News
·
28 Februari 2019 21:51

Mengenal Macam Pupuk Bersubsidi dan kegunaannya

Konten ini diproduksi oleh Techno - Geek
Mengenal Macam Pupuk Bersubsidi dan kegunaannya (34786)
Sudah banyak diketahui bahwa penggunaan pupuk pada tanaman difungsikan untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan, serta menjaga dari serangan hama. Tidak jarang, petani juga memberikan pupuk agar tanaman bisa menghasilkan buah yang lebih banyak dengan kualitas yang baik sehingga meningkatkan hasil panen. Ada beberapa jenis pupuk bersubsidi yang dipakai oleh kalangan petani dengan manfaat yang berbeda pada tanaman. Agar tidak salah dalam pemberian, ada baiknya pahami dulu kegunaan tiap pupuk bersubsidi yang beredar di pasaran.
ADVERTISEMENT
Urea
Pupuk yang memiliki rumus kimia CO(NH2)2 ini terbuat dari percampuran gas amoniak (NH3) dan gas asam arang. Dalam setiap 100kg pupuk urea mengandung 46kg nitrogen. Pupuk urea yang disubsidi akan memiliki bentuk kristal dengan warna yang beragam antara putih dan merah muda. Dari semua jenis pupuk yang beredar di pasaran, urea menjadi salah satu yang banyak digunakan oleh para petani karena kegunaannya yang sangat bermanfaat baik untuk lahan pertanian maupun budidaya.
Dengan kadar nitrogen yang sangat tinggi pada pupuk bersubsidi ini, membuat pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih cepat. Nitrogen juga membantu tanaman memiliki banyak klorofil sehingga memudahkan proses fotosintesis sehingga menghasilkan tanaman yang berdaun hijau, segar, dan rimbun.
ADVERTISEMENT
SP-36 (super phosphate)
SP-36 memiliki reaksi kimia yang tergolong netral namun mudah terbakar oleh matahari. Pupuk ini sangat bisa digunakan pada berbagai macam jenis tanaman seperti tanaman pangan, perkebunan, dan holtikultura. Sesuai dengan namanya, super phosphate, pupuk SP-36 memiliki peran utama sebagai penambah unsur hara phosphor pada tanaman.
Dengan penambahan pupuk SP-36, tumbuhan akan menghasilkan buah yang lebih banyak sehingga bisa menguntungkan para petani. Pupuk bersubsidi ini juga bisa memperbaiki kualitas biji, merangsang pembelahan tanaman, mempercepat pemasakan buah, menguatkan batang tanaman, dan memperbesar jaringan sel.
ZA
Pupuk bersubsidi yang mengandung 21% nitrogen dan 24% sulfur ini memiliki reaksi kerja yang lumayan agak lambat sehingga seringnya digunakan oleh petani sebagai pupuk dasar saja pada tanaman. Pupuk ZA ini sengaja dibuat untuk menambah unsur hara pada tanaman. Manfaatnya dalam dunia pertanian adalah untuk memperbaiki kualitas tanaman serta menambah nilai gizi pada hasil panen. Pemberian pupuk ZA pada tanaman juga bisa menghindarkannya dari ancaman lingkungan yang bisa merusak seperti hama, kekeringan, dan penyakit.
ADVERTISEMENT
NPK
Pupuk NPK menjadi yang paling banyak memiliki unsur kandungan zat hara yang sangat dibutuhkan tanaman yaitu nitrogen, fosfat, kalium, magnesium, dan kalsium. Hal itulah yang kemudian membuat pupuk NPK digunakan sebagai penyeimbang unsur hara makro dan mikro pada tanah. Manfaat utama pupuk NPK adalah pada pertumbuhan akar tanaman agar lebih kuat, banyak, panjang sehingga mudah menyerap zat hara di tanah. Pupuk NPK juga bisa digunakan untuk mencegah tanaman supaya tidak kerdil.
Organik
Pupuk organik terbuat dari bahan alami sisa makhluk hidup seperti pelapukan kayu, sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia. Karena terbuat dari bahan alami, pupuk organik bisa meningkatkan kadar kandungan bahan organik dan unsur hara dalam tanah, sehingga bisa meningkatkan produktivitas lahan pertaniannya. Bisa dibilang fokus penggunaan pupuk organik adalah untuk memudahkan proses pengolahan lahan yang dipakai untuk lahan pertanian, mencegah erosi, serta meningkatkan kesuburan tanah.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya berbagai jenis pupuk bersubsidi yang memiliki manfaat serta peran yang berbeda, diharapkan bisa memudahkan petani untuk menghasilkan panen yang menguntungkan. Selain itu, petani juga diberikan keleluasaan untuk memilih pupuk mana yang digunakan pada tanaman produksinya.