TDA Sidrap Gelar Charity Food dan Ngobrol Bisnis Bertema AI untuk UMKM

Sidrap – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Sidrap kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar kegiatan charity food berupa pembagian makanan gratis kepada masyarakat sekitar pada Jumat (25/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk syukur dan tanggung jawab sosial komunitas terhadap lingkungan.
Ketua TDA Sidrap, Firman Adiansyah, menyampaikan bahwa TDA Sidrap tidak hanya fokus pada pengembangan usaha, tetapi juga ingin berperan aktif dalam kegiatan sosial dan peningkatan literasi teknologi di daerah.
“Kegiatan seperti ini akan kami jadikan agenda rutin. Kami ingin menunjukkan bahwa pengusaha lokal bisa tumbuh bersama, tidak hanya mengejar keuntungan, tapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Firman juga mengajak masyarakat yang ingin belajar bisnis, membangun relasi, atau memahami tren usaha kekinian untuk bergabung bersama komunitas TDA Sidrap.
“Buat kamu yang ingin belajar bisnis, cari relasi usaha, atau pengin tahu tren dunia usaha zaman now, yuk gabung bareng TDA Sidrap. Karena di sini, pengusaha tidak jalan sendiri, tapi tumbuh dan berkembang bersama,” tambahnya.
Ngobrol Bisnis Bertema AI: Asisten Cerdas Pengusaha Zaman Now
Setelah kegiatan sosial, acara dilanjutkan dengan sesi Ngobis (Ngobrol Bisnis) yang merupakan agenda rutin favorit para pelaku usaha Sidrap. Pada kesempatan ini, tema yang diangkat adalah “AI: Asisten Cerdas Pengusaha Zaman Now” yang dibawakan oleh Jalaluddin Johan, Manager PT. Tri Investama Muamalah—perusahaan yang membawahi berbagai unit usaha seperti OK Bento Sidrap, Lion Parcel Sidrap, dan J&T Cargo Sidrap.
Dalam pemaparannya, Jalaluddin menjelaskan secara ringan dan aplikatif bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi personal assistant yang siap 24 jam membantu pengusaha UMKM.
“AI bisa bantu buat konten, analisa pasar, atur efisiensi operasional, bahkan bantu strategi pertumbuhan bisnis. Sangat cocok untuk UMKM yang sedang belajar naik level,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran pengusaha adalah sebagai problem solver dan pencipta kesejahteraan, dan teknologi seperti AI adalah alat bantu untuk mewujudkan peran tersebut.
Acara ini berlangsung dalam suasana santai, akrab, dan penuh semangat kolaborasi. Para peserta yang hadir, mulai dari pemula hingga pemilik bisnis dengan banyak cabang, tampak antusias berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain.
“Bayangkan punya asisten bisnis yang bisa bantu kapan saja tanpa drama—itulah AI bagi UMKM masa kini,” pungkas Jalal.
