Konten Media Partner

TDA Perempuan Jaksel Ungkap Rahasia Bisnis Tanpa Burnout Lewat Authentic Power

TDAverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Perempuan Jaksel Ungkap Rahasia Bisnis Tanpa Burnout Lewat Authentic Power
zoom-in-whitePerbesar

JAKARTA SELATAN – Menjalankan bisnis kerap dianggap seperti perlombaan maraton tanpa garis finis. Bagi pengusaha perempuan, tantangan tersebut bahkan terasa lebih kompleks karena harus menyeimbangkan tuntutan profesional sekaligus tanggung jawab personal.

Dalam kondisi seperti ini, burnout sering menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu produktivitas maupun kesehatan mental.

Menjawab tantangan tersebut, TDA Perempuan Jaksel melalui program Women & Business Vol.3 menggelar sesi IG Live inspiratif melalui akun @tdajaksel pada Kamis (26/02/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Bisnis Tanpa Burnout: Do & Don’ts Menemukan Authentic Power” yang relevan dengan dinamika dunia usaha saat ini.

Hadir sebagai narasumber, Hilma Handayani (Owner Generasi Sadar Bakat sekaligus Divisi Markom TDA Jaksel 8.1), dengan moderator Maryani (Owner Aliya Foods dan Divisi TDA Perempuan TDA Jaksel 8.1). Dalam sesi tersebut, Hilma menegaskan bahwa burnout tidak hanya disebabkan oleh kurang tidur atau kelelahan fisik, tetapi juga karena seseorang bekerja melawan potensi dan arah dirinya sendiri.

Authentic Power dalam Menjalankan Bisnis

Hilma menjelaskan bahwa authentic power merupakan titik ketika strategi bisnis berjalan selaras dengan potensi genetik atau blueprint asli seseorang. Ketika seseorang bekerja sesuai dengan potensi dan nilai dirinya, proses menjalankan bisnis akan terasa lebih ringan dan berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya strategi yang tepat agar bisnis tetap berkembang tanpa harus mengorbankan kesehatan mental. Menurutnya, banyak pengusaha terjebak mengejar tren pasar tanpa memahami kekuatan diri yang sebenarnya.

“Berikut adalah poin pentingnya pahami Why dan histori bisnis, menemukan ‘Why’ dan menghargai histori fondasi bisnis tanpa burnout ala Hilma Handayani. Bagaimana cara cuan atau apa produk yang lagi tren? Rahasia terdalam untuk menghindari burnout justru terletak pada dua aspek fundamental: The Power of Why dan Histori Bisnis,” terangnya.

Pentingnya Menemukan “Why” dalam Bisnis

Hilma menekankan bahwa langkah paling penting sebelum mengembangkan bisnis adalah menemukan alasan terkuat mengapa seseorang memilih untuk berbisnis.

Tanpa “Why” yang jelas, seorang pengusaha akan mudah goyah saat menghadapi tekanan pasar atau penurunan keuntungan. Jika motivasi utama hanya sebatas uang, maka ketika profit menurun, kondisi mental pun akan mudah ikut terpengaruh hingga memicu burnout.

Dengan memahami alasan mendasar dalam berbisnis, seseorang dapat memiliki fondasi mental yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai dinamika usaha.

Attention Clear dan Fokus Energi

Hilma juga menjelaskan bahwa burnout sering kali muncul akibat pikiran yang terpecah atau scattered focus. Ketika perhatian tidak terarah dengan jelas, energi dan waktu akan terbuang untuk hal-hal yang tidak strategis.

Memiliki Attention Clear berarti seorang pengusaha memahami dengan tepat ke mana energi, fokus, dan waktunya harus dialokasikan.

“Kesadaran Penuh (Awareness): Dengan Attention Clear, Anda bekerja dengan kesadaran penuh, bukan sekadar otomatis atau reaktif terhadap masalah yang muncul,” ucapnya.

Dengan fokus yang jernih, proses pengambilan keputusan bisnis juga menjadi lebih efektif dan terarah.

Peran Core Values dan Dukungan Sistem

Dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan, Hilma menilai core values atau nilai inti memiliki peran penting. Nilai tersebut bukan sekadar slogan, melainkan menjadi dasar dalam setiap keputusan bisnis.

Core values berfungsi sebagai penyaring ketika pengusaha dihadapkan pada berbagai pilihan strategis. Dengan nilai yang kuat, keputusan yang diambil akan lebih selaras dengan integritas diri maupun arah bisnis.

“Bisnis tanpa burnout adalah tentang bekerja dengan niat yang jernih (Attention Clear) dan berpegang teguh pada prinsip hidup (Core Values). Inilah yang membuat perjalanan Anda terasa bermakna, bukan sekadar mengejar angka,” jelasnya.

Hilma juga mengingatkan beberapa rambu yang perlu dihindari, seperti memaksakan diri bekerja di bidang yang tidak sesuai bakat, mengejar standar orang lain, hingga menerapkan gaya kepemimpinan yang tidak selaras dengan nilai diri. Kondisi tersebut dapat menjadi pemicu stres kronis dalam jangka panjang.

Sementara itu, moderator Maryani turut menambahkan bahwa bagi pengusaha perempuan, tantangan terbesar adalah menjaga harmoni antara peran di rumah dan bisnis. Menurutnya, penting bagi pengusaha untuk memiliki support system yang kuat serta keberanian untuk mendelegasikan tugas yang tidak sesuai dengan keahlian utama.

Ia menilai bahwa mengakui keterbatasan diri bukanlah sebuah kegagalan, melainkan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi.

Sebagai informasi, bagi yang ingin menemukan Authentic Power melalui analisa sidik jari atau membutuhkan terapi penyelarasan diri melalui Blueprint Alignment Treatment (BAT) dapat menghubungi Generasi Sadar Bakat & Ruang Diri Sejati melalui WhatsApp 0813-8215-9917.

Informasi lebih lanjut dan peluang kolaborasi juga dapat diperoleh melalui Sekretariat TDA Jaksel di 0878-5337-8167 atau melalui DM Instagram @tdajaksel. Masyarakat juga dapat mengikuti akun tersebut untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai berbagai kegiatan TDA Jaksel.