Konten dari Pengguna

Edukasi K3, Wujudkan Pengelolaan Sampah Organik melalui Biopori di Desa Kranggan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizqiku Aulia Rachman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumentasi Mahasiswa KKN UNDIP melakukan Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengelolaan biopori
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Mahasiswa KKN UNDIP melakukan Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengelolaan biopori

Klaten — Sampah organik rumah tangga masih menjadi persoalan yang belum tertangani secara optimal di sejumlah wilayah pedesaan, termasuk di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Salah satu solusi yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat adalah pembuatan lubang resapan biopori, yakni metode pengelolaan sampah organik sekaligus peningkatan daya resap air tanah. Namun demikian, proses pembuatan biopori yang melibatkan aktivitas pengeboran tanah, penggunaan alat tajam, serta kontak langsung dengan sampah organik menyimpan potensi bahaya kerja yang sering kali luput dari perhatian masyarakat.

Menjawab persoalan tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro 2026 yang bertugas di Desa Kranggan melaksanakan program kerja multidisiplin bertajuk "Gerakan Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga melalui Biopori untuk Desa yang Bersih dan Sehat", sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Dalam program ini, Rizqiku Aulia Rachman, mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, berkontribusi pada aspek edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses pembuatan biopori. Kegiatan dilaksanakan di RT 07, Desa Kranggan, melalui dua rangkaian utama, yaitu sesi edukasi pada 23 Juli 2026 dan sesi praktik pembuatan biopori pada 26 Juli 2026.

Edukasi K3: Mengenal Bahaya dan Pentingnya APD Sebelum Praktik

Sumber: Dokumentasi Mahasiswa KKN UNDIP melakukan edukasi dan pengenalan konsep dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi K3 yang dilaksanakan pada 23 Juli 2026. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan saat menangani sampah organik dan alat pengeboran tanah, identifikasi potensi bahaya selama proses pembuatan biopori, mulai dari penggunaan alat seperti bor tanah dan linggis, hingga penerapan prinsip ergonomi agar posisi tubuh saat mengebor dan mengangkat material tetap aman dan tidak menimbulkan cedera otot.

Sebagai media edukasi pendukung, tim turut memproduksi video informatif yang membahas pentingnya penggunaan APD dalam meminimalkan risiko kecelakaan dan paparan bahaya selama proses pembuatan maupun pengelolaan biopori. Video ini ditayangkan langsung di hadapan warga sebagai bagian dari sesi edukasi, sekaligus memperkenalkan alat dan bahan yang akan digunakan pada sesi praktik, yaitu pipa berdiameter 4 inci, tutup pipa, bor tanah, linggis, sekop kecil, sarung tangan, serta sampah organik rumah tangga.

Praktik Pembuatan Biopori dengan Prosedur Kerja Aman

Sumber: Dokumentasi Mahasiswa KKN UNDIP melakukan Praktik pembuatan Biopori di lingkungan RT.07 Desa Kranggan

Tiga hari berselang, tepatnya pada 26 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan lubang biopori bersama warga RT 07. Dalam sesi ini, warga didampingi untuk mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan biopori, mulai dari pengeboran lubang tanah, pemasangan pipa berlubang sebagai saluran resapan, hingga pengisian sampah organik ke dalam lubang biopori, dengan tetap menerapkan penggunaan APD dan prosedur kerja yang aman sebagaimana telah disampaikan pada sesi edukasi sebelumnya.

Sebagai pedoman yang dapat terus digunakan warga, tim turut menyusun dan membagikan poster Standar Operasional Prosedur (SOP) Aman Pembuatan Biopori, yang memuat langkah-langkah kerja secara berurutan disertai ilustrasi visual mengenai posisi kerja yang aman dan penggunaan APD yang sesuai. Poster ini diserahkan kepada warga RT 07 sebagai referensi apabila hendak membuat maupun merawat lubang biopori secara mandiri di kemudian hari.

Antusiasme Warga dan Harapan Keberlanjutan Program

Sumber: Dokumentasi Mahasiswa KKN UNDIP Memberikan luaran berupa Poster K3 terkait SOP AMAN

Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan keterlibatan aktif ibu-ibu warga RT 07 dalam sesi edukasi maupun praktik pembuatan biopori. Warga menunjukkan minat yang tinggi terhadap materi K3 yang disampaikan, mengingat sebagian besar dari mereka belum terbiasa menerapkan prosedur keselamatan kerja dalam kegiatan rumah tangga sehari-hari, termasuk saat mengelola sampah organik secara mandiri.

Melalui program ini, tim KKN berharap warga RT 07 Desa Kranggan tidak hanya mampu menerapkan pengelolaan sampah organik berbasis biopori secara berkelanjutan, tetapi juga semakin terbiasa menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam berbagai aktivitas rumah tangga. Program kerja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penulis/Reporter: Rizqiku Aulia Rachman

Fotografer: Fadlian Hakimaulana

Kontak Media: @kkn_26kranggan