Pencarian populer

4 Metode Meningkatkan Produksi Pertanian di Indonesia

Photo credit: Pexels

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia dan pertanian masih menjadi mata pencaharian yang banyak ditemui. Melihat besarnya potensi pertanian yang ada, sudah selayaknya Indonesia mejadi lumbung pertanian di Asia Tenggara atau bahkan dunia. Sayangnya, produksi pertanian tidak selalu berjalan mulus dari waktu ke waktu. Menghadapi hal tersebut, pemerintah pun menyiapkan beberapa program dan metode untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Apa saja? Cari tahu selengkapnya pada artikel berikut ini.

Melalui intensifikasi pertanian

Metode peningkatan produksi pertanian yang pertama dan sering dilakukan adalah melalui intensifikasi pertanian. Dilakukan dengan cara mengelola lahan pertanian sebaik mungkin yang bertujuan meningkatkan hasil produksi. Intensifikasi sangat cocok diterapkan untuk daerah dengan potensi pertanian yang sempit. Misalnya, di wilayah Jawa dan Bali.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menyukseskan program intensifikasi pertanian adalah dengan sapta usaha tani. Sapta usaha tani tersebut meliputi kegiatan seperti pemilihan bibit unggul, pengolahan tanah yang baik, dan melakukan pemupukan yang tepat. Selain itu juga dilakukan penyuluhan mengenai pengendalian hama penyakit, irigasi, pengelolaan pasca-panen serta pemasaran hasil pertanian.

Adanya diversifikasi produk pertanian

Cara kedua yang bisa dilakukan adalah lewat program divesifikasi pertanian. Diversifikasi pertanian merupakan usaha meningkatkan produksi pertanian dengan beberapa jenis produksi. Tujuannya untuk menghindari ketergantungan hanya dari satu jenis tanaman pertanian saja. Dengan begitu, tanaman lain yang berpotensi menguntungkan juga semakin dikenal oleh masyarakat.

Cara diversifikasi pertanian adalah dengan penanaman beragam jenis tanaman dalam satu lahan pertanian. Keuntungannya akan berlipat ganda pada saat yang panen dalam lahan yang sama. Seperti ketika Anda menanam cabai rawit dan tomat sekaligus. Jadi, ketika dalam satu musim panen terdapat tanaman yang gagal panen masih ada tanaman lainnya yang dapat dijadikan cadangan sebagai sumber pendapatan bagi para petani.

Pemanfaatan lahan rawa

Dalam meningkatkan produksi pertanian, pemerintah juga melakukan terobosan yang inovatif dengan optimalisasi lahan rawa. Selama ini, lahan rawa dianggap kurang memiliki nilai yang produktif, maka dari itulah Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program Selamatkan Rawa, Selamatkan Petani atau SERASI. Program ini pun cukup berhasil meningkatkan produktivitas pertanian.

Di Indonesia sendiri luas lahan rawa yang memiliki nilai potensial seluas 33.4 juta hektare. Dari luas tersebut, ada sekitar 14.2 juta hektare sudah diberdayakan untuk pemanfaatan sawah, 3.1 juta hektare lainnya sebagai lahan hortikultura dan 1.9 juta hektare digunakan untuk tanaman tahunan. Metode SERASI ini dilakukan dengan cara menormalisasi irigasi. Teutama pada saluran air, pintu air, tanggul hingga pompa. Tidak hanya itu saja, pengolahan tanah, pemupukan dan pengendalian hama penyakit juga menjadi perhatian.

Pemberian alat dan mesin pertanian dari pemerintah

Terakhir, peningaktan produksi pertanian harus dilakukan secara berkala dengan dukungan para stakeholder terkait seperti Kementerian Pertanian (Kementan). Dukungan ini bisa dilakukan dengan pemberian alat dan mesin pertanian atau Alsintan untuk petani. Alat dan mesin tersebut digunakan ketika petani mulai melakukan pengolahan, panen, hingga pasca panen.

Contoh dari pemberian alat dan mesin pertanian ini adalah pengadaan mesin tanam pindah bibit padi. Tujuannya tidak lain adalah agar petani dapat meningkatkan kerja tanam dan menurunkan biaya produksi. Selain itu, mesin juga bermanfaat untuk menghemat tenaga para petani.

Hingga saat ini, keempat metode tersebut menjadi fokus utama pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian. Dukungan dari petani dan masyarakat memang dibutuhkan demi tercapainya kesuksesan kedaulatan hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60