AI ChatGPT Ketahuan Curang saat Main Game StarCraft, Kewalahan Lawan Bot Lain

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ChatGPT dan Claude. Foto: Primakov/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ChatGPT dan Claude. Foto: Primakov/Shutterstock

Model AI ChatGPT buatan OpenAI, GPT-6 Astra, ketahuan melakukan kecurangan saat bermain game StarCraft melawan bot AI lain dan bot yang dibuat manusia. Insiden itu terjadi dalam kompetisi bot StarCraft bernama StarSkirmish.

StarSkirmish mempertemukan bot pemain StarCraft yang dibuat AI (artificial intelligence) dengan bot hasil pengembangan manusia.

Dalam kompetisi tersebut, bot buatan GPT-6 Astra dan Claude Opus 5.5 mencatat performa yang hampir setara sebagai bot buatan AI terbaik. Namun, keduanya belum mampu mengungguli Stardust, bot legendaris buatan manusia karya Bruce Mackenzie Nielsen pada 2020 yang dirancang untuk memainkan game strategi StarCraft: Brood War dengan performa tinggi.

GPT-6 Astra menghadapi Claude dan bot buatan manusia bernama Pluto pada Jumat (2/10) waktu setempat. Namun, menurut laporan Kotaku, GPT-6 Astra kesulitan mendapatkan keunggulan dalam pertandingan tersebut.

Alih-alih terus bertanding dengan kemampuannya sendiri, GPT-6 Astra kemudian mengambil jalan pintas. Bot tersebut mengunduh Stardust dan menjalankannya sebagai pengganti bot miliknya sendiri. Dengan kata lain, GPT-6 Astra menggunakan bot lawan untuk membantunya memenangkan pertandingan.

Tindakan tersebut jelas melanggar aturan StarSkirmish. Kai McPheeters, pembuat StarSkirmish, kemudian mengembalikan kode GPT-6 Astra ke kondisi sebelumnya.

X post embed

GPT-6 Astra Pilih Jalan Keluar saat Terdesak

Tindakan GPT-6 Astra yang keluar dari aturan ketika menghadapi kesulitan disebut bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan. Model AI modern sebelumnya juga pernah mengambil langkah tidak biasa ketika menghadapi hambatan dalam menjalankan tugas.

Dalam salah satu kasus, agen OpenAI tidak bisa mendapatkan data yang mereka inginkan dari sebuah situs milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Agen itu kemudian menemukan solusi lain dengan membajak XSS game milik Google, sebuah alat pembelajaran cross-site scripting.

Agen OpenAI juga pernah melakukan “perilaku menipu” untuk menutupi jejak mereka. Namun, setidaknya dalam kasus StarSkirmish, GPT-6 Astra menjadi salah satu contoh ketika AI mengambil tindakan di luar aturan untuk mengatasi masalah yang dihadapinya.

Dan kali ini, jalan keluarnya bukan sekadar mencari strategi baru dalam permainan StarCraft, melainkan menjalankan bot lain yang lebih kuat.