Konten Media Partner

Dinosaurus Raksasa 'Setara Sembilan Gajah Dewasa' Berhasil Diidentifikasi dari Fosil di Thailand

BBC NEWS INDONESIA verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Dinosaurus Raksasa 'Setara Sembilan Gajah Dewasa' Berhasil Diidentifikasi dari Fosil di Thailand

Nagatitan hidup antara 100 hingga 120 juta tahun lalu.
zoom-in-whitePerbesar
Nagatitan hidup antara 100 hingga 120 juta tahun lalu.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi jenis baru dinosaurus raksasa berleher panjang dari fosil yang ditemukan di Thailand.

Dinosaurus tersebut, yang dinamai Nagatitan, merupakan yang terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara.

Hewan ini diperkirakan memiliki berat 27 ton—setara dengan sembilan gajah Asia dewasa—dan panjang mencapai 27 meter, lebih panjang daripada diplodokus.

Seperti dinosaurus tersebut, Nagatitan termasuk dalam keluarga sauropoda, yakni herbivora berleher panjang.

Tim peneliti dari Inggris dan Thailand mengidentifikasi spesies ini berdasarkan fosil yang ditemukan di dekat sebuah kolam di wilayah timur laut Thailand sekitar satu dekade lalu.

Mereka mengatakan temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana perubahan kondisi iklim purba memungkinkan dinosaurus raksasa berkembang.

Nama lengkap dinosaurus tersebut adalah Nagatitan chaiyaphumensis.

Kata "naga" merujuk pada makhluk ular dalam mitologi Asia Tenggara, ada pun "titan" merujuk pada dewa-dewa dalam mitologi Yunani, dan chaiyaphumensis berarti "berasal dari Chaiyaphum", provinsi tempat fosil tersebut ditemukan.

Dinosaurus ini hidup antara 100 hingga 120 juta tahun lalu—sekitar 40 juta tahun lebih awal daripada Tyrannosaurus rex—dan berukuran sekitar dua kali lebih besar dari spesies tersebut.

Thitiwoot Sethapanichsakul, mahasiswa doktoral asal Thailand di University College London (UCL), menjadi penulis utama studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.

Dia mengatakan para peneliti menyebut Nagatitan sebagai "titan terakhir" dari Thailand, karena fosilnya ditemukan di formasi batuan yang merupakan lapisan pengandung dinosaurus paling muda di negara tersebut.

"Lapisan batuan yang lebih muda, yang terbentuk mendekati akhir zaman dinosaurus, kecil kemungkinannya mengandung sisa-sisa dinosaurus karena wilayah ini pada saat itu telah menjadi laut dangkal. Karena itu, ini bisa jadi merupakan sauropoda besar terakhir atau yang paling muda yang akan ditemukan di Asia Tenggara," ujarnya.

Periset Thitiwoot Sethapanichsakul berpose dengan tulang kaki depan dinosaurus Nagatitan.

Sethapanichsakul, yang mengaku sebagai "bocah penggemar dinosaurus", mengatakan dalam siaran pers UCL bahwa studi ini juga "memenuhi janji masa kecil untuk menamai seekor dinosaurus".

Nagatitan merupakan dinosaurus ke-14 yang dinamai di Thailand.

Ahli paleontologi Dr Sita Manitkoon dari Mahasarakham University mengatakan bahwa negara tersebut memiliki keragaman fosil dinosaurus yang tinggi dan "mungkin menjadi yang terbesar ketiga di Asia dalam hal jumlah temuan sisa dinosaurus".

Nagatitan hidup pada masa ketika kadar karbon dioksida di atmosfer Bumi meningkat seiring suhu global yang tinggi.

Salah satu penulis studi, Profesor Paul Upchurch dari UCL, mengatakan keluarga dinosaurus sauropoda pada masa itu berkembang menjadi sangat besar.

Dia mengatakan kepada National Geographic, "terasa agak aneh bahwa sauropoda mampu bertahan dalam kondisi suhu yang lebih tinggi", mengingat tubuh besar cenderung menahan panas dan lebih sulit didinginkan.

Dia juga mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa "kemungkinan suhu tinggi tersebut memengaruhi ketersediaan tumbuhan yang menjadi sumber makanan penting bagi sauropoda, yang merupakan herbivora berukuran sangat besar".