Konten dari Pengguna

Memahami Tentang Growth Hacking dan Cara Melakukannya

Tech Story

Tech Story

Techstory.id merupakan sebuah platform media digital yang fokus membahas tentang teknologi, startup, desain, marketing, sains dan entrepreneurship.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tech Story tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernakah anda mendengar atau membaca tentang Growth Hacking ? Belakangan ini, sering kita jumpai istilah Growth Hacking dalam dunia startup maupun marketing. Apakah sebenarnya Growth Hacking itu? Berikut penjelasan selengkapnya:

Pengertian Growth Hacking

Memahami Tentang Growth Hacking dan Cara Melakukannya
zoom-in-whitePerbesar

Growth Hacking merupakan teknik marketing yang dikembangkan startup melalui kreativitas, analisa dan data sosial media untuk menjual produk atau jasa dan mendapatkan sorotan. Growth Hacking merupakan gabungan antara ilmu sosial marketing dan kemampuan teknis. Growth hacker (orang yang ahli) menggunakan berbagai teknik seperti SEO (Search Engine Optimization), analisa website, konten marketing dan A/B testing.

Kunci utama Growth Hacking mengidentifikasi user lifecycle untuk sebuah produk. Kebanyakan perusahaan hanya melihat topline dan bottomline misal traffic dan revenue. Faktanya dengan data itu, tentu tidak akan cukup membantu.

Growth hackers fokus kepada penekanan dana dan alternatif inovatif seperti optimisasi penggunaan sosial media dan viral marketing dibandingkan memasang billboard di jalan raya, memasang iklan di radio dan televisi. Growth Hacking menjadi bagian penting di startup karena fokus pada pertumbuhan user dulu baru budget. Startup yang menggunakan teknik Growth Hacking diantaranya adalah Facebook, Twitter, Linkedin, AirBnB, Dropbox dan masih banyak lagi lainnya.

Untuk menjadi seorang Growth Hacker, dibutuhkan beragam kemampuan dari mulai skill SEO, UX, guerilla marketing, social network, email marketing hingga analisa. Kombinasi kemampuan membaca market, mengolah data, hingga membuat konten menarik. Hotmail pernah melakukan Growth Hacking dengan mengirimkan “PS I Love You” di bagian bawah setiap e-mail yang dikirim, dengan link untuk mendapatkan layanan email gratis. Hasilnya, Hotmail mampu menambah angka pengguna menjadi satu juta dalam kurun waktu enam bulan. Dan dalam waktu satu tahun, pengguna Hotmail berkembang menjadi 10 juta pengguna.

Dalam growth hacking terdapat 5 tahapan yang terdiri dari akuisisi, aktivasi, retensi, referral, revenue yang merupakan tahapan dari user lifecycle dalam dunia online.

Akuisisi – Dimulai dari akuisisi ketika user pertama kali mengunjungi website karena mendengar dari blog, media, word of mouth atau kemungkinan channel lain.

Aktivasi – Jika orang menyukai website kamu dan menemukan benefit untuk dirinya, maka meeker akan mendaftar akun, sign up bahkan langganan newsletter bila ada.

Retensi – User kembali mengunjungi website kamu melalui email reminder dan secara aktif melihat produk atau feature website.

Referral – User yang aktif mereferensikan produk-produk yang terdapat di dalam website kepada teman atau keluarga berdasarkan pengalamannya.

Revenue – Ini fase paling penting karena kamu mulai menghasilan profit dari iklan, business development dan e-mail berlangganan.

Setiap langkah saling berhubungan dan menentukan berapa besar yang didapat. Lifecycle ini berbentuk seperti piramida terbalik, semakin ke bawah semakin mengerucut. Artinya, persentase yang didapat semakin kecil.

Memahami Tentang Growth Hacking dan Cara Melakukannya (1)
zoom-in-whitePerbesar