Kulit Wanita Ini Menghitam Setelah Minum Obat Antibiotik buat Rosacea
ยทwaktu baca 3 menit

Seorang wanita berusia 68 tahun di Amerika Serikat mengalami perubahan warna kulit yang tidak biasa setelah mengonsumsi obat antibiotik untuk mengatasi rosacea. Dalam waktu singkat, bercak gelap muncul di beberapa bagian tubuhnya, mulai dari lengan hingga kaki. Studi kasus ini tayang di jurnal The New England Journal of Medicine.
Awalnya bercak tersebut tampak seperti memar berwarna biru tua dan ungu. Namun, seiring berjalannya waktu, warnanya berubah menjadi hitam pekat. Saat memeriksa pasien, dokter menemukan hiperpigmentasi berwarna biru keabu-abuan pada lengan bawah dan tulang keringnya. Perubahan warna juga terlihat di sisi lidah pasien.
Wanita yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa bercak pertama kali muncul di kakinya sebelum menyebar ke bagian tubuh lain. Ia juga mengungkapkan bahwa dua minggu sebelum bercak muncul, dirinya mulai mengonsumsi minocycline, antibiotik oral yang diresepkan dokter.
Obat tersebut diberikan dalam dosis 100 miligram per hari untuk mengatasi rosacea, kondisi kulit kronis yang menyebabkan kemerahan dan peradangan pada wajah. Rosacea juga bisa memicu munculnya benjolan merah kecil dan jerawat bernanah di kulit. Antibiotik seperti minocycline diketahui dapat membantu mengurangi gejala tersebut karena memiliki efek antibakteri dan antiinflamasi.
Dokter kemudian mendiagnosis pasien mengalami hiperpigmentasi akibat minocycline tipe II. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna biru keabu-abuan pada kulit normal di bagian luar lengan dan kaki.
Selain tipe II, antibiotik ini juga diketahui dapat memicu dua jenis hiperpigmentasi lain. Tipe II, bercak biru kehitaman pada area kulit wajah yang mengalami luka atau peradangan. Tipe III, perubahan warna cokelat kusam pada area tubuh yang sering terkena sinar matahari.
Dokter meminta pasien menghentikan penggunaan minocycline dan menghindari paparan sinar matahari langsung karena sinar ultraviolet diduga dapat memperparah hiperpigmentasi. Enam bulan kemudian, warna gelap pada lengan dan kaki pasien mulai sedikit memudar, meski masih terlihat jelas.
Efek samping hiperpigmentasi sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya langka pada pengguna minocycline dengan rosacea. Sejumlah penelitian memperkirakan sekitar 28 persen pasien dapat mengalami kondisi tersebut, meski angka pastinya belum diketahui.
Fakta menarik lainnya adalah kecepatan munculnya gejala. Perubahan warna kulit terjadi hanya dua minggu setelah pasien mulai mengonsumsi obat. Biasanya, hiperpigmentasi tipe II dan tipe III baru muncul setelah penggunaan obat selama berbulan-bulan.
Para peneliti menjelaskan bahwa kondisi ini kemungkinan berkaitan dengan penumpukan metabolit obat di dalam tubuh. Zat hasil pemecahan minocycline dapat berikatan dengan zat besi lalu menumpuk di sel imun bernama makrofag.
Selain itu, obat ini juga diduga meningkatkan aktivitas sel penghasil melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit. Kombinasi tersebut dapat menyebabkan munculnya bercak gelap yang bertahan lama.
Dalam beberapa kasus, warna kulit dapat memudar setelah berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah obat dihentikan. Namun pada hiperpigmentasi tipe III, perubahan warna kadang bersifat permanen.
