Atasi Negative Energy Balance, Tim Dosen Divisi Nutrisi Ternak Perah IPB
Tulisan dari Nova Adila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kenalkan Teknologi Ca-Soap kepada Peternak KPBS Pangalengan melalui Program Dosen Pulang Kampung

Pangalengan – Pada awal masa laktasi, kebutuhan energi sapi perah kerap melonjak lebih cepat dibandingkan kemampuannya mengonsumsi pakan. Kondisi ini memicu negative energy balance (NEB) yang dapat menurunkan produksi dan performa ternak.
Menjawab persoalan tersebut, tim dosen Divisi Nutrisi Ternak Perah (NTP), Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) IPB University, memperkenalkan teknologi lemak terproteksi berbentuk sabun kalsium (Ca-Soap) kepada peternak di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan pada 4–5 September 2026. Kegiatan bertemakan "Introduksi Teknologi Lemak Terproteksi untuk Mengatasi Negative Energy Balance pada Sapi Perah" ini digelar melalui program Dosen Pulang Kampung yang difasilitasi Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University. Kegiatan ini menjadi sarana untuk membawa hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi agar dapat lebih dekat dengan kebutuhan peternak di lapangan.
NEB merupakan kondisi yang umum terjadi pada sapi perah, terutama ketika memasuki awal masa laktasi. Pada fase tersebut, kebutuhan energi meningkat seiring dengan tingginya produksi susu, sementara konsumsi pakan belum mampu memenuhi kebutuhan energi tubuh. Jika tidak ditangani dengan strategi nutrisi yang tepat, kondisi tersebut dapat memengaruhi kondisi tubuh dan produktivitas sapi. Teknologi Ca-Soap memungkinkan lemak dimanfaatkan sebagai sumber energi tambahan dalam ransum tanpa banyak terurai oleh mikroba rumen. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi sapi, suplementasi ini juga berpotensi meningkatkan produksi susu sekaligus kandungan Conjugated Linoleic Acid (CLA) yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Sebanyak 38 peserta, terdiri atas penyuluh koperasi dan peternak, mengikuti kegiatan ini. Materi disampaikan oleh tiga pakar: Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr. membahas dasar-dasar nutrisi sapi perah, Prof. Dr. Despal, S.Pt., M.Sc.Agr. menjelaskan manfaat suplementasi lemak terproteksi, sedangkan Dr. Rika Zahera, S.Pt., M.Si. memaparkan prinsip dan proses pembuatan Ca-Soap.
Peserta juga praktik langsung membuat Ca-Soap dari bahan baku Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), didampingi Dr. Annisa Rosmalia, S.Pt, M.Si bersama mahasiswa Program Sarjana, Magister, dan Doktor Departemen INTP, serta dua peneliti BRIN, Ruslan Abdul Gopar, S.Pt., M.Si dan Dr. Dwitamy Anzhany, S.Pt, M.Si.
Sebagai tindak lanjut, teknologi ini akan diujicobakan lewat demoplot pada sapi milik 15 peternak selama satu bulan, dipantau mahasiswa S1 melalui kegiatan capstone. PT Apical turut mendukung penyediaan Ca-Soap komersial untuk uji coba tersebut. Keberhasilan program selanjutnya akan dievaluasi melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama pihak terkait untuk mengetahui efektivitas penerapan teknologi serta dampaknya bagi peternak.
Program ini menjadi salah satu wujud hilirisasi riset IPB agar teknologi yang dikembangkan di kampus tidak berhenti di ruang penelitian, melainkan langsung memberi manfaat bagi peternak dalam mengatasi NEB secara mandiri dan berkelanjutan.

