Konten Media Partner

Salafudin Pengusaha Milenial yang Punya 4 Cabang Rumah Makan Seafood Kepiting

TDAverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salafudin (enam dari kiri) bersama timnya Kepiting Kompromi. dok
zoom-in-whitePerbesar
Salafudin (enam dari kiri) bersama timnya Kepiting Kompromi. dok

PEMALANG - Nur Ahmad Salafudin pengusaha milenial, di usianya baru memasuki 25 tahun, sudah memiliki 4 cabang rumah makan seafood Kepiting Kompromi di Pemalang, Jawa Tengah.

Salafudin, begitu panggilan akrabnya, mulai menjalankan bisnis dengan berjualan secara online delivery di tahun 2019. Dia memilih menjalankan bisnis kuliner seafood lantaran minimnya kompetitor. Selain itu banyak permintaan pasar sebelum memulai usaha seafood Kepiting Kompromi.

Salah satu menu olahan kepiting Kompromi. dok

"Jadi, sebelumnya saya dulu seorang karyawan dari perusahaan internet marketing. Saya hanya menggunakan pengalaman dari sebelumnya kerja sebagai desain grafis, marketing dan desain website saya gunakan untuk menjalankan usaha tersebut," ujarnya.

Akhirnya, pada Oktober 2019 Salafudin memutuskan resign dari tempat kerja dan mulai membangun usaha. Bisnis dilakukan dengan sistem online delivery yang pengirimannya lintas kota Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal dan Brebes.

Salah satu gerai Kepiting Kompromi. dok

Selain berbekal dengan pengalaman sebelumnya, dia juga melibatkan orang tuanya dalam menjalankan bisnis ini. Terlebih, Ibunya yang memiliki bakat memasak.

"Bakat yang dimiliki ibu saya yaitu memasak. Saya minta ibu untuk memasak Seafood Kepiting, kemudian saya coba ternyata rasanya enak dan saya bagikan ke tetangga dan saudara ternyata bilang enak juga. Akhirnya saya mulai melakukan pemasaran online," bebernya.

Para pelanggan Kepiting Kompromi di salah satu gerai. dok

Tak disangkan bisnis kuliner dengan konsep Ghost Kitchen mampu meraup omset belasan juta rupiah setiap bulannya. Hingga berjalan 6 bulan dengan pemesanan yang semakin banyak, akhirnya dia tidak mampu dengan sistem delivery. Sehingga memutuskan untuk membuka outlet pertama kali di GCC Pemalang dengan menyewa tempat.

"Saya memutuskan untuk membuka outlet pertama saya di GCC Pemalang dengan sewa Rp 5jt /bulan. Penjualan semakin banyak hingga saya memutuskan untuk rekrutment 4 team pertama saya. Secara omset saya mengalami kenaikan hingga 3x lipat dari sebelum nya. Disitu saya mulai berfikir untuk membuka cabang di kota yang dulu pernah saya kirim online delivery. Alhamdulillah sekarang sudah ada 4 cabang dan sudah ada 19 team yang mengurus bisnis Rumah Makan Seafood Kepiting Kompromi," bebernya.

Rencananya, dia ingin membuka 20 cabang di tahun ke 5, membuat brand baru untuk program kemitraan 100 UMKM dalam waktu 2 tahun. Dia berpesan kepada pembaca yang ingin memulai bisnis yaitu jika kamu melihat masalah, disitu ada peluang.

"Bisnis yang jangka panjang adalah bisnis yang bisa menyelesaikan masalah banyak orang," pungkasnya.

Sementara itu, dia bergabung dengan TDA tahun 2021 dan ditunjuk menjadi Ketua TDA Pemalang yang baru dibentuk.

Banyak manfaat yang diperoleh selama gabung dengan komunitas TDA diantaranya mendapatkan lingkungan yang positif, vibrasi positif, lebih terarah, belajar leadership, mendapatkan ilmu bisnis, koneksi lebih luas dan mudah menyelesaikan masalah.