Ta’dib sebagai Pendidikan Islam di Era Globalisasi

Penulis Artikel Berita di beberapa media Online
Tulisan dari Tedi Sumaelan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Relevansi dan Aktualisasi Konsep Ta’dib yang Diformulasikan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas

Pendidikan Islam adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan umat Islam, karena pendidikan Islam merupakan sarana untuk mengembangkan potensi manusia sebagai khalifah Allah di bumi. Pendidikan Islam juga bertujuan untuk membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berilmu, beramal, dan berakhlak. Namun, tantangan dan masalah yang dihadapi oleh pendidikan Islam di era globalisasi saat ini sangat kompleks dan beragam, seperti krisis moral, degradasi nilai, dominasi budaya asing, kemerosotan kualitas, dan ketimpangan akses.
Untuk mengatasi tantangan dan masalah tersebut, diperlukan sebuah konsep pendidikan Islam yang relevan, komprehensif, dan integratif, yang mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi umat Islam di era globalisasi. Salah satu konsep pendidikan Islam yang menawarkan solusi tersebut adalah konsep ta’dib yang diformulasikan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas, seorang tokoh intelektual dan pendidik Islam asal Malaysia.
Konsep ta’dib menurut al-Attas adalah proses pendidikan yang berdasarkan pada tauhid, yaitu pengakuan dan penghayatan akan keesaan Allah sebagai pencipta, pemelihara, dan penguasa alam semesta. Ta’dib juga berarti proses pendidikan yang berlandaskan pada adab, yaitu sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma dan etika yang ditetapkan oleh Allah melalui wahyu-Nya. Ta’dib juga mengandung makna proses pendidikan yang mengarahkan pada akhlak, yaitu kualitas batiniah yang mencerminkan kesempurnaan iman, ilmu, dan amal.
Dengan demikian, konsep ta’dib menurut al-Attas adalah konsep pendidikan Islam yang menyeluruh dan beradab, yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek intelektual, tetapi juga aspek spiritual, moral, sosial, dan kultural. Konsep ta’dib juga merupakan konsep pendidikan Islam yang integratif, yang tidak memisahkan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, tetapi menyatukan dan menyelaraskan keduanya dalam kerangka tauhid. Konsep ta’dib juga merupakan konsep pendidikan Islam yang transformatif, yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang berpengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun peradaban Islam yang berbasis pada nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan.
Relevansi dan aktualisasi konsep ta’dib menurut al-Attas di era globalisasi dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:
Aspek epistemologis, yaitu aspek yang berkaitan dengan sumber, metode, dan tujuan pengetahuan. Konsep ta’dib menawarkan sebuah epistemologi Islam yang berbasis pada wahyu sebagai sumber utama dan otoritatif pengetahuan, yang kemudian dikembangkan dan dikritisi dengan akal, pengalaman, dan tradisi intelektual Islam. Konsep ta’dib juga menawarkan sebuah metode pengetahuan yang holistik, yaitu metode yang memadukan antara rasionalitas, intuisi, dan revelasi, serta memperhatikan aspek kontekstual, historis, dan kultural. Konsep ta’dib juga menawarkan sebuah tujuan pengetahuan yang mulia, yaitu tujuan yang mengarah pada pengenalan, penghambaan, dan pengabdian kepada Allah, serta pengembangan, pengelolaan, dan pengayoman terhadap alam ciptaan-Nya.
Aspek kurikuler, yaitu aspek yang berkaitan dengan isi, struktur, dan implementasi kurikulum pendidikan Islam. Konsep ta’dib menawarkan sebuah kurikulum pendidikan Islam yang komprehensif, yaitu kurikulum yang mencakup ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, serta ilmu-ilmu lintas disiplin dan interdisiplin. Konsep ta’dib juga menawarkan sebuah kurikulum pendidikan Islam yang integratif, yaitu kurikulum yang menghubungkan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum dalam satu kesatuan yang harmonis dan konsisten, serta mengaitkan antara teori dan praktik, serta antara lokal dan global. Konsep ta’dib juga menawarkan sebuah kurikulum pendidikan Islam yang transformatif, yaitu kurikulum yang tidak hanya bertujuan untuk menginformasikan, tetapi juga untuk membentuk, mengubah, dan memperbaiki diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.
