Kumparan Logo

Komdigi Desak WhatsApp Jelaskan Penyebab Akun Terblokir, Senin Harus Dijawab

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Komdigi. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo Komdigi. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta klarifikasi kepada Meta terkait banyaknya kasus akun WhatsApp di Indonesia yang terblokir hingga tak bisa digunakan secara permanen, dan beberapa kasus ternyata ditemukan telah diretas lalu disalahgunakan untuk promosi judi online.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa Meta diminta menjelaskan tiga hal secara tertulis: penyebab pemblokiran atau hilangnya akun WhatsApp, langkah penanganan yang sudah maupun sedang dilakukan, dan status pemulihan akun-akun yang terdampak.

"Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, pada tanggal 14 Agustus, telah menyampaikan surat permintaan klarifikasi kepada Meta Indonesia terkait permasalahan sejumlah akun WhatsApp yang hilang atau terblokir," kata Alexander.

"Melalui surat tersebut, Meta diminta memberikan klarifikasi tertulis mengenai penyebab pemblokiran atau hilangnya akun WhatsApp, langkah penanganan yang telah dan/atau sedang dilakukan, serta status pemulihan akun yang terdampak," tambahnya.

Komdigi memberi Meta tenggat waktu lima hari, paling lambat Senin, 24 Agustus 2026, untuk merespons dan menjawab. Alexander juga menegaskan Meta wajib menyediakan kanal aduan khusus bagi pengguna yang menjadi korban peretasan dan suspend akun.

"Secara paralel pemerintah akan meminta klarifikasi kepada pihak Meta dan memastikan Meta menindaklanjuti aduan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku pada platform," kata Alexander dalam keterangan kepada kumparanTEKNO.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar. Foto: Dok. Komdigi

Alexander juga meminta perwakilan Meta datang ke kantor Komdigi untuk memberikan keterangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam menyelenggarakan layanan yang baik bagi pengguna di Indonesia.

Dalam sebulan terakhir, banyak warga Indonesia melaporkan akun WhatsApp-nya terblokir walau mereka tak melakukan tindakan ilegal. Aykaputri Amalia, merupakan salah satu jurnalis kumparan yang mengalaminya.

Mirsan S, juga melaporkan dua akun WhatsApp-nya terblokir, dan salah satu akun itu terblokir setelah ia menerima banyak pesan promosi judi online. Setelah akunnya pulih, dia menemukan akun WhatsApp-nya mengirim pesan berisi tautan judi online ke banyak nomor tak dikenal.

Juru bicara WhatsApp Indonesia mengatakan kepada kumparanTEKNO pada awal Agustus 2026, bahwa mereka terkadang melakukan kesalahan dalam hal pemblokiran akun. Berikut ini pernyataan lengkap juru bicara WhatsApp Indonesia.

“Kami senantiasa berupaya untuk selangkah lebih maju dari pihak-pihak yang mencoba menyalahgunakan layanan kami serta memblokir akun demi menjaga keamanan pengguna lain. Terkadang kami melakukan kesalahan, dan jika itu terjadi, kami berusaha memperbaikinya secepat mungkin agar pengguna dapat kembali berkirim pesan."

- Juru bicara WhatsApp -