News
·
29 April 2020 5:44

Masalah Sebenarnya Bukan Pada Virus

Konten ini diproduksi oleh Teddy Triyadi Nugroho
Masalah Sebenarnya Bukan Pada Virus (364179)
Sumber : Kompas

"Barangkali kita bisa belajar bahwa ternyata virus corona lebih bijak daripada manusia itu sendiri. Sebab, korona memperlakukan manusia secara merata, semua orang bisa saja terinfeksi olehnya tanpa memandang umur, kelas ekonomi, gender, dan sebagainya. Sedangkan kita manusia, masih saja ribut-ribut tentang siapa saja yang seharusnya berhak menerima penanganan darurat bagi kelayakan jaminan kesehatan dan memperlakukan manusia lainnya seperti binatang.”- Judith Butler

ADVERTISEMENT
Pandemic Covid 19 yang saat ini sedang mengintai kita di seluruh dunia nampaknya telah merubah tatanan sosial masyarakat. Struktur sosial masyarakat mengalami kegoncangan yang hebat akibat dari dampak yang ditimbulkan oleh pandemic ini. Aspek sosial dan ekonomi merupakan aspek yang sangat kentara terkena dampak tersebut. Masyarakat tidak dapat beraktifitas seperti biasanya karena mobilitas masyarakat dibatasi akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang telah dilaksanakan di berbagai daerah.
Dengan begitu berbagai persoalan bermunculan, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi karena tidak dapat bekerja secara maksimal. Terlebih muncul pula masalah lain dalam hal kriminalitas seperti begal, pencurian dan penjambretan yang juga mengancam keamanan masyarakat yang diakibatkan dari kesulitan ekonomi tersebut Persoalan Blt dan kartu pra kerja, sepertinya belum mampu memberikan jaring pengaman ekonomi secara merata.
ADVERTISEMENT
Dari situ juga muncul perbedaan kelas sosial yang sangat kentara didalam masyarakat kita. Akibatnya masyarakat justru saling bersikap individualitis untuk mempertahankan hidupnya dan membiarkan masyarakat lain berada pada kesusahan.
Untuk itu penulis beranggapan bahwa masalah besarnya sebenarnya tidak terletak pada virus corona itu sendiri, karena umat manusia mempunyai teknologi dan ilmu pengetahuan untuk mengatasi hal tersebut—Masalah besarnya adalah pada nurani dan aspek psikologis masyarakat itu sendiri yang kehilangan kesadaran akan keberadaannya sebagai makhluk sosial.
Masyarakat saat ini telah mengalami ketakutan yang luar biasa sehingga mereka cenderung mengabaikan lingkungan sosial disekitarnya yang sebenarnya perlu di perhatikan. Manusia telah terkungkung kedalam sebuah pemikiran partikular yang bersikap individualistis dibanding sikap kolektif yang menghambat kebersatuan sosial, padahal keberhasilan dalam melawan pandemic covid 19 ini terletak pada aspek kolektivitas sosial.
ADVERTISEMENT
Kebersatuan dan solidaritas masyarakat sangat diperlukan untuk merespon akibat dari adanya virus covid 19 ini. Banyak masyarakat yang mengalami kesulitan baik dalam hal materil dan nonmateril, oleh karenanya menyatukan seluruh aktor dalam masyarakat diperlukan untuk membangun solidaritas masyarakat, khususnya di Indonesia dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul ditengah situasi pandemic saat ini.
Setidaknya penulis memeberikan sebuah ide agar solidaritas tersebut terbentuk. Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat sebagai aktor perubahan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kebersatuan sosial masyarakat, yakni yang pertama memulainya dari diri sendiri sebagai aktor kreatif dan aktif dalam melakukan kepedulian sosial terhadap keluarga dan lingkungan RT/RW.
Kedua melakukan kerjasama pada setiap elemen masyarakat dan civil society sebagai bagian dari kepedulian sosial dengan membentuk sarana komunikasi daring dalam penyebaran informasi terkait covid 19. Biasanya disini kita dapat bekerjasama dengan lembaga atau
ADVERTISEMENT
Terakhir, membentuk tim disetiap RT terkait dengan pengawasan antar warga untuk melaporkan segala bentuk permasalahan disetiap keluarga agar dapat didata oleh RT terkait untuk dicarikan jalan keluarnya. Ketiga hal tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun kembali kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar, yang telah terdistorsi oleh beragam bentuk reduksi pandemic tersebut. Ini penting agar masyarakat tidak berjalan oleh barbarisme nya sendiri namun masyarakat berjalan karena adanya solidaritas sosial untuk menghadapi covid 19 ini.
Kepercayaan menjadi aspek penting dalam solidaritas masyarakat ini, masyarakat sebagai senjata kita untuk melawan virus pandemic ini. Dengan begitu kita optimis bersama bahwa jika kita secara serentak melakukan hal diatas maka pandemic ini akan berakhir secara cepat. Dari virus tersebut kita dapat mengambil poin penting dalam memahami masyarakat, bahwa seluruh masyarakat harus dilibatkan dalam menangani covid 19 ini, saling bekerjasama secara kolektif adalah kuncinya. Kini kita tidak perlu takut degan virus, yang lebih kita takutkan adalah kehilangan kewarasan sebagai makhluk sosial.
ADVERTISEMENT