Tekno & Sains
·
23 Juli 2019 17:35

Ketahui 5 Akibat Penggunaan Pupuk yang Berlebihan

Konten ini diproduksi oleh Techno - Geek
Ketahui 5 Akibat Penggunaan Pupuk yang Berlebihan (262557)
searchPerbesar
Photo Credit: Pexels
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pupuk memegang peranan penting dalam pertumbuhan hasil pertanian. Sayangnya, masih banyak yang belum mengerti bahwa fungsi pupuk bisa maksimal apabila digunakan dalam kadar yang tepat. Masalahnya, banyak petani di Indonesia yang hanya mengandalkan naluri dan pengalaman dalam menggunakan pupuk. Mereka menganggap bahwa semakin banyak pupuk yang diberikan, maka akan semakin baik pula efeknya terhadap hasil pertanian.
ADVERTISEMENT
Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Apalagi jika petani mencampurkan pupuk A dengan pupuk B atau C. Kandungan kimia yang ada di dalam tiap pupuk bisa saling bereaksi sehingga menimbulkan kerugian terhadap kondisi pertanian. Untuk itu, mari ketahui dulu akibat penggunaan pupuk secara berlebihan berikut ini.
Mengganggu mikroorganisme dalam tanah
Sebelum menggunakan pupuk secara berlebihan, ingatlah bahwa tanaman bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang bergantung pada tanah. Di dalam tanah juga terdapat cacing tanah dan mikroorganisme lain yang hidup.
Nah, jika Anda menaburkan pupuk secara berlebihan pada tanah, bukan tidak mungkin tanah akan menjadi asam sehingga teksturnya cenderung lebih keras dan tidak gembur. Alhasil, aktivitas cacing tanah dan mikroorganisme di dalam tanah pun terganggu. Padahal, cacing tanah bisa membantu menyuburkan tanah sehingga baik untuk hasil pertanian Anda.
ADVERTISEMENT
Bisa menjadi racun bagi tanaman
Coba cek kembali, apakah pupuk yang Anda gunakan mengandung kalium? Apabila digunakan secara berlebihan, kandungan kalium tersebut bisa mengganggu keseimbangan basa pada tanah pertanian sehingga berpotensi merusak tanaman.
Di sisi lain, kandungan magnesium dan kalsium yang berlebihan dalam tanah bisa membuat kondisi pH tanah menjadi terlalu basa. Kondisi ini bisa mengurangi atau menghilangkan beberapa unsur hara tidak tersedia untuk tanaman. Hasilnya, tanaman pun tidak dapat tumbuh dengan baik.
Menghambat pembusukan bahan organik
Masih berhubungan dengan poin pertama, pupuk kimia yang digunakan dalam jumlah terlalu banyak bisa menyebabkan risiko kematian mikroorganisme. Padahal, berbagai mikroorganisme tersebut berfungsi menguraikan bahan-bahan organik di dalam tanah demi meningkatkan kesuburuan. Apabila banyak mikroorganisme yang mati, tentunya tanah lahan pertanian Anda menjadi tidak subur sehingga berpengaruh buruk terhadap hasil pertaniannya pula.
ADVERTISEMENT
Kualitas air di sekitar lahan pertanian jadi buruk
Saat Anda menggunakan pupuk secara berlebihan, bukan hanya tanah dan tanaman yang terkena dampanya, tetapi juga lingkungan sekitar lahan, terutama air. Hal ini bisa terjadi karena ketika hujan, sisa pupuk yang tidak terserap akar tanaman akan terbawa aliran air hujan menuju sungai atau danau terdekat.
Kandungan dalam pupuk dimanfaatkan oleh tanaman air untuk tumbuh. Apabila tanaman air seperti eceng gondok tumbuh hingga menutupi permukaan sungai, tentunya bisa mengurangi kandungan oksigen di area permukaan tersebut.
Biaya operasional membengkak
Semakin banyak pupuk yang Anda gunakan, maka akan semakin banyak pula biaya yang harus Anda keluarkan. Padahal, belum tentu seluruh pupuk yang Anda sebar diserap dengan baik oleh tanaman. Biasanya tanaman hanya mengambil unsur hara secukupnya dari lingkungan lahannya. Alhasil, kelebihan pupuk pun jadi terbuang sia-sia padahal Anda sudah mengeluarkan cukup banyak biaya.
ADVERTISEMENT
Segala sesuatu yang berlebihan memang sifatnya kurang baik. Kalimat ini sepertinya juga cocok diterapkan dalam penggunaan pupuk untuk pertanian. Dengan mengetahui berbagai akibat di atas, semoga Anda tidak “terjebak” lagi dalam menggunakan pupuk secara berlebihan. Bukannya subur, bisa-bisa hasil pertanian Anda justru tidak tumbuh optimal sesuai harapan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020