Apple Naikkan Harga iPhone Model Lama Setelah Rilis iPhone Baru

Apple mengambil langkah yang tidak biasa setelah memperkenalkan lini iPhone terbarunya. Alih-alih menurunkan harga generasi sebelumnya seperti yang lazim dilakukan setelah peluncuran model baru, perusahaan justru menaikkan harga sejumlah iPhone lama hingga US$100.
Penyesuaian tersebut terlihat pada toko daring resmi Apple. Harga dasar iPhone 16 kini menjadi US$799, sedangkan iPhone 17e dipasarkan mulai US$699. Sementara itu, iPhone 17 dibanderol mulai US$899 dan iPhone Air mulai US$1.099.
Kebijakan ini menjadi perubahan yang cukup mencolok dalam strategi harga Apple. Biasanya, peluncuran generasi baru memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan model sebelumnya dengan harga yang lebih rendah.
Harga iPhone Lama Ikut Naik
Kenaikan harga tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Di sejumlah pasar internasional, penyesuaian harga disebut lebih signifikan karena perbedaan nilai tukar dan struktur biaya di masing-masing negara.
Di India, misalnya, harga sejumlah model iPhone lama dilaporkan mengalami kenaikan hingga sekitar 20 persen.
Pada saat yang sama, Apple menghentikan penjualan iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max melalui toko resminya. Kedua model tersebut biasanya ditarik dari lini penjualan langsung setelah generasi Pro terbaru diperkenalkan.
Langkah tersebut sekaligus membuat konsumen yang menginginkan model iPhone kelas atas harus beralih ke generasi terbaru atau mencari stok model sebelumnya melalui distributor lain.
Tekanan Harga Komponen
Salah satu faktor yang menjadi perhatian dalam strategi harga Apple adalah meningkatnya biaya komponen, terutama chip memori dan penyimpanan.
Permintaan terhadap memori dan storage meningkat seiring dengan ekspansi industri kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data. Perusahaan teknologi dan penyedia layanan cloud membutuhkan kapasitas memori serta penyimpanan dalam jumlah besar untuk mendukung pengoperasian dan pengembangan infrastruktur AI.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap rantai pasok industri elektronik, termasuk produsen perangkat konsumen seperti Apple.
Mantan CEO Apple Tim Cook sebelumnya juga telah berbicara mengenai tekanan biaya komponen dan rantai pasok. Dalam beberapa kesempatan, Cook mengatakan Apple terus mengevaluasi dampak perubahan biaya terhadap bisnis perusahaan.
Karena sebagian biaya produksi tidak selalu dapat diserap perusahaan sepenuhnya, kenaikan harga komponen pada akhirnya dapat tercermin dalam harga produk yang dibayarkan konsumen.
