Si “Buah Genit” di Kebun Raya Cibodas

Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ahli Pertama, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari ahmadsamsudin1975 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di tengah rimbunnya koleksi tumbuhan Kebun Raya Cibodas, ada satu pohon asal Asia Timur yang cukup mencuri perhatian. Buahnya berwarna jingga ketika matang, tetapi kulitnya dapat tampak seperti ditaburi bedak putih. Masyarakat mengenalnya dengan sebutan “buah genit” atau kesemek
Namanya memang terdengar menggelitik. Namun, di balik julukan tersebut tersimpan cerita menarik tentang sebuah tumbuhan subtropis yang telah beradaptasi dan menjadi bagian dari koleksi Kebun Raya Cibodas di kawasan pegunungan Jawa Barat.
Tumbuhan tersebut adalah Diospyros kaki L.f., yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai kesemek dan secara internasional populer dengan nama persimmon. Buahnya dikenal memiliki rasa manis ketika matang. Salah satu ciri yang membuatnya mudah dikenali adalah permukaan kulitnya yang terkadang terlihat putih, seolah-olah buah tersebut baru saja berdandan.
Mengapa Disebut “Buah Genit”?
Julukan “buah genit” memang terdengar menggelitik. Sebutan ini tidak lepas dari penampilan kulit buah kesemek yang dapat terlihat putih seperti sedang memakai bedak.
Namun, putih pada permukaan buah bukan sekadar hiasan. Pada buah kesemek, permukaan kulit dilindungi oleh kutikula (cuticle) yang dapat mengandung lapisan lilin alami. Lapisan tersebut berperan dalam melindungi permukaan buah dan membantu mengurangi kehilangan air. Dengan perlindungan alami ini, buah tidak mudah kehilangan kelembapan dan mengalami penyusutan.
Ada pula cerita menarik dari tradisi pascapanen kesemek. Di sejumlah daerah, buah kesemek secara tradisional direndam dalam larutan air kapur untuk membantu mengurangi rasa sepat. Setelah proses tersebut, residu berwarna putih dapat tertinggal pada permukaan kulit buah sehingga penampilannya semakin menyerupai buah yang sedang memakai bedak.
Jadi, jika kesemek terlihat seperti sedang “berdandan”, sebenarnya ada proses alami maupun tradisional yang berada di balik penampilannya. Tidak heran jika buah ini kemudian mendapat julukan yang cukup unik: “buah genit”.
Dari Asia Timur hingga Cibodas
Diospyros kaki merupakan tumbuhan yang berasal dari Asia Timur dan telah lama dibudidayakan di kawasan tersebut, termasuk China dan Jepang. Lalu, bagaimana tumbuhan yang dikenal dari wilayah subtropis tersebut dapat tumbuh di Kebun Raya Cibodas?
Jawabannya berkaitan dengan kondisi lingkungan Cibodas.
Berada di kawasan pegunungan Jawa Barat dengan udara yang relatif sejuk, Kebun Raya Cibodas menyediakan lingkungan yang memungkinkan sejumlah tumbuhan dari wilayah beriklim lebih dingin untuk tumbuh dan dipelihara. Kesemek menjadi salah satu contohnya.
Kemampuannya tumbuh di Cibodas juga menunjukkan bahwa koleksi tumbuhan di kebun raya tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar. Berbagai tumbuhan dari wilayah lain dikoleksi untuk dipelihara, diamati, didokumentasikan, dan dipelajari dalam rangka mendukung kegiatan konservasi, penelitian, dan pendidikan.
Kebun Raya Cibodas memiliki peran penting dalam konservasi tumbuhan secara ex situ, yaitu pelestarian tumbuhan di luar habitat alaminya. Dalam konteks tersebut, setiap koleksi memiliki nilai tersendiri karena menyimpan informasi mengenai identitas, asal-usul, pertumbuhan, hingga kemampuan adaptasi tumbuhan.
Saat ini, koleksi Kebun Raya Cibodas tercatat sekitar 12.550 spesimen yang mencakup 209 suku, 948 marga, dan 2.386 jenis. Di antara keragaman tersebut, kesemek merupakan salah satu koleksi dari famili Ebenaceae.
Dengan demikian, kesemek di Cibodas bukan sekadar pohon penghasil buah. Ia merupakan bagian dari sumber daya genetik tumbuhan yang dirawat dan didokumentasikan sebagai bagian dari koleksi ilmiah kebun raya.
Tiga Dekade Menjadi Bagian dari Koleksi
Menariknya, keberadaan kesemek di Kebun Raya Cibodas bukanlah sesuatu yang baru.
Data registrasi koleksi mencatat bahwa kesemek mulai diperkenalkan dan ditanam di Kebun Raya Cibodas pada 1996 sebanyak sembilan spesimen. Koleksi tersebut tercatat berada di Vak I.A dan Vak III.D.
Jika dihitung hingga 2026, keberadaan koleksi tersebut telah mencapai sekitar 30 tahun. Selama kurun waktu itu, kesemek menjadi bagian dari perjalanan panjang koleksi tumbuhan di Kebun Raya Cibodas.
Keberadaannya menjadi contoh menarik tentang bagaimana tumbuhan yang berasal dari wilayah lain dapat dipelihara dan diamati dalam lingkungan baru melalui kegiatan konservasi ex situ. Bukan hanya keberadaan pohonnya yang penting, tetapi juga informasi yang dapat diperoleh dari perjalanan pertumbuhan dan adaptasinya.
