KKN UNS Hadirkan Conveyor Belt Manual: Dukung Kebersihan Kandang Ayam BUMDes

Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret yang berbagi cerita pengabdian, potensi desa, inovasi, serta pengalaman bersama masyarakat Desa Karanggondang, Jepara.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Azka Barrah Khansa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan.
Salah satu program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNS di Desa Karanggondang, Kabupaten Jepara, adalah “Optimalisasi Pembersihan Kandang Ayam melalui Conveyor Belt Manual”. Program ini dilatarbelakangi oleh proses pembersihan kandang ayam milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karanggondang yang masih membutuhkan tenaga manual cukup besar, khususnya dalam mengumpulkan dan memindahkan kotoran ayam dari area kandang.
Kebersihan kandang merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan usaha peternakan ayam. Penumpukan kotoran tidak hanya dapat menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan kandang dan meningkatkan beban kerja pengelola. Oleh karena itu, diperlukan alat bantu yang mampu mempermudah proses pembersihan tanpa menimbulkan biaya pengadaan dan operasional yang terlalu tinggi.
Inovasi Sederhana Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, mahasiswa KKN merancang dan menyediakan satu unit conveyor belt manual berbasis terpal. Alat ini berfungsi membantu mengumpulkan dan memindahkan kotoran ayam dari bagian bawah kandang menuju tempat pembuangan atau penampungan.
Penggunaan terpal dipilih karena bahannya relatif mudah diperoleh, ekonomis, dan dapat digunakan dalam sistem pengoperasian sederhana. Berbeda dengan conveyor otomatis yang memerlukan motor penggerak dan sumber listrik, alat ini dioperasikan secara manual sehingga lebih mudah diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi kandang BUMDes Karanggondang.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan alat. Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan kepada pengelola kandang mengenai cara menggunakan serta merawat conveyor belt secara sederhana. Pendampingan ini dilakukan agar alat dapat dioperasikan secara mandiri dan tetap berfungsi dengan baik setelah kegiatan KKN berakhir.
Pemahaman mengenai penggunaan dan perawatan menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Keberhasilan teknologi tepat guna tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan alat, tetapi juga oleh kemampuan pengguna dalam mengoperasikan, memelihara, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan di lapangan.
Mendorong Efisiensi Pengelolaan Kandang
Output utama program ini adalah tersedianya satu unit conveyor belt manual berbasis terpal sebagai alat bantu pembersihan dan pembuangan kotoran ayam di kandang BUMDes Karanggondang. Selain itu, pengelola kandang telah memperoleh pemahaman dasar mengenai tata cara penggunaan dan perawatan alat agar dapat digunakan secara mandiri.
Dalam jangka berikutnya, penggunaan conveyor belt manual tersebut diharapkan dapat mengurangi beban kerja pengelola, mempercepat proses pembuangan kotoran, serta membantu menjaga kebersihan lingkungan kandang. Alat ini juga diharapkan menjadi solusi teknologi tepat guna yang ekonomis, mudah digunakan, dan relevan dengan kondisi usaha peternakan ayam yang dikelola BUMDes.
Meskipun dirancang dengan mekanisme yang sederhana, keberadaan alat ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus menggunakan teknologi yang kompleks dan berbiaya tinggi. Inovasi dapat dimulai dari pemahaman terhadap permasalahan sehari-hari, kemudian diwujudkan melalui solusi praktis yang dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat.
KKN sebagai Ruang Kolaborasi dan Pengabdian
Pelaksanaan program ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki, sedangkan masyarakat mendapatkan alternatif solusi yang dapat mendukung kegiatan ekonomi dan pengelolaan usaha desa.
Bagi mahasiswa, KKN bukan sekadar pelaksanaan program kerja, melainkan proses pembelajaran sosial yang mempertemukan pengetahuan akademis dengan kondisi nyata di tengah masyarakat. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa belajar mengidentifikasi kebutuhan, merancang solusi, bekerja sama, dan mempertanggungjawabkan manfaat dari program yang dilaksanakan.
Mahasiswa KKN UNS di Desa Karanggondang berharap conveyor belt manual ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan pengelola kandang. Evaluasi terhadap penggunaan alat juga penting dilakukan agar kekurangan yang ditemukan selama pengoperasian dapat menjadi dasar untuk perbaikan dan pengembangan berikutnya.
Besar harapan kami agar setiap kegiatan KKN mampu memberikan dampak dan manfaat positif bagi masyarakat serta turut mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. Mahasiswa diharapkan senantiasa mengambil peran dalam memajukan kehidupan berbangsa melalui pengetahuan, kepedulian sosial, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang ditinggalkan. Melalui inovasi conveyor belt manual ini, mahasiswa KKN UNS Desa Karanggondang berupaya menghadirkan kontribusi sederhana yang dapat membantu pengelolaan kandang ayam BUMDes menjadi lebih efisien, bersih, dan berkelanjutan.
