Konten Media Partner

TDA Solo Raya Gelar Seminar Branding Fundamental untuk UMKM

TDAverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Solo Raya menggelar seminar branding fundamental. Pematerinya. dok
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Solo Raya menggelar seminar branding fundamental. Pematerinya. dok

Solo Raya - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Solo Raya menggelar seminar branding fundamental. Pematerinya Dodi Zulkifli, pendiri dan CEO Neyma Brand Identity. Gelaran itu diikuti kurang lebih 160 peserta bertempat di Aston Solo Hotel, Rabu (26/01/2022).

Dihadapan peserta seminar, Dodi menilai bahwa banyak pelaku usaha kecil yang salah persepsi dalam membangun brand atau usahanya. Selain itu, banyak pelaku usaha yang berupaya membuat produk dengan kualitas sebaik mungkin. Namun, tidak melakukan komunikasi terkait kualitas produk tersebut kepada khalayak.

"Karena sebenarnya, proses pengkomunikasian produk tersebut atau yang lazim disebut branding, adalah hal yang terpenting. Konsumen tidak membeli produk, karena produk tersebut berkualitas. Kalimat tersebut dengan maksud pelanggan itu membeli produk yang dipersepsikan berkualitas," terangnya.

Dia menyebutkan bahwa banyak pelaku usaha yang salah persepsi mengenai tujuan dari aktifitas branding usaha. Kebanyakan, pelaku usaha kecil berpersepsi bahwa tujuan branding agar produk mereka dikenal dan meningkatkan penjualan.

"Tujuan dari branding sebenarnya adalah membentuk loyalitas brand, membentuk customer yang loyal kepada brand kita,"ujarnya.

Dodi Zulkifli, pendiri dan CEO Neyma Brand Identity.dok

Oleh karena itu, Dodi menambahkan pelaku UMKM wajib memahami Fundamental Branding, atau langkah-langkah dasar untuk membangun pondasi branding usaha yang kuat. Sebab setiap usaha, harus memiliki brand blueprint. Yakni pengesanan brand yang ingin dimunculkan pemilik usaha. Selanjutnya, pemilik usaha mengacu pada brand blueprint untuk melakukan brand delivery, atau mengkomunikasikan brand blueprint kepada khalayak.

"Jika proses mengkomunikasikan brand tersebut berhasil, sehingga terbentuk brand equity. Brand equity adalah apa persepsi orang lain terhadap brand kita, apakah brand equity ini sesuai dengan dengan brand blueprint kita, itu yang penting untuk membentuk persepsi brand ini, bisa didesain dan direncanakan," bebernya.

Selain itu, Dodi menjelaskan bahwa kesalahan mendasar lain, yang terkadang dilakukan pelaku usaha kecil adalah, brand blueprint yang tidak jelas. Hal ini, yang mengakibatkan dalam melakukan komunikasi brand blueprint tidak konsisten dan tidak berkelanjutan.

"Pengkomunikasian brand blueprint yang konsisten dan continue akan mempercepat terbentuknya persepsi masyarakat terhadap brand kita, mempercepat brand equity. Kenapa branding bisa menjadi penentu laku atau tidaknya suatu produk, karena sifat dasar manusia yang tidak selalu rasional dan lebih banyak melibatkan emosional saat menentukan apa yang akan dia beli. Karena itulah penting menanamkan persepsi yang tepat tentang sebuah brand di benak khalayak," ungkapnya.

Para peserta seminar. dok

Sementara itu, Ketua Komunitas TDA Soloraya, Iing Burhanudin menambahkan, pihaknya menyadari banyak pelaku UMKM anggota TDA Solo Raya yang kurang memahami branding. Oleh sebab itu, perlu adanya seminar branding untuk memberi pemahaman kepada pelaku usaha tentang pentingnya branding.

"Dari anggota, banyak yang memulai usaha lebih fokus pada penjualan saja, tapi belum paham branding. Kami memilih Dodi Zulkifli sebagai pembicara karena sudah terbukti berhasil menangani branding dari sejumlah perusahaan di tingkat nasional. Selain itu, dia juga memiliki perhatian yang tinggi terhadap UMKM agar bisa tumbuh bersama," kata Iing.

Sebagai informasi seminar diikuti oleh 160 peserta yang merupakan pelaku usaha kecil di wilayah Kota Solo dan sekitarnya.