Finlandia Minta Google Tunda Proyek Data Center: Hasil AMDAL Belum Keluar

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi data center Google Cloud. Foto: Google Cloud
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi data center Google Cloud. Foto: Google Cloud

Lembaga pengawas Finlandia LVV meminta Tuike Finland, perusahaan yang mewakili Google, menunda proyek pembangunan data center di dua lokasi berbeda di sana karena hasil kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) belum keluar. Mereka menduga ada sekitar ratusan hektare hutan di Muhos dan Kajaani ditebang, dibuka tanpa analisis dan kajian dampak lingkungan.

Otoritas Finlandia meminta proyek pembangunan data center di Muhos dan Kajani ditunda paling lambat 23 Oktober 2026 karena berpotensi merusak lingkungan. Jika permintaan ini tidak dipenuhi, LVV akan membawa persoalan ini ke jalur hukum. Google saat ini memang sedang membangun data center di wilayah Muhos, Vaala, Kajaani, dan Hamina dengan nilainya investasi 13 miliar euro untuk mendukung ambisi AI Google di masa depan.

Kepala Departemen Lingkungan LVV Tommi Muilu melaporkan, di Muhos, pohon-pohon sudah ditebang, tanah lapisan atas sudah dikupas, jalan dan area penyimpanan juga telah dibangun. Pembangunan ini juga mengubah saluran air (parit).

Ketua Finnish Association for Nature Conservation (asosiasi pelestarian alam Finlandia), Hanna Halmeenpaa, sebelumnya mengatakan kepada AFP, ada lebih dari 300 hektare area di alam yang seharusnya dilindungi, ikut ditebang. Satu hektare kira-kira seluas satu lapangan sepak bola.

instagram embed

Dilansir Al Jazeera, Google mengaku telah menerima informasi ini dan akan patuh terhadap seluruh aturan yang berlaku. "Kami akan pelajari temuan LVV dan mematuhi mereka," ujar juru bicara Google, Sondre Ronander.

Google juga akan melakukan penataan lahan dan perlindungan keanekaragaman hayati, termasuk menanam pohon di lahan 130 hektare di Muhos.

Finlandia Ideal Jadi Lokasi Data Center: Beriklim Dingin, Rendah Karbon

Finlandia makin diminati pembangun pusat data karena iklimnya dingin dan listriknya rendah karbon. Suhu dingin membuat pendinginan server lebih murah dan efisien.

Meski begitu, Finlandia tetap harus memastikan pasokan listrik dan kapasitas jaringan transmisinya cukup untuk menopang operasional data center ini selama 24 jam non-stop.