Wisnu Dewobroto Capres TDA 7.0 Ingin Fokus pada Pendidikan Kewirausahaan

JAKARTA -- Wisnu Dewobroto Sekretaris Umum dari Komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang juga aktif sebagai pendidik dan peneliti di bidang Kewirausahaan.
Tak hanya itu, pria yang akrab disapa MasNu tergabung dalam Tim Kewirausahaan, Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dia telah menyelesaikan gelar doktoral di Universitas Trisakti jurusan Service Management.
Selain berwirausaha di bidang perbankan dan retail dibawah nama Gajah Mungkur Group, dia bercita-cita menjadi seorang pendidik kewirausahaan, dan bermimpi suatu saat bisa mempunyai mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Ia pun aktif menjadi Ketua Program Studi di Universitas Agung Podomoro. Saat ini, namanya masuk dalam urutan Capres TDA 7.0. Disinggung tentang hal tersebut dia mengatakan, sebaiknya TDA ke depan fokus terhadap kebermanfaatan TDA untuk Indonesia, khususnya yang masuk dalam area pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunitas /TDA dan Media)
“Sekarang saya sudah mendedikasikan waktu saya dan fokus untuk menebarkan virus kewirausahaan, melalui jalur pendidikan tinggi. Saya bersama dengan tim Belmawa yang berisi para pendidik, terus berupaya bagaimana membuat program kewirausahaan yang tepat bagi mahasiswa di seluruh Indonesia,'' katanya.
Kalau berbicara tentang TDA 7.0, menurut Wisnu, saatnya teman-teman capres lain untuk maju. Dirinya akan menjaga di barisan depan untuk mengurusi pendidikan kewirausahaan.
''Sehingga di masa mendatang, TDA dan Indonesia akan mendapatkan kader generasi muda intelektual dan melek dunia kewirausahaan,” ungkapnya.
Wisnu menambahkan, nantinya untuk program TDA 7.0 dapat memanfaatkan semua kekuatan TDA. Baik di pusat atau daerah yang dapat dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Kurang lebih 4 tahun bergabung dengan Kementerian Pendidikan berada di bawah Belmawa, Wisnu telah banyak mencurahkan ilmu yang didapat dan melibatkan TDA di beberapa event.
Menurutnya, kondisi TDA saat ini semakin kuat, memberikan perhatian pada member melalui pengembangan diri dan peningkatan kapasitas bisnis.
Bahkan kurikulum yang telah berhasil dibuat sudah menjadi dasar teman-teman di TDA terus mengasah ketrampilan berwirausahanya. ''Manfaat ini harus lebih bisa disebarluaskan,” bebernya.
Dengan 8 Workshop Series, Komunitas TDA menghasilkan pengusaha yang kuat dan tangguh. Kemudian, dengan Kolaboraksi untuk negeri melalui program unggulannya TDA TV, saatnya TDA menjadi oase di bidang kewirausahan yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas.
Dia berharap, TDA lebih berkontribusi ke masyarakat memberikan dampak yang sangat signifikan, tidak hanya ke masyarakat, tetapi juga untuk “Indonesia Maju”
"Jadi, tidak mengharapkan Komunitas TDA nya saja, tetapi setiap anggota TDA berkontribusi untuk lingkungan disekitarnya. Memberikan dampak bagi masyarakat, TDA for impact, TDA for Indonesia ! itu sebenarnya yang diharapkan untuk TDA ke depan," harapnya.
Wisnu menganggap komunitas TDA merupakan keluarga besar dengan dukungan yang besar, dan menjadi sumber inspirasi dan semangat berwirausaha. Terlebih untuk bisnis, pembelajaran bisa terus dilakukan sepanjang hayat.
"TDA itu lengkap, one stop solution untuk pengusaha. TDA mempunyai banyak materi dan narasumber sehingga tidak akan kehabisan sumberdaya untuk peningkatan kapasitas pengusaha,'' ujarnya.
Selain itu, lanjut Wisnu, TDA sebagai inkubator bisnis generik berbasis komunitas.
Wisnu mengaku, dirinya sudah pernah melakukan penelitian di indonesia. Model Inkubator ala TDA ini sangat efektif, dibanding Inkubator konvensional yang dikembangkan metodenya di negara lain.
''Jadi sudah sewajarnya kalau saya sangat bangga jadi orang Indonesia, yang mempunyai karakter unik. Bahkan dalam cara berwirausaha,” katanya.
Wisnu sendiri mulai bergabung di TDA akhir tahun 2007. Wisnu pernah menjabat sebagai Direktur Kebijakan Publik TDA 5.0 dan juga menjadi sekum TDA 6.0.
''Saya harus banyak berterima kasih kepada TDA, sebenarnya bukan saya yang berkontribusi untuk TDA, tapi saya yang dapat banyak dari komunitas ini. Apapun yang saya dapat di TDA akan saya salurkan lagi ke para pihak yang membutuhkan dan mempunyai posisi strategis,'' ujarnya.
Model pemberdayaan masyarakat seperti Komunitas TDA ini, kata Wisnu, sudah dibagikan ke sejumlah kementerian, melalui FGD ataupun rapat kerja seperti Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perdagangan, Perindustrian.
''Pastinya juga ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tempat saya berkarya, untuk program - program kewirausahaan generasi muda Indonesia. TDA for Impact, TDA for Indonesia,'' pungkasnya.
