aqiqah Praktis," tuturnya.

Mansyur memiliki bisnis ini karena merasa kepribadiannya sangat senang dengan pekerjaan melayani dan pekerjaan melayani itu salah satunya menjual jasa.

"Selain itu, di bisnis peternakan sangat jarang anak muda bahkan sarjana mau terjun langsung di bidang peternakan. Sehingga persaingan sangat kecil," ungkapnya.

Perjalanan bisnisnya ini tidak selalu mulus, ada banyak rintangan yang dia hadapi, terutama karena dia menjalankan bisnis dari nol.

"Pernah selama hampir 1 tahun tidak ada pemasukan, terus mulai mengatur strategi dengan memasukkan dari supplyer kambing jantan siap aqiqah. Pernah juga hampir menyerah, ketika penjualan lesu dan ternak mati. Alhamdulillah ada keluarga dan teman-teman di TDA (Tangan Di Atas) yang selalu mensupport untuk bangkit dan terus berjuang," ucapnya.

Ke depannya, dia berkeinginan menambah paket layanan prasmanan untuk acara aqiqah. "Dan membuat peternakan kambing kapasitas 1000 ekor untuk mensupply kebutuhan aqiqah di Sulawesi Selatan dan Pulau Sulawesi," harapnya.

Pria yang sejak 2018 bergabung dengan Komunitas TDA ini juga menuturkan manfaat yang dia peroleh selama bergabung dengan komunitas ini.

"Di TDA saya bergaul dengan teman-teman yang berpikiran positif dan selalu mensupport dan mendapati banyak member TDA yang low profile, omzet sudah besar tapi rendah hati. Banyak ilmu dari para mentor yang diaplikasi untuk scale up bisnis," ujarnya.

Terakhir, dia memberikan pesan kepada orang-orang di luar sana yang ingin memulai usahanya sendiri. "Fokus dalam menjalani bisnis, cari teman yang berpikiran positif dan komunitas yang mendukung bisnis yang kita geluti, sedekah, dan jangan lupa dekati sang pemberi rejeki yaitu Allah SWT, jalankan perintahNya dan jauhi laranganNya," pesannya.