Konten dari Pengguna

Memahami Proses Growth Hacking Startup

Tech Story

Tech Story

Techstory.id merupakan sebuah platform media digital yang fokus membahas tentang teknologi, startup, desain, marketing, sains dan entrepreneurship.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tech Story tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam melakukan growth hacking startup, ada beberapa hal yang wajib Anda ketahui terlebih dahulu, sebelum melakukan praktik tersebut. Mengingat masih banyaknya kesalapahaman dalam melakukan proses growth hacking startup. Tujuan daripada melakukan growth hacking sebenarnya merupakan pemanfaatan produk yang telah memberikan nilai dan keuntungan lebih kepada pelanggan untuk kemudian ditingkatkan melalui proses eksperimen berdasarkan pengalaman dari pelanggan untuk bisa melakukan identifikasi peningkatan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Perlu diketahui, sudah banyak startup dan perusahaan teknologi yang mengalami pertumbuhan yang positif dengan memanfaatkan cara-cara growth hacking yang benar dan tepat. Belajar dari proses growth hacking yang telah dilakukan Instagram dan Spotify, berikut 5 hal yang perlu Anda pahami dalam melakukan proses growth hacking startup.

Pemahaman yang Salah tentang Growth Hacking

Masih banyak orang yang salah mengerti apa itu arti growth hacking. Banyaknya kabar yang menyebutkan bahwa growth hacking merupakan jalan pintas atau “hack” yang bisa membantu startup mengalami pertumbuhan secara cepat merupakan hal yang tidak benar. Growth hacking bukan hanya tentang jalan pintas yang diperlukan dalam upaya melakukan pertumbuhan startup, namun juga sebuah cara untuk menjaga pertumbuhan yang stabil dan sustainable. Mulai dari proses akuisisi pengguna hingga aktivasi, retention dan referral, seluruh tim dalam startup memiliki peranan yang penting untuk menciptakan pertumbuhan tersebut.

Menentukan Model Growth

Ada beberapa model dari growth yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan startup, model growth tersebut memiliki bagian yang saling berhubungan dan mempengaruhi keberhasilan dari proses growth hacking. Di antaranya adalah Acquisition, Activation, Retention, Referral dan Revenue. Pahami model tersebut agar bisa membantu tim dalam startup agar mempermudah dan menentukan pekerjaan yang secara keseluruhan ditentukan dari pelanggan maupun pertumbuhan revenue.

Memberikan Value (nilai)

Hingga saat ini sudah banyak startup yang menawarkan layanan dan produk yang unik dan berbeda. Hal ini tentu menimbulkan adanya persaingan yang semakin sengit dan luas. Menjadi hal yang penting bagi sebuah startup untuk memiliki nilai lebih terhadap produk atau layanan yang akan dihadirkan. Ciptakanlah momen yang tepat dan unik, yang bisa membuat target pasar tertarik dan pada akhirnya menggunakan layanan dan produk startup Anda.

Merawat Pelanggan Setia

Pelanggan setia merupakan faktor yang sangat penting bagi sebuah startup. Akan menjadi percuma jika dana dan upaya yang telah Anda lakukan dalam menarik perhatian pelanggan kemudian terbuang percuma, karena Anda gagal dalam membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan setia yang sudah didapatkan sebelumnya. Pelajarilah dengan baik hal-hal yang disukai dan kurang diminati oleh pelanggan setia Anda, terima dan tampung semua masukan dari mereka agar bisa memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan tentunya membuat mereka enggan untuk berpaling ke produk lainnya.

Menciptakan Engagement Di Aplikasi

Saat ini banyak aplikasi yang hadir (permainan, gaya hidup, layanan keuangan) yang menarik perhatian pengguna dan membuat mereka terus menggunakan atau engage dengan produk atau layanan tersebut. Engagement merupakan cara paling ampuh untuk bisa tetap menarik perhatian pelanggan agar bisa secara rutin bahkan tergolong “kecanduan” dengan semua fitur hingga kemudahan yang ada di aplikasi.

Artikel asli: Proses Growth Hacking Startup