Konten Media Partner

8 Dampak Buruk Masturbasi

Temaliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
8 Dampak Buruk Masturbasi
zoom-in-whitePerbesar

Setelah sebelumnya Temali pernah membahas tentang dampak buruk pornografi bagi otak manusia, sekarang kita akan membahas dampak buruk temannya yaitu masturbasi bagi tubuh manusia.

Yuk, cermati dampak buruknya! Supaya teman-teman yang sudah terlanjur pernah melakukannya bisa cepat berhenti sebelum sampai kecanduan. Dan yang belum pernah agar nggak berani-berani mencobanya. Berikut yang Temali sarikan dari diskusi di grup Facebook "No Fap Indonesia", sebuah grup Facebook yang bertekad untuk lepas dari kecanduan pornografi.

  1. Rasa bersalah

Masturbasi berdampak negatif pada kondisi psikologis. Hal tersebut terjadi karena terjadi benturan antara kesenangan serta norma moral dan agama. Maka timbul rasa bersalah yang amat menghantui setelah melakukan masturbasi.

  1. Kehidupan sosial terganggu

Kecanduan masturbasi bisa mengganggu kehidupan sosial, sebab masturbasi yang memiliki efek candu ini akan membuatmu merasa nggak sabar untuk melakukan masturbasi lanjutan. Kamu jadi sulit untuk fokus dengan aktivitas sehari-hari hingga akhirnya membuat kehidupan sosial terganggu.

Meski bisa memberikan kepuasan seksual, sebenarnya masturbasi yang dilakukan hingga membuatmu kecanduan bisa merusak kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial secara perlahan. Jika kamu merasa bahwa hal ini terjadi padamu, maka segera cari bantuan untuk menghentikan kecanduan akan masturbasi.

  1. Ejakulasi dini

Jika terlalu sering melakukan masturbasi maka akan menderita ejakulasi dini karena otot sudah dilatih untuk menerima rangsangan yang sangat minim dengan respon yang maksimal. Tentu kamu tidak ingin ini terjadi pada dirimu, ayo sayangi diri sendiri dan pasanganmu kelak!

Ilustrasi: Unsplash.com
  1. Impotensi/Lemah syahwat

Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan dalam tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.

  1. Rasa letih sepanjang hari

Setiap kali tubuh mengejang karena orgasme, pria atau wanita akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, kamu akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

  1. Kanker prostat

Hal ini berdasarkan pada Penelitian dari Universitas Nottingham yang menyatakan bahwa kaum pria yang sering bermasturbasi di usia 20-30 tahun, lebih beresiko terkena kanker prostat. Para ilmuwan itu melakukan survey terhadap 800 pria, dan ditemukan bahwa 50% dari mereka menderita kanker prostat.

  1. Kebocoran katup air mani

Masturbasi yang terlalu sering akan mengganggu saraf seperti gangguan pada kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat. Akibatnya sperma dan air mani nggak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

Yuk, berhenti dari masturbasi! (Foto: Unsplash.com)
  1. Masturbasi kronis

Masturbasi kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.

Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.

--

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda, hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

[Penulis: Izzu | Editor: Tristi]