Aspek pedagogis, yaitu aspek yang berkaitan dengan proses, metode, dan evaluasi pembelajaran pendidikan Islam. Konsep ta’dib menawarkan sebuah proses pembelajaran pendidikan Islam yang interaktif, yaitu proses yang melibatkan partisipasi aktif dan kreatif dari peserta didik, pendidik, dan lingkungan. Konsep ta’dib juga menawarkan sebuah metode pembelajaran pendidikan Islam yang variatif, yaitu metode yang menggunakan berbagai media, teknik, dan strategi yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan minat peserta didik. Konsep ta’dib juga menawarkan sebuah evaluasi pembelajaran pendidikan Islam yang komprehensif, yaitu evaluasi yang tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif, psikomotorik, dan spiritual.
Aspek sosial, yaitu aspek yang berkaitan dengan dampak dan kontribusi pendidikan Islam terhadap masyarakat dan peradaban. Konsep ta’dib menawarkan sebuah dampak pendidikan Islam yang positif, yaitu dampak yang mendorong terciptanya masyarakat yang beriman, bertakwa, berilmu, beramal, dan berakhlak. Konsep ta’dib juga menawarkan sebuah kontribusi pendidikan Islam yang signifikan, yaitu kontribusi yang berperan dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lingkungan yang dihadapi oleh umat Islam dan umat manusia pada umumnya.
Dengan demikiademikian, dapat disimpulkan bahwa konsep ta’dib menurut al-Attas adalah konsep pendidikan Islam yang relevan, komprehensif, dan integratif, yang mampu menjawab tantangan dan masalah yang dihadapi oleh pendidikan Islam di era globalisasi. Konsep ta’dib juga merupakan konsep pendidikan Islam yang transformatif, yang mampu menghasilkan lulusan yang beriman, bertakwa, berilmu, beramal, dan berakhlak, serta berperan aktif dalam membangun peradaban Islam yang berbasis pada nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan. Oleh karena itu, konsep ta’dib perlu dijadikan sebagai landasan filosofis dan pedagogis dalam penyelenggaraan pendidikan Islam di berbagai jenjang dan lembaga pendidikan. Semoga Allah memberkahi usaha kita dalam mengembangkan pendidikan Islam yang bermutu dan bermanfaat, aamiin.
Rujukan:
(1) Konsep Ta'dib dalam Pendidikan Islam - uin-suka.ac.id. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/8736/1/WASTUTI%20KONSEP%20TA%27DIB%20DALAM%20PENDIDIKAN%20ISLAM%20%28STUDI%20ATAS%20PEMIKIRAN%20SYED%20MUHAMMAD%20NAQUIB%20AL-ATTAS%29.pdf.
(2) (PDF) KONSEP TA'DIB DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Studi atas Pemikiran Syed .... https://www.academia.edu/9725819/KONSEP_TADIB_DALAM_PENDIDIKAN_ISLAM_Studi_atas_Pemikiran_Syed_Muhammad_Naquib_al_Attas.
(3) KONSEP TA’DIB PERSPEKTIF SYED MUHAMMAD NAQUIB AL ATTAS DAN RELEVANSINYA .... https://bing.com/search?q=Konsep+Ta%27dib+menurut+Syed+Muhammad+Naquib+al-Attas.
(4) KONSEP TA’DIB PERSPEKTIF SYED MUHAMMAD NAQUIB AL ATTAS DAN RELEVANSINYA .... http://eprints.umpo.ac.id/4957/.
(5) KONSEP TA’DIB PERSPEKTIF SYED MUHAMMAD NAQUIB AL ATTAS DAN RELEVANSINYA .... http://eprints.umpo.ac.id/4957/1/HALAMAN%20DEPAN.pdf.
(6) Konsep ta’dib dalam pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas. http://etheses.uin-malang.ac.id/4333/.
