kumparan
26 Jul 2019 16:50 WIB

Hati-hati! Ini 5 Ciri Pestisida Palsu yang Harus Diwaspadai

Photo Credit: Pixabay
Peredaran pestisida palsu di masyarakat sangatlah meresahkan para petani. Sebab, kandungan kimia yang ada pada pestisida palsu sangatlah berbahaya. Ini dapat merugikan para petani dan manusia bila mengkonsumsi tanaman yang diberi pestisida tersebut. Oleh karena itu, sebagai seorang petani penting kiranya untuk mengetahui ciri pestisida palsu yang beredar di pasaran. Apa sajakah? Berikut ulasannya.
ADVERTISEMENT
Perhatikan tutup botol pestisida
Mengenali ciri pestisida palsu dengan mudah sebenarnya bisa dikenali lewat kemasannya. Sepintas memang antara pestisida asli dengan palsu terlihat sama. Namun, jika Anda jeli perbedaannya dapat dilihat dari tutup botolnya. Pada pestisida palsu merek pada tutup botol akan mudah hilang jika digosok. Tutup botol pestisida palsu juga tidak rapi dan tidak menempel sempurna seperti miring atau kurang pas. Begitu juga dengan kondisi botolnya, apakah ada label bekas lem berwarna putih atau kuning. Bila tidak dapat ditempel lagi dengan mudah maka pestisida tersebut terindikasi palsu.
Kenali nomor pendaftaranya
Langkah selanjutnya dalam membedakan ciri pestisida palsu dengan aslinya bisa dilihat dari nomor pendaftarannya. Di Indonesia, nomor pendaftaran pestisida berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No.24 Tahun 2011. Dimana aturan tersebut menyangkut tentang tata cara pendaftaran pestisida dan hal lain yang berkaitan dengan proses tersebut. Nomor pendaftaran pupuk asli dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian dan berjumlah 14 digit. Apabila Anda menemukan pupuk dengan nomor pendaftaran kurang atau lebih dri 14 digit bisa jadi pestisida tersebut palsu.
ADVERTISEMENT
Tekstur pestisida
Anda juga bisa mengetahui ciri pestisida palsu dilihat dari segi teksturnya. Pestisida asli biasanya memiliki tekstur yang lebih cair dan cenderung tidak mengalami perubahan selama segel masih tertutup rapat dalam suhu dan kondisi baik. Sementara itu, untuk pestisida palsu memiliki tekstur yang lebih kental. Akibatnya, pestisida pun menjadi mudah menggumpal. Ini lebih dikarenakan jumlah kadar bahan kimia yang dianjurkan tidak sesuai dengan batas toleransi aman yang dikeluarkan oleh pemerintah. Maka, jika hal ini dibiarkan dan digunakan pada tanaman hasilnya pun tidak akan baik.
Kenali dari baunya
Selain tekstur cairan, ciri pestisida berikutnya bisa dikenali dari baunya. Petani yang sering menggunakan pestisida untuk tanaman pertanian mungkin sudah cukup familiar dengan bau pestisida asli yang sesuai dengan ambang batas. Apabila bau pestisida tidak sama pada umumnya atau lebih menyengat maka patut diwaspadai jika pestisida tersebut palsu. Pestisida palsu memiliki bau yang menyengat seperti bau pada cat.
ADVERTISEMENT
Bau tersebut bisa dikarenakan kadar bahan aktif yang digunakan berbeda. Pestisida asli memiliki kadar bahan aktif pada label lebih dari 50% dan batas toleransi 2.5%. Pengukuran batas ini biasanya dilakukan oleh laboratorium pertanian. Selain dari bau, Anda juga bisa mengenali mana pestisida asli dan pasu dari segi warnanya.
Dijual tanpa izin
Cara untuk mengetahui ciri pestisida palsu yang terakhir adalah dari segi penjualannya. Biasanya pestisida asli dijual di toko-toko pertanian yang resmi. Berbeda halnya dengan pestisida palsuumumnya dijual secara door to door. Maka dari itu Anda patut untuk lebih jeli lagi membedakan mana yang asli dan palsu. Hal ini dikarenakan dari segi harga memang tidaklah jauh berbeda.
Mengantisipasinya, lebih baik Anda membelinya langsung ke toko pertanian yang sudah memiliki izin resmi. Atau jika Anda masih ragu dengan adanya pestisida palsu tersebut, maka bisa dikonsultasikan dengan penyuluh pertanian yang ada di desa sekitar Anda.
ADVERTISEMENT
Mengenali ciri pestisida palsu seperti di atas memang perlu dilakukan oleh para petani. Agar nantinya tanaman dapat tumbuh dengan baik dan tidak terjangkit kandungan kimia berbahaya dari pestisida palsu. Dengan demikian, juga mengurangi kerugian-kerugian yang cukup besar di kemudian hari.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan