Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Euforia Lebaran 2025: Berburu Kue Hingga Sholat Ied di Lapangan!
4 April 2025 16:38 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Tedi Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Cimanggu, 31 Maret 2025- Idul Fitri, yang dikenal juga sebagai Lebaran, adalah hari raya yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadan, bulan penuh puasa. Lebaran memang selalu membawa kebahagian, tidak hanya masyarakat indonesia tetapi seluruh orang di penjuru dunia yang ikut merasakannya. Pada pagi hari Idul Fitri, warga berbondong-bondong menuju lapangan terbuka untuk melaksanakan sholat Ied. Dari berbagai penjuru mereka datang dengan penuh semangat, mengenakan pakaian terbaik sebagai simbol kemenangan setelah sebulan berpuasa. Euforia penuh kebersamaan terasa begitu kental dengan jamaah yang terus berdatangan hingga memenuhi lapangan. Barisan sholat tersusun rapi mencerminkan kesatuan hati dalam merayakan hari yang fitri.
ADVERTISEMENT
Ibu-ibu dan anak-anak duduk tenang di atas sajadah, mengenakan mukena warna-warni yang semakin memperindah pemandangan pagi itu. Mereka khusyuk mengikuti rangkaian sholat dan mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian. Langit biru yang cerah dan udara pagi yang sejuk semakin menambah kekhidmatan momen suci ini, seolah alam pun turut merayakan kebahagiaan Idul Fitri bersama mereka.
Setelah sholat Ied, tradisi maaf-maafan jadi momen yang paling ditunggu, semua saling berjabat tangan dan memeluk satu sama lain. Dengan senyum hangat dan hati yang lapang mereka saling menghampiri satu sama lain, mengulurkan tangan dan mengucapkan permohonan maaf. Suasana penuh kehangatan terasa di seluruh lapangan, mencerminkan makna Lebaran sebagai hari kemenangan dan penyucian diri.
Tidak hanya berjabat tangan, banyak di antara mereka yang saling berpelukan erat, terutama keluarga dan sahabat yang lama tak bertemu. Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti pagi itu, mengingatkan semua orang bahwa Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang mempererat hubungan dan saling memaafkan dengan tulus.
ADVERTISEMENT
Halal bihalal merupakan kegiatan khas Indonesia yang dilakukan setelah bulan Ramadan sebagai momen untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Pelaksanaan halal bihalal dilakukan dengan cara bersalaman dan saling meminta maaf, dimana semua warga saling bergantian datang kerumah kerabat sanak saudara. Anak-anak juga mendapatkan perhatian khusus dengan adanya pembagian THR sebagai bentuk kasih sayang dari orang dewasa.
Di salah satu rumah, suasana Lebaran sudah terasa sejak jauh-jauh hari. Toples-toples bening mulai berjejer rapi di meja ruang tamu, menampilkan aneka kue kering yang menggoda selera. Semua sudah disiapkan dengan penuh cinta, menanti momen istimewa ketika keluarga dan tamu datang berkunjung.
Lebaran memang bukan hanya soal makanan, tapi tak bisa dipungkiri, suguhan kue kering menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan. Saat tamu datang, obrolan ringan mengalir sambil tangan tak henti-hentinya mengambil camilan dari toples. Anak-anak pun tak mau ketinggalan mereka berebut nastar favoritnya, sementara orang dewasa menikmati momen bercengkrama dengan kerabat yang lama tak bersua.
ADVERTISEMENT
Momen ini selalu ditunggu, bukan hanya karena kelezatan kue-kue yang tersedia, tapi juga karena kebersamaan yang tercipta. Lebaran adalah waktu di mana rumah-rumah terbuka lebar, menerima tamu dengan senyum dan suguhan terbaik.
Kue kering yang tersusun rapi di meja hanyalah pemanis, karena sejatinya yang paling dinikmati adalah kebahagiaan berbagi dan berkumpul bersama orang-orang tersayang.