TDA Bogor Raya Gelar Workshop Bahas Persona Brand dan Efeknya pada Penjualan

BOGOR - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) wilayah Bogor Raya untuk pertama kalinya menggelar workshop secara offline, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat Kamis, (2/12/ 2021).
Melia Novellia Lani selaku Divisi Edukasi dan Peningkatan Kapasitas Anggota TDA Bogor Raya mengatakan, workshop ini diperuntukkan bagi seluruh pelaku bisnis dan UMKM Kota Bogor. Khususnya member TDA Bogor Raya. Sehingga materi dapat dipraktekkan secara langsung pada konsep bisnis apapun.
"Jadi, di talkshow kemarin kami belajar tentang konsep fundamental bisnis lewat Persona Buyer. Bagaimana caranya supaya bisnis owner baik offline maupun online dan jenis bisnis apapun dapat mengerti dan membaca pola target market mereka sesungguhnya dan memanfaatkan informasi tersebut untuk berkomunikasi dengan konsumen target tersebut. Artinya workshop ini diharapkan aplikatif dan bersifat mendorong para bisnis owner secara aktif menemukan market audience mereka dengan tepat lewat proses validasi dan konten yang relevan," ujarnya.
EPIK TDA Bogor Raya mengundang 2 pemateri praktisi bisnis yang telah menerapkan konsep Persona di bisnis mereka. Pemateri pertama tentang Persona disampaikan Reza Wikul (Owner Wisata Kuliner), dilanjut oleh Chandra Wangsa atau Chawang (Owner Belvada sekaligus Certified Business Coach & Certified NLP Practitioner) yang membahas tentang persepsi dan pola bisnis.
"Konsep workshop ini estafet antara materi satu dan yang lainnya berkesinambungan. Peserta tidak diajarkan pemahaman teknis lagi, tapi lebih kepada perspektif dan fundamental bisnis yang terdiri konteks dan kriteria, customer insight, persona buyer, konten, dan bedah kasus bisnis yang proven,'' katanya.
Melia mengatakan, 2 minggu sebelum acara, panitia dan pembicara sengaja membuat case percobaan yang menerapkan konsep persona ini pada bisnis salah satu peserta workshop.
''Dari hasil percobaan selama 2 minggu tersebut kami memperoleh data validasi yang kemudian dibedah bersama-sama. Harapannya agar metode ini dapat di-copy paste pada bisnis seluruh peserta workshop," ujarnya.
Melia menyebutkan bahwa pesan utama workshop ini ingin menyampaikan kepada bisnis owner bahwa bisnis yang sustainable bukan dibentuk dari pola besar kecilnya budget campaign yang dipakai, bukan pula dari platform apa yang dioptimasi. Tapi lebih kepada validasi konsumen yang tepat sasaran dan cara penyampaiannya. Dalam hal ini, memahami persona brand jauh lebih utama ketimbang sekedar jor-joran menggelontorkan budget iklan atau urgency memilih platform sosmed sebagai placement iklan tersebut.
"Ketika sebuah brand sudah menemukan persona buyer yang tepat, maka akan lebih mudah untuk brand tersebut mengakuisisi market, karena bahasa konten yang digunakan sudah selaras dan sejalur dengan bahasa target audiencenya. Secara tidak langsung, hal ini akan menekan bahkan menurunkan cost acquisition market secara signifikan sesuai dengan harapan para bisnis owner itu sendiri," tegasnya.
Dalam kata lain, Persona Brand yang tepat akan mendorong sebuah konten dan produk untuk memperoleh winning campaign dengan mudah dan murah di platform manapun.
