Konten Media Partner

TDA Talks Berbagi Tips Membuka Cabang Bisnis di Tengah Pandemi

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesta Wirausaha. Foto: Rezza Doa
zoom-in-whitePerbesar
Pesta Wirausaha. Foto: Rezza Doa

JAKARTA - Sharing Bisnis pada perayaan Milad ke-15 Komunitas Tangan Di Atas (TDA), disiarkan langsung melalui YouTube TDA dan diikuti oleh seluruh member dari berbagai kota di Indonesia.

Kali ini, Sharing Bisnis dengan tema Seruput Kopi Pagi, menghadirkan 2 narasumber pengusaha bisnis kopi, yakni Wasis Gunarto, Pemilik KopiOey Jakarta dan Achmad Faisal, Pemilik Kopi Bray Bandung.

Di tengah pandemi yang sebagian orang mengalami penurunan omset bisnis hingga gulung tikar, keduanya justru membuka cabang usaha baru.

Wasis menceritakan, usaha mendirikan coffee shop telah dilakukan sejak tahun 2009. Seiring berjalannya waktu, kedai tersebut mengalami kemajuan hingga membuka cabang dan kemitraan.

"Awalnya itu tahun 2009 dan 3 bulan setelahnya banyak yang menghubungi untuk ikut join. Akhirnya darisana saya mulai mengatur strategi untuk tetap bertahan dan berkembang lebih banyak lagi," terangnya.

"Awal tahun kemarin sempat mau buka lagi tapi pandemi akhirnya nggak jadi, tapi akhirnya baru 2 hari yang lalu saya buka di Purwokerto," jelasnya.

Dia mengaku, bukan hal mudah membuka cabang baru di tengah pandemi. Tetapi hal ini tetap dilakukan dengan beberapa strategi. Diantaranya memilih lokasi, sumber daya manusia, dan negoisasi.

"Saya membuka cabang baru itu benar-benar memikirkan strategi mulai dari SDM hingga negoisasi lahan bisnis. Melakukan negoisasi untuk memulai bisnis merupakan hal penting terlebih dengan kondisi seperti sekarang. Melakukan negoisasi lahan sewa sampai 50 persen," terangnya.

Sementara itu, Faisal mengatakan, usaha yang didirikannya sejak tahun 2015 berawal dari hobi. "Saya waktu itu suka ngopi. Lama-lama kalau setiap hari begini bisa bangkrut. Akhirnya saya bersama teman membuka usaha kopi tapi tempat kami itu sering digunakan untuk perkumpulan aktivis, diskusi, atau kegiatan sosial lainnya," jelasnya.

Dia menyebutkan, di tengah pandemi bisnis kuliner mulai mengalami penurunan. Namun, Faisal justru mendapatkan mitra untuk membuka cabang baru di beberapa lokasi.

"Baru ini kami membuka cabang dan untuk saat ini kita punya kedai Kopi Bray di beberapa wilayah diantaranya Jakarta, Lembang, Majalengka, dan Cipancing," terangnya.

Faisal menyebutkan, usaha yang selama ini dilakukannya tidak hanya bergerak di bidang bisnis tetapi juga di ranah sosial. Oleh sebab itu, dia banyak menjalin hubungan komunikasi dengan beberapa mitra atau komunitas.

"Usaha kopi saya ini bukan hanya tentang bisnis tapi lebih ke sosial, karena pegawai kita disini itu hampir semua mereka belajar dari nol tentang barista. Malah kebanyakan ini mereka kebanyakan pengangguran yang tidak mempunyai pekerjaan akhirnya kita ajak untuk belajar barista, hingga akhirnya kami angkat menjadi pegawai. Kalaupun mereka mau membuka usaha kopi kami dukung," paparnya.