Dari Bunga Kecil Menjadi Buah Jingga
Kesemek memiliki penampilan yang khas. Pohonnya berukuran sedang dengan batang berkayu yang kokoh dan tajuk yang cukup rimbun. Daunnya berbentuk lonjong hingga elips dengan permukaan hijau yang tampak mengilap.
Salah satu daya tariknya muncul ketika daun mengalami perubahan warna. Menjelang periode gugur, daun dapat berubah warna dan menghadirkan gradasi yang mengingatkan pada suasana musim gugur di daerah subtropis.
Bunganya justru relatif sederhana dan tidak terlalu mencolok. Bunga berwarna putih hingga krem muncul di bagian ketiak daun dan dapat tersembunyi di balik rimbunnya tajuk.
Meski tampak sederhana, bunga tersebut memiliki peran penting. Dari bunga kecil yang nyaris luput dari perhatian itulah perjalanan sebuah buah kesemek dimulai.
Perjalanan tersebut berlangsung melalui beberapa tahap, dari kuncup, bunga, buah muda, hingga akhirnya menghasilkan buah matang berwarna jingga.
1. Fase Kuncup
Semuanya bermula dari kuncup bunga yang muncul di ketiak daun. Kuncup menjadi tanda awal dimulainya fase reproduksi tanaman.
2. Fase Pembungaan
Kuncup kemudian berkembang menjadi bunga. Pada fase ini berlangsung proses penyerbukan yang berperan dalam keberhasilan pembentukan buah.
Tidak semua bunga akan berakhir menjadi buah. Keberhasilan proses reproduksi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan dan proses penyerbukan.
3. Fase Buah Muda
Setelah terjadi pembuahan, bakal buah mulai berkembang. Buah yang masih muda umumnya berwarna hijau dan mengalami pertumbuhan yang cukup aktif.
Pada tahap ini, bentuk dan ukuran buah perlahan mulai terlihat, meskipun masih jauh dari penampilan kesemek matang yang biasa kita kenal.
4. Fase Pembesaran dan Perubahan Warna
Seiring pertumbuhannya, buah semakin besar. Warna kulit perlahan berubah dari hijau menuju kuning hingga jingga.
Pada saat yang sama, terjadi berbagai perubahan fisiologis di dalam buah. Salah satunya berkaitan dengan perubahan rasa. Rasa sepat yang menjadi karakter buah muda dapat berkurang seiring proses pematangan.
5. Fase Buah Matang
Inilah tahap yang paling menarik perhatian. Buah berubah menjadi jingga hingga jingga kemerahan dan teksturnya menjadi lebih lunak.
Pada kondisi matang, kesemek dikenal memiliki rasa yang manis dan menjadi salah satu buah khas yang banyak digemari.
Dari kuncup kecil yang tersembunyi di balik daun hingga menjadi buah berwarna mencolok, perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa sebuah buah yang kita nikmati merupakan hasil dari rangkaian proses biologis yang panjang.
Bukan Sekadar Pohon Buah
Keberadaan Diospyros kaki di Kebun Raya Cibodas memberikan gambaran bahwa koleksi tumbuhan di kebun raya tidak semata-mata ditujukan untuk memperindah kawasan.
Di balik setiap pohon terdapat nilai konservasi, penelitian, dan pendidikan.
Dalam konteks konservasi ex situ, koleksi kesemek menjadi bagian dari upaya memelihara tumbuhan yang berasal dari luar wilayah habitat alaminya. Keberadaan koleksi juga memungkinkan berbagai aspek tumbuhan untuk diamati dari waktu ke waktu, mulai dari pertumbuhan, perkembangan, hingga responsnya terhadap lingkungan.
Dalam bidang penelitian, kesemek dapat menjadi sumber informasi mengenai fenologi, pertumbuhan, dan kemampuan adaptasi tumbuhan subtropis pada lingkungan Cibodas.
Bagi masyarakat dan pengunjung, keberadaan pohon ini juga dapat menjadi media pembelajaran langsung. Pengunjung tidak hanya melihat sebuah pohon dengan buah berwarna jingga, tetapi juga dapat mengenal perjalanan panjang sebuah tumbuhan dari Asia Timur hingga menjadi bagian dari koleksi ilmiah di kawasan pegunungan Jawa Barat.
Cerita dari Sebuah Buah
Kesemek mungkin bukan tumbuhan yang setiap hari kita jumpai. Namun, keberadaannya di Kebun Raya Cibodas menunjukkan bahwa dunia tumbuhan selalu memiliki cerita menarik untuk dikenali.
Dari Asia Timur, Diospyros kaki menempuh perjalanan hingga akhirnya tumbuh di kawasan pegunungan Cibodas. Selama puluhan tahun, pohon ini menjadi bagian dari koleksi yang dirawat, didokumentasikan, dan dipelajari.
Dan ketika buahnya muncul dengan warna jingga serta kulit yang tampak seperti memakai bedak, kesemek seolah kembali mengingatkan kita bahwa alam memiliki caranya sendiri untuk menarik perhatian.
Boleh jadi, itulah alasan mengapa kesemek pantas menyandang julukan “buah genit”—bukan hanya karena penampilannya, tetapi juga karena kisah panjang yang tersembunyi di balik sebuah buah sederhana.
