Kerja Sama dengan Microsoft Tak Lagi Eksklusif, OpenAI Bisa Gandeng Amazon cs
ยทwaktu baca 2 menit

Microsoft dan OpenAI resmi mengubah kesepakatannya, yang selama ini memberi Microsoft hak eksklusif menjual model kecerdasan buatan (AI) milik OpenAI. Langkah ini membuka jalan bagi OpenAI untuk menawarkan teknologi seperti ChatGPT ke penyedia cloud lain, termasuk Amazon.
Perubahan kerja sama tersebut diumumkan kedua perusahaan dalam pernyataan bersama pada Senin (27/4) waktu setempat. Kesepakatan baru ini dinilai menjadi titik penting dalam hubungan dua raksasa teknologi yang selama beberapa tahun terakhir menjadi motor industri AI global.
Dengan berakhirnya hak eksklusif Microsoft, model AI OpenAI kini dapat dipasarkan melalui platform cloud lain di luar Azure. Artinya, perusahaan yang ingin memakai teknologi OpenAI tidak lagi harus bergantung pada ekosistem Microsoft.
Sebagai imbalannya, Microsoft tidak lagi diwajibkan membayar porsi pendapatan atas produk OpenAI yang dijual ulang melalui layanan cloud miliknya.
Microsoft dan OpenAI menyebut revisi kontrak ini memberi struktur kerja sama yang lebih jelas dan stabil, sekaligus memberi ruang bagi kedua perusahaan untuk mengejar peluang bisnis baru.
"Prediktabilitas yang lebih besar dalam perjanjian yang telah diubah ini memperkuat kemampuan bersama kami untuk membangun dan mengoperasikan platform AI dalam skala besar, sekaligus memberi kedua perusahaan fleksibilitas untuk mengejar peluang baru," kata Microsoft dan OpenAI dalam pernyataan bersama, mengutip Bloomberg.
Meski eksklusivitas dihapus, Microsoft tetap menjadi penyedia cloud utama OpenAI. Produk baru OpenAI juga akan tersedia lebih dulu di Azure sebelum masuk ke platform lain.
Artinya, Azure masih memegang posisi strategis dalam distribusi teknologi OpenAI, meski tidak lagi menjadi satu-satunya kanal resmi.
Kesepakatan ini juga mempertegas arah ekspansi OpenAI yang kini membutuhkan kapasitas komputasi jauh lebih besar. Perusahaan tersebut sebelumnya sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia cloud lain, termasuk Amazon, untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur AI yang terus meningkat.
Di sisi finansial, Microsoft masih akan menerima bagi hasil pendapatan dari OpenAI hingga 2030. Sebelumnya, pembayaran itu bisa berhenti jika OpenAI berhasil mencapai artificial general intelligence atau AGI, yakni sistem AI yang menyamai kemampuan manusia di berbagai tugas.
Selain itu, Microsoft saat ini memegang 27 persen saham OpenAI setelah restrukturisasi perusahaan menjadi entitas berorientasi profit tahun lalu.
Hubungan keduanya juga sedang menjadi sorotan karena pekan ini Microsoft dan OpenAI akan berhadapan dengan Elon Musk di pengadilan. Musk menuding OpenAI meninggalkan prinsip awalnya setelah berubah menjadi perusahaan profit dengan dukungan miliaran dolar AS dari Microsoft.
