Mengenal Berbagai Macam Jenis dan Fungsi Irigasi Pertanian

Yuk ikuti channel kita agar tidak ketinggalan jaman dengan teknologi dan gadget terkini!
Tulisan dari Techno - Geek tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai salah satu faktor penentu suksesnya pertanian, irigasi pertanian penting untuk diperhatikan. Komoditas pertanian bisa tumbuh subur dan siap dipanen apabila mendapatkan pengairan yang cukup. Indonesia sendiri, sebagai negara agraris, sejak lama telah menerapkan sistem irigasi pertanian yang beragam untuk menunjang kelancaran bidang pertanian. Mari kenali berbagai macam jenis dan fungsi irigasi pertanian berikut ini!
Irigasi permukaan
Irigasi permukaan atau surface irigation adalah jenis irigasi paling kuno di Indonesia. Jenis irigasi ini memanfaatkan gravitasi, karena menerapkan irigasi dengan cara membiarkan air mengalir ke lahan pertanian dengan sendirinya. Agar lebih efektif, banyak petani yang mendistribusikan air ke lahan pertanian di antara bedengan. Biasanya, jenis irigasi pertanian ini juga dilakukan dengan cara menggenangi lahan pertanian dengan air hingga ketinggian tertentu.
Teknik irigasi ini tidak hanya memanfaatkan daya gravitasi, tapi juga menggunakan bangunan seperti bendungan atau pengambilan bebas. Fungsinya cocok untuk tanah pertanian dengan tekstur halus hingga sedang. Sementara sistem irigasi penggenangan bisa diterapkan pada daerah pertanian bertopografi cenderung datas, sehingga pemberian air bisa merata. Jenis irigasi yang cukup tradisional ini masih kerap digunakan oleh para petani Indonesia.
Irigasi mikro
Jenis irigasi yang disebut juga dengan nama irigasi tetes ini adalah cara pemberian air terhadap tanaman secara langsung. Pemberian airnya bisa dilakukan pada permukaan tanah ataupun di dalam tenah lewat tetesan secara perlahan pada tanah di sekitar tumbuhan. Jenis irigasi ini menggunakan alat pengeluaran air yang disebut emiter. Air yang sudah keluar dari emiter dapat menyebar ke dalam profil tanah secara horizontal dan vertikal berkat gaya kapilaritas dan gravitasi.
Irigasi bawah permukaan
Irigasi bawah permukaan memanfaatkan metode pengairan di dalam lapisan tanah, sehingga air bisa meresap hingga ke bagian dasar tanah hingga akar tumbuhan. Sistem pengairannya memanfaatkan pipa bawah tanah atau saluran terbuka. Tanaman bisa memanfaatkan lengas tanah yang berpindah menuju daerah akar, yang digerakkan oleh gaya kapiler. Sederhananya, irigasi ini fokus pada bagian akar. Nutrisi yang didapat akar disalurkan ke bagian tumbuhan lain dan memaksimalkan fungsinya sebagai penopang.
Irigasi curah
Irigasi yang natural memang baik, itulah yang menjadi ide awal irigasi curah. Irigasi ini dilakukan dengan cara menyemprotkan air ke udara untuk kemudian jatuh ke permukaan tanah, layaknya air hujan. Fungsi jenis irigasi ini adalah agar distribusi air bisa dilakukan secara merata. Jadi, tidak akan terjadi kehilangan air dalam bentuk limpasan selama proses irigasi. Sistem irigasi ini cocok untuk daerah pertanian dengan kecepatan angin tidak terlalu besar, sehingga membuat efisiensi penggunaan air irigasi yang lebih tinggi bisa dicapai secara lebih optimal.
Fungsi irigasi
Terlepas dari jenisnya berbeda, fungsi irigasi pada umumnya sama. Sejumlah fungsi irigasi di antaranya adalah:
Sebagai simpanan supply air. Apabila terjadi kekeringan karena kemarau panjang, irigasi dapat membuat tanaman pertanian tetap ditanam dan dipanen. Irigasi yang berfungsi mengatur ‘jadwal’ dan ‘porsi’ pembasahan tanah bisa membuat lahan pertanian terus dialiri air dan membuat tanamannya terus tumbuh meski musim tak menentu.
Mengalirkan air. Irigasi dapat mengalirkan air dengan kandungan zat lumpur dan zat hara yang berfungsi menyuburkan tanah.
Mengendapkan zat-zat garam hingga ke lapisan bawah tanah. Kadar garam yang menurun merupakan salah satu faktor pendukung suksesnya pertanian. Metode ini berfungsi untuk menurunkan kadar garam di permukaan.
Menyiapkan tanah. Irigasi dapat melunakkan tanah. Lunaknya tanah mempermudah proses pengolahan, sebab tanah yang keras akan sulit diolah.
Meninggikan tanah yang posisinya rendah. Lumpur yang terkandung dalam air irigasi memungkinkan peninggian tanah yang posisinya rendah sehingga tanah potensial untuk pertanian bisa digunakan lebih optimal
Dengan mengenal berbagai macam jenis dan fungsi irigasi pertanian di atas, pertanian Indonesia pun diharapkan dapat menghasilkan hasil yang besar sesuai harapan. Semoga informasi di atas bermanfaat!
