Konten Media Partner

TDA Bogor Raya Gelar Sharing Tips Produk Hingga Tembus Market Internasional

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Bogor Raya usai menggelar Sharing Season trik & tips Membangun Market Internasional. dok
zoom-in-whitePerbesar
TDA Bogor Raya usai menggelar Sharing Season trik & tips Membangun Market Internasional. dok

BOGOR RAYA - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Bogor Raya menggelar sharing season Trik & Tips Membangun Market Internasional dengan Organik dan Membangun Team Milineal. Gelaran itu diikuti pelaku bisnis UMKM dan member TDA. Kegiatan ini diisi Dimas Ambara dan Yogi Ramadhan Owner dari Brand Sujudco, bertempat di Zest Hotel Padjajaran Bogor.

Sujudco merupakan brand fashion muslim berasal dari Yogyakarta. Berdiri di tengah pandemi tahun 2020. Saat ini telah memiliki market di 30 negara dengan puluhan ribu pcs produk terjual setiap bulan. Dikelola oleh15 team . Sedangkan team kebanyakan diisi anak-anak milenial.

Sharing season merupakan salah satu even yang diadakan salah satu divisi Komunitas TDA, yaitu Edukasi dan Peningkatan Kapasitas Anggota (EPIK). Kegiatan ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman baru bagaimana agar brand Indonesia dapat menembus pasar global dengan kekuatan team millenial.

Muhammad Aditya selaku ketua pelaksana even menyampaikan, bahwa sharing season diisi oleh Mas Dimas dan Mas Yogi. Mereka menjelaskan secara detail bagaimana Sujudco dibangun pertama kali hingga memperoleh pelanggan internasional tanpa bertatap muka secara langsung dengan pelanggan, proses pengiriman barang, sampai dengan cara branding yang menurutnya jarang pebisnis di Indonesia ketahui dan lakukan.

Menurut Aditya, membuat bisnis pondasi utamanya adalah visi. Kemudian strategi, dan terakhir baru disusul dengan produk. Bisnis perlu sebuah visi tanpa batas. Visi yang kita sendiri takut ketika membayangkan, sehingga tidak bisa tidur agar itu bisa menjadi bahan bakar yang tidak ada habisnya untuk kita terus maju.

''Karena visi Sujudco adalah Connecting All Muslim All Around The World, maka salah satu strategi yang dipilih adalah menjual produk fashion muslim ke seluruh muslim di dunia. Tanpa sekat tanpa batas dengan dukungan team yang solid," ungkap Aditya.

Sementara itu Dimas dan Yogi mengatakan, bahwa tantangan dalam membangun team ada tiga penyebab. Yaitu beda kebiasaan, beda pendapat, dan beda prioritas dalam hidup.

Oleh karena itu kedua narasumber memberikan solusi agar membentuk budaya dalam bekerja. Budaya kerja di Sujudco adalah melakukan yang kebanyakan orang tahu, tapi tidak dilakukan atau melakukan kebiasaan 1% populasi orang di dunia.

"Budaya dibentuk dengan value dan kegiatan rutinitas contoh budaya yang dibangun di Sujudco adalah Spiritual, happines, Improvement, dan Profesional (SHIP)," bebernya.

Sebagai informasi sharing season mendapatkan respon yang sangat positif dari para peserta yang hadir. Hal ini menjadi kebanggan dan kesenangan tersendiri bagi team EPIK TDA karena dapat membersamai member TDA untuk terus bertumbuh dalam hal bisnis.