Konten dari Pengguna

Wujud Syukur dan Komitmen Membangun Ekosistem Akademik UAJ yang Berkelanjutan

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Corporate Communication Unika Atma Jaya akan membawakan berita seputar Unika Atma Jaya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Keluarga Besar FBIS (Sumber: Unika Atma Jaya)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Keluarga Besar FBIS (Sumber: Unika Atma Jaya)

Jakarta – Terciptanya hal positif selalu membawa kebahagiaan yang patut disyukuri dan itulah yang dirasakan oleh sivitas akademika Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya. Rasa syukur tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan Misa syukur dan seminar sebagai bagian dari perayaan berdirinya Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS) yang dilaksanakan di Kampus 1 Semanggi pada Rabu (16/4).

FBIS merupakan fakultas baru yang terbentuk melalui proses perpaduan antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM). FBIS hadir sebagai upaya UAJ untuk membentuk model pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri serta memperkuat ekosistem akademik yang memberikan dampak berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa konselebran yang dipimpin oleh Kardinal Ignatius Suharyo bersama para imam di Kapel Albertus Magnus, Kampus Semanggi. Perayaan ini menjadi perwujudan rasa syukur atas terbentuknya FBIS UAJ. Dalam Homilinya, Kardinal menekankan pentingnya pembaruan yang berakar pada nilai pendiri. ”Setelah proses pembentukan FBIS yang lama, akhirnya berubah sesuatu yang baru. Harapannya, dengan kehadiran fakultas baru ini usaha kita untuk mewujudkan nilai-nilai para pendiri untuk Tuhan dan tanah air mendapat jalan-jalan baru dan kreatif,” ujarnya.

Kardinal Ignatius Suharyo (Sumber: Unika Atma Jaya)

Sejalan dengan refleksi Kardinal, Dekan FBIS, Dr. Irenius Dwinanto Bimo, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi seluruh pihak dalam membentuk FBIS. Ia juga mengutip dari tulisan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Fratelli Tutti dan menyoroti bahwa tidak ada mimpi yang dapat berjalan sendirian, setiap orang membutuhkan sesama untuk membangun. ”Kita membutuhkan komunitas untuk saling menguatkan dalam melangkah ke depan, mimpi nyata dibangun bersama-sama. Karena itu, saya harap semangat ini kita bawa terus dan membangun FBIS bersama berkat Tuhan serta bertumbuh dalam harmoni menuju masa depan penuh harapan,” ungkapnya.

Dekan FBIS, Dr. Irenius Dwinanto Bimo, S.E., M.Si. (Sumber: Unika Atma Jaya)

Usai misa, kegiatan dilanjutkan ke Gedung Yustinus Lt. 15, Kampus Semanggi dengan seminar bertajuk ”Symphony of Excellence: Berakar dalam Kasih, Bersatu dalam Pelayanan.” Pastor Eko Wahyu OSC hadir sebagai narasumber untuk mengajak peserta merefleksikan makna sinergi dan kolaborasi dalam komunitas, dua nilai yang menjadi fondasi FBIS sebagai rumah bagi dua fakultas yang kini melebur menjadi satu.

Dalam pemaparannya, Pastor Eko menekankan bahwa kasih merupakan dasar utama dalam membangun komunitas yang utuh dan berkelanjutan. Ia berharap pembukaan FBIS ini menciptakan momentum pemersatu antara dua fakultas agar menjadi satu keluarga dan melayani dengan rendah hati.

Narasumber, Pastor Eko Wahyu OSC (Sumber: Unika Atma Jaya)

”Hal yang menjadi keutamaan dan selalu digaungkan adalah kerendahan hati. Saya yakin teman-teman tidak hanya mencari lelah dalam bekerja, tapi juga kedamaian dan hal itu hanya dapat diperoleh oleh orang-orang yang rendah hati,” jelasnya.

Melalui rangkaian ini, UAJ menegaskan pembentukan FBIS dimaknai sebagai awal perjalanan akademik yang berakar pada iman dan kebersamaan. Bergerak dengan kerendahan hati, FBIS melangkah maju sebagai satu keluarga dalam pelayanan, dan siap untuk terus berkarya bagi Tuhan dan Tanah air.

(STV)