Kumparan Logo

Samsung Prediksi Krisis Pasokan Memori Makin Akut Berlanjut hingga 2028

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Chipset. Foto: Rokas Tenys/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Chipset. Foto: Rokas Tenys/Shutterstock

Krisis pasokan chip memori yang sedang berlangsung global diperkirakan makin akut berlanjut hingga 2028, menurut perusahaan Samsung asal Korea Selatan, yang memiliki divisi Device Solutions yang memproduksi dan memasok sekitar sepertiga chip memori dunia.

Jaejune Kim, Executive VP of Memory Business Samsung, menyebut kondisi ini bisa menyebabkan menurunnya pasokan chip untuk perangkat yang khusus disediakan bagi konsumen.

"Kekurangan pasokan pada tahun 2027 diperkirakan akan memburuk dibandingkan tahun ini, dan diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2028," kata Jaejune, mengutip Reuters.

Kendati demikian, Samsung sudah mengantisipasi kondisi ini. Samsung telah menandatangani kesepakatan dengan sejumlah perusahaan untuk memastikan pasokan mereka aman selama lima tahun ke depan.

Ilustrasi Samsung. Foto: Bangla press/Shutterstock

Kesepakatan dengan sejumlah perusahaan itu akan menjamin ketersediaan pasokan chip untuk Samsung sebesar 60 hingga 70 persen dari total kapasitasnya, mencakup pembayaran di muka dan deal harga di awal untuk melindungi risiko investasi modal perusahaan.

Device Solutions, divisi semikonduktor Samsung membukukan laba operasional sebesar 61,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.116 triliun (kurs Rp 18.095) pada Q2 2026, meningkat lebih dari 250 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan global untuk memori berkecepatan tinggi (High Bandwidth Memory/HBM4, SOCAMM2, dan SSD server) untuk pusat data AI. Ditambah, harga rata-rata jual DRAM naik hingga pertengahan 40% dan NAND naik hingga mendekati 70% hanya dalam satu kuartal.

Namun di sisi lain, divisi mobile Samsung mencatat rugi 700 miliar won pada Q1 2026, atau sekitar Rp 8,7 triliun.

"Chip yang menguntungkan satu sisi Samsung kini merugikan sisi lainnya, membuat grup tersebut lebih rentan dari sebelumnya terhadap harga memori dan keberlanjutan permintaan dari penyedia layanan cloud skala besar," kata Josh Gilbert, seorang analis di eToro.

Meski mengalami kerugian pada disivi mobile, berdasarkan laporan keuangan resmi Q2 2026 Samsung Electronics, pendapatan perusahaan Korea Selatan itu meningkat 130% menjadi 171,5 triliun won pada kuartal tersebut dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.