OpenAI Perkuat Kerja Sama dengan Samsung, Kembangkan Chip Generasi Baru

kumparanTEKNOverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi OpenAI. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi OpenAI. Foto: Shutterstock

OpenAI terus memperkuat kerja sama dengan Samsung Electronic dalam mengembangkan semikonduktor dan layanan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kerja sama ini dilakukan saat perusahaan di balik ChatGPT tersebut mulai mengembangkan chip AI buatannya sendiri.

Kolaborasi OpenAI dan Samsung mencakup produksi bersama serta riset untuk chip generasi berikutnya yang sedang dikembangkan OpenAI.

"Salah satu area di mana kami telah membuat kemajuan paling besar dan mendapatkan pengakuan paling banyak bersama Samsung Electronics adalah produksi bersama dan penelitian untuk chip generasi berikutnya yang sedang kami kembangkan," kata Harrison Kim, General Manager OpenAI Korea, dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (9/9).

Kim tidak merinci bentuk kerja sama maupun teknologi chip yang dimaksud. Ia juga menyebut Samsung Electronics sebagai salah satu perusahaan dengan penggunaan ChatGPT dalam skala terbesar di dunia.

Karyawan Samsung, baik di Korea Selatan maupun di negara lain, disebut menggunakan ChatGPT untuk berbagai kebutuhan pekerjaan, mulai dari riset dan pengembangan, pemasaran, hingga penjualan. Samsung Electronics dalam pernyataannya mengatakan tidak dapat mengonfirmasi informasi yang berkaitan dengan pelanggannya.

OpenAI Mulai Kembangkan Chip AI Sendiri

Kerja sama dengan Samsung menjadi semakin penting bagi OpenAI seiring perusahaan tersebut mulai mengembangkan chip AI buatannya sendiri. Pada Juni 2026, OpenAI memperkenalkan chip kecerdasan buatan kustom pertamanya yang dirancang bersama perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Broadcom.

CEO Broadcom Hock Tan menyerahkan cip "Jalapeno" kepada CEO OpenAI Sam Altman dan Greg Brockman. Langkah ini menandai strategi penting OpenAI dalam membangun infrastruktur mandiri yang lengkap untuk model dan produk AI mereka. Foto: Dok. OpenAI

Chip tersebut diberi nama Jalapeno dan dirancang oleh para insinyur OpenAI bersama Broadcom. Chip ditujukan untuk menjalankan proses AI inference, yakni proses ketika sistem AI mengolah data untuk menghasilkan jawaban atas permintaan pengguna, seperti yang terjadi pada ChatGPT.

Saat memperkenalkan chip tersebut, OpenAI mengatakan produksinya akan dilakukan oleh TSMC, perusahaan semikonduktor asal Taiwan. Selain mengembangkan chip sendiri, mereka juga membutuhkan pasokan komponen semikonduktor dari perusahaan-perusahaan Korea Selatan.

Tahun lalu, Samsung Electronics dan SK Hynix menandatangani surat pernyataan minat untuk memasok chip memori bagi proyek pusat data Stargate milik OpenAI.

Menurut Kim, kebutuhan terhadap chip memori akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi AI. Sistem AI yang semakin canggih membutuhkan chip dengan kemampuan lebih tinggi agar dapat menjalankan komputasi yang lebih cepat dan kompleks. Karena itu, kerja sama dengan pemasok semikonduktor Korea Selatan menjadi salah satu prioritas bagi OpenAI di negara tersebut.

Penggunaan AI di Samsung Makin Luas

Kolaborasi OpenAI dan Samsung berlangsung ketika perusahaan asal Korea Selatan itu juga semakin memperluas penggunaan AI generatif untuk kebutuhan internal.

Pada Juni 2026 lalu, Samsung mengatakan karyawan di divisi Device eXperience (DX) akan diperbolehkan menggunakan sejumlah layanan AI generatif untuk pekerjaan mereka. Divisi tersebut menaungi berbagai produk Samsung, termasuk smartphone, televisi, dan peralatan rumah tangga.

TM Roh, Presiden & CEO Samsung Electronics. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

Layanan AI yang dapat digunakan secara internal mencakup ChatGPT, Google Gemini, dan Anthropic Claude. Di sisi lain, OpenAI mencatat penggunaan ChatGPT Enterprise di perusahaan dan institusi Korea Selatan mengalami pertumbuhan pesat.

Jumlah pengguna ChatGPT Enterprise di perusahaan dan institusi Korea Selatan meningkat sekitar 28 kali lipat hingga akhir Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.

OpenAI mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan cara perusahaan menggunakan AI. Teknologi ini tidak lagi hanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan individu, tetapi mulai diterapkan dalam operasional perusahaan secara lebih luas.

Penggunaan AI kini mencakup berbagai fungsi bisnis, seperti bidang hukum, penjualan, keuangan, pemasaran, hingga operasional. OpenAI tidak mengungkap jumlah pengguna ChatGPT Enterprise secara absolut. Kendati begitu, Korea Selatan menjadi negara dengan jumlah pelanggan ChatGPT berbayar terbesar di luar Amerika Serikat hingga akhir tahun lalu.

OpenAI memperkirakan penggunaan AI di kalangan perusahaan akan semakin meningkat setelah peluncuran GPT-6 Astra pada 4 September 2026. GPT-6 Astra merupakan model AI terbaru OpenAI yang diklaim memiliki peningkatan kemampuan dalam menggunakan komputer, pekerjaan profesional, sains, pemrograman, dan keamanan siber.

Pengembangan kemampuan tersebut diharapkan semakin memperluas penggunaan AI dalam lingkungan kerja, termasuk untuk menjalankan tugas yang sebelumnya membutuhkan interaksi langsung dari manusia.

Bagi OpenAI, peningkatan penggunaan AI di perusahaan juga membuka kebutuhan yang semakin besar terhadap infrastruktur komputasi. Kondisi ini membuat kerja sama dengan produsen semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix menjadi semakin strategis.