Tekno & Sains
·
1 September 2019 12:56

Mengenal Ketahanan Pangan: Konsep, Pengukuran, Strategi

Konten ini diproduksi oleh Techno - Geek
Mengenal Ketahanan Pangan: Konsep, Pengukuran, Strategi (109749)
Photo credit: Pexels
Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap hari. Sedangkan ketahanan pangan merujuk pada ketersediaan pangan atau bahan makanan untuk menjamin manusia hidup sehat dan bisa bekerja produktif.
ADVERTISEMENT
Ketahanan pangan merupakan isu yang saat ini ramai dibahas demi terwujudnya Indonesia sebagai lumbung padi dunia. Dengan ketahanan pangan yang kuat, tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang menderita kemiskinan dan tidak bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Simak selengkapnya tentang konsep, pengukuran, dan strategi ketahanan pangan.
Konsep ketahanan pangan
Ketahanan pangan memiliki konsep dan pengertian yang luas menurut beberapa ahli, serta perkembangan zaman. Di tahun 1970-an ketahanan pangan diartikan sebagai ketersediaan pangan tingkat nasional dan global, daripada hanya tingkat rumah tangga. Sedangkan di tahun 1980-an konsep ketahanan pangan berarti adanya akses setiap masyarakat di level individu dan rumah tangga terhadap bahan baku pangan.
Pertanyaan seputar ketahanan pangan juga berubah seiring dengan waktu. Di awal, ketahanan pangan merujuk pada pertanyaan, “apakah dunia mampu memproduksi pangan yang cukup?” Lalu pertanyaan tersebut dipertajam menjadi, “apakah dunia mampu memproduksi pangan yang cukup pada tingkat harga yang rasional dan terjangkau oleh semua tingkat ekonomi masyarakat?” Di tahun 1990-an, pertanyaan menjadi lebih kompleks, “dapatkah dunia memproduksi pangan yang cukup pada tingkat harga yang rasional, terjangkau oleh semua tingkat ekonomi masyarakat, dan tidak merusak lingkungan hidup?”
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, diambil inti konsep ketahanan pangan sebagai terjaminnya ketersediaan pangan bagi seluruh lapisan sosial ekonomi masyarakat hingga tingkat individu, sesuai dengan jumlah yang didapatkan untuk bisa beraktivitas dan hidup sehat.
Tolok ukur ketahanan pangan
Ketahanan pangan memiliki dimensi yang cukup luas, mencakup dimensi waktu, sasaran, dan sosial ekonomi masyarakat. Dimensi ini digunakan untuk patokan pengukuran ketersediaan bahan pangan. Dari dimensi waktu, dapat diambil pengukuran pada tingkat individu, rumah tangga, regional, nasional, dan global. Di tingkat regional, nasional, dan global, indicator ketahanan pangan dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketersediaan pangan dengan memperhatikan level kerusakan tanaman/ternak, rasio stok, keadaan keamanan pangan, kelembangan pangan, dan harga.
Pada tingkat individu dan rumah tangga, indikator pengukuran adalah alokasi tenaga kerja dan pendapatan, tingkat pengeluaran pangan pada pengeluaran total, perubahan kehidupan, keadaan konsumsi pangan, dan kesehatan serta status gizi.
ADVERTISEMENT
Strategi meraih ketahanan pangan
Berdasarkan tolok ukur ketahanan pangan, strategi untuk ketersediaan pangan yang mencakup seluruh prasyarat dapat dipilih. Strategi untuk mendapatkan jumlah pangan yang mencukup bisa diraih dengan dua pendekatan; ketersediaan pangan dan kepemilikan. Sedangkan pendekatan baru yang digunakan untuk ketahanan pangan berkelanjutan, didasarkan pada tiga aspek;
- pangan adalah kebutuhan dasar manusia
- ketahanan pangan harus diperlakukan sebagai hierarki mulai tingkat individu, rumah tangga, regional, hingga global
- perlu adanya peranan pemerintah dan pressure group yang bertanggungjawab serta berdedikasi untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan
- pemberdayaan kelembagaan lokal dan peningkatan peran masyarakat dalam meraih ketahanan yang diinginkan.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ketahanan pangan merupakan konsep yang merujuk pada ketersediaan bahan makanan untuk semua masyarakat dari tingkat individu hingga global, pada seluruh level sosial ekonomi untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup. Ketahanan pangan bisa diraih atas kerja sama pemerintah dan masyarakat, khususnya petani. Pemberdayaan petani desa merupakan langkah nyata yang sudah dilakukan demi meningkatkan produksi padi dan tanaman pangan lainnya demi meraih jumlah dan ketersediaan yang diinginkan.
ADVERTISEMENT