10 Quotes Cetar dari Mark Manson

The Subtle Art of Not Giving a F * ck: A Counterintuitive Approach to Living a Good Life, adalah sebuah buku yang ditulis oleh Mark Manson yang beberapa bulan ke belakang selalu bertengger di jajaran Best Seller baik di dalam maupun luar negeri.
Mark Manson adalah seorang penulis, blogger dan juga wirausaha. Dia juga juga merupakan CEO dan pendiri Infinity Squared Media LLC.
Berikut 10 kalimat cetar membahana yang bisa menginspirasi kamu. Cekidot~
1. “This is the most simple and basic component of life: our struggles determine our successes.”
Hal paling sederhana dan mendasar dalam kehidupan: perjuangan kita menentukan kesuksesan kita
2. “If pursuing the positive is a negative, then pursuing the negative generates the positive. The pain you pursue in the gym results in better all-around health and energy. The failures in business are what lead to a better understanding of what’s necessary to be successful.”
Jika mengejar yang positif adalah negatif, maka mengejar yang negatif menghasilkan yang positif. Rasa sakit yang kamu kejar di gym menghasilkan kesehatan dan energi yang lebih baik. Kegagalan dalam bisnis adalah apa yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dibutuhkan untuk menjadi sukses.
3. “Carefully choose what to care about.”
Pilih dengan hati-hati apa yang harus diperhatikan.
4. “We all get dealt cards. Some of us get better cards than others. And while it’s easy to get hung up on our cards, and feel we got screwed over, the real game lies in the choices we make with those cards, the risk we decide to take, and the consequences we choose to live with. People who consistently make the best choices in the situations they’re given are the ones who eventually come out ahead in poker, just as in life. And it’s not necessarily the people with the best cards.”
Kita semua mendapatkan kartu yang dibagikan. Beberapa dari kita mendapatkan kartu yang lebih baik daripada yang lain. Dan meskipun mudah untuk terpaku pada kartu kita, dan merasa kita kacau, permainan sesungguhnya terletak pada pilihan yang kita buat dengan kartu-kartu itu, risiko yang kita putuskan untuk diambil, dan konsekuensi yang kita pilih untuk hidup bersama.
Orang-orang yang secara konsisten membuat pilihan terbaik dalam situasi yang mereka berikan adalah orang-orang yang akhirnya unggul dalam poker, sama seperti dalam kehidupan. Dan itu belum tentu orang-orang dengan kartu terbaik.
5. “If you want to change how you see your problems, you have to change what you value and/or how you measure failure/success.”
Jika kamu ingin mengubah caramu melihat masalah, kamu harus mengubah apa yang kamu hargai dan / atau bagaimana kamu mengukur kegagalan / kesuksesan.
6. “Commitment allows you to focus intently on a few highly important goals and achieve a greater degree of success than you otherwise would.”
Komitmen memungkinkan kamu untuk fokus dengan penuh perhatian pada beberapa tujuan yang sangat penting dan mencapai tingkat kesuksesan yang lebih besar daripada yang kamu harapkan.
7. “Challenge yourself to find the good and beautiful thing inside of everyone. It’s there. It’s your job to find it. Not their job to show you.”
Tantang dirimu untuk menemukan hal yang baik dan indah di dalam diri setiap orang. Tugasmu adalah untuk menemukannya. Bukan tugas mereka untuk menunjukkan kepadamu.
8. "Everything we think and feel about a situation ultimately comes back to how valuable we perceive it to be.”
Segala sesuatu yang kita pikirkan dan rasakan tentang suatu situasi pada akhirnya kembali ke betapa berharganya kita melihatnya.
9. “Being wrong opens us up to the possibility of change. Being wrong brings the opportunity for growth.”
Menjadi salah membuat kita terbuka terhadap kemungkinan perubahan. Menjadi salah membawa peluang untuk pertumbuhan.
10. "One of those realizations was this: that life itself is a form of suffering. The rich suffer because of their riches. The poor suffer because of their poverty.”
Salah satu dari kesadaran adalah: bahwa kehidupan itu sendiri adalah bentuk penderitaan. Orang kaya menderita karena kekayaan mereka. Orang miskin menderita karena kemiskinan mereka.
[Penulis : Izzudin | Editor : Nadhira